Remaja SILO ikut Seminar Berkembangnya Pendidikan & Perkembangan Anak

AMBON, jemaatgpmsilo.org

“Setiap anak adalah unik, melalui keunikan tersebut mereka sedang dipersiapkan menjadi penggerak bangsa di masa depan. Dimana dengan siapa anak tersebut tumbuh sangatlah mempengaruhi karakternya.” Itulah bagian dari materi yang disampaikan oleh Archristhea Amahoru, S.Psi, M.Psi saat tampil sebagai salah satu fasilitator dalam Seminar Tentang Berkembangnya Pendidikan dan Perkembangan Anak, pada minggu, 28 Juli 2019 di Jemaat GPM Silo.

Amahoru yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang psikolog itu, menyampaikan materi tentang Cara Pendampingan yang Efektif sesuai dengan Tahap Perkembangan Psikolog Anak, bagi peserta Seminar yang terdiri dari Jenjang Anak Remaja bersama dengan Pengasuh Jemaat Silo.

Fasilitator : Archristhea Amahoru, S.Psi. M.Psi [kanan] Pdt. Ny. N. Nahusona [Tengah] dan Moderator : Kakak Mey Matulapelwa [Kiri]

Tampil juga sebagai pemateri lainnya adalah Pdt. Ny. Nova Nahusona/M yang membahas tentang Pola Pendampingan bagi Anak Remaja GPM. Nahusona menjelaskan secara gamblang tentang dinamika perkembangan anak dan problematikanya, lengkap disertai dengan contoh-contoh yang konkrit. Salah satunya contoh kasus yang diangkat, adalah “kamu ingin pergi berpesta, tetapi kamu tidak yakin akan diizinkan oleh orang tua mu. Apakah yang kamu lakukan..??”

  • TIDAK USAH TANYA —- LANGSUNG PERGI
  • TIDAK USAH TANYA —- TIDAK PERGI
  • TANYA —- DAN TUNGGU JAWABAN

Fasilitator mencoba memperhadapkan kepada peserta seminar tentang sesuatu yang mungkin saja akan mereka lakukan atau bahkan sudah mereka lakukan. Kemudian fasilitator mencoba “menggali” apa dan bagaimana reaksi mereka serta respons mereka selanjutnya. Dari situ, Nahusona mencoba memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun relasi yang intim antara orang tua & anak, sebaliknya anak & orang tua.

Kegiatan seminar tersebut dikoordinasikan oleh Subseksi Anak Remaja dan Kateketsasi Jemaat GPM Silo. Adapun target output yang ingin dihasilkan melalui kegiatan ini menurut Pnt. Nn. Sanny Loppies, adalah agar Anak Remaja Silo sebagai sasaran kegiatan, mendapatkan tambahan informasi dan pengetahuan yang lebih dalam lagi, lebih detail lagi tentang bagaimana mereka harus belajar bersikap, berkata-kata, dan berkarakter di rumah, di sekolah dan di tempat-tempat pergaulan. Ini juga upaya kami memproteksi anak dari pengaruh-pengaruh buruk di luar sana, ungkap Loppies. [BK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey