fbpx

Pentingnya Memahami Kesehatan bagi PASUTRI Muda

AMBON, jemaatgpmsilo.org

“..kesehatan itu mahal. Kesehatan itu sangat penting.” Itulah penegasan paling pertama yang disampaikan oleh Pnt. J. M. Th. Sipahelut selaku Wakil Ketua MJ Silo saat membuka kegiatan Sosialisasi Kesehatan Bagi Pasangan Usia Dini di ruang konsistori Gereja Silo. Lebih lanjut ditegaskan oleh Sipahelut, “… kalau bapak/ibu sempat nonton film Pernikahan Usia Dini, .. itu banyak hal terjadi disitu, terkait dengan penikahan di usia dini. Sehingga dia memeberika motivasi bagi katorang semua. Dan karena itu gereja juga peduli, punya perhatian dalam merumuskan program-program terkait dengan soal kesehatan pasangan usia dini.” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh SubSeksi Kemitraan Laki-laki dan Perempuan ini, dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juli 2019 pkl. 14.30 hingga selesai sekitar pkl. 18.05 WIT. Hadir sebagai narasumber tunggal adalah dr. Elenora Wattimena dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Dalam paparannya, ibu dokter yang lebih akrab disapa dokter olla itu, memulai pembahasan tentang anak sebagai aset masa depan. Dijelaskan panjang lebar tentang pentingnya perhatian terhadap asupan gizi bagi anak, utamanya pada 1.000 HPK atau Hari Pertama Kehidupan. Pentingnya 1.000 HPK adalah masa sejak embrio bayi terbentuk hingga anak berusia 2 tahun sebagai masa emas pembentukan otak dan kecerdasan seorang anak.

Dokter Elenora Wattimena saat memberikan materi Sosialisasi.

Lebih lanjut, dokter yang sehari-hari memangku jabatan kepala seksi gizi keluarga itu, menjelaskan seputar resiko kesehatan pada pernikahan usia dini yang diawali belum siapnya pasutri secara fisik maupun mental. Beberapa resiko kesehatan tersebut antara lain, resiko aborsi (keguguran) sangat tinggi; kehamilan di usia dini rentan kena darah tinggi (hypertensi); si ibu sangat rentan terkena anemia (kekurangan darah merah); bayi beresiko lahir premature (lahir 7 bulan); resiko ibu meninggal saat melahirkan sangat tinggi; dan resiko-resiko lainnya.

Hadir mengikuti kegiatan dimaksud sesuai absensi sebanyak 73 orang yang terdiri dari pasutri usia muda, angkatan muda, majelis jemaat maupun sejumlah orang tua yang telah rata-rata berusia 30 s/d 50-an tahun. Kegiatan sosialisasi ini semakin menarik dan mendapat atensi tinggi dari peserta. Ini ditandai dengan sesi diskusi yang sangat “ramai” hujan pertanyaan oleh peserta, maupun penyampaian menarik menarik dari dokter olla. [BK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *