Santapan Harian Keluarga, 20-26 Oktober 2019
AMBON, jemaatgpmsilo.org
Minggu, 20 Oktober 2019
bacaan : 1 Timotius 3 : 1 – 13
Syarat-syarat bagi penilik jemaat
Benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.” 2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Syarat-syarat bagi diaken
8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. 12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. 13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.
Penuhilah Persyaratan Sebagai Pelayan
Jika Tuhan memanggil seseorang dan mempercayakan pekerjaan pelayanan, maka itu adalah suatu anugerah. Dan itu berarti Tuhan melayakkan orang itu untuk bekerja bagi-Nya. Jika kelayakkan itu diberikan Tuhan, bersyukurlah. Namun Paulus perlu mengingatkan, bahwa menjawab panggilan Tuhan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan sehingga pekerjaan pelayanan yang Tuhan percayakan itu menjadi berkat. Paulus menekankan, bahwa “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah”. Artinya, jabatan penilik jemaat itu bukan jabatan untuk mencari keuntungan. Bukan orientasi pada upah yang akan diterima. Tetapi jabatan itu sangat dihormati dan keindahannya adalah pada kemuliaan dari jabatan itu dengan syarat-syarat yang ada. Siapa yang disebut penilik jemaat? Dalam bahasa Yunani episkopos, yang artinya gembala jemaat atau penatua. Mereka ditetapkan Tuhan untuk menggembalakan jemaat. Persyaratan-persyaratan tersebut bisa memunculkan pertanyaan, “Apakah ada orang yang memenuhi persyaratan itu? Jawaban yang kita harus imani ialah “ada”. Setiap orang yang layak bagi-Nya akan Ia mampukan layak bagi-Nya. Jika kita katakan “tidak ada” berarti kita yang meniadakannya karena tidak mau dibentuk oleh Tuhan sesuai kehendak-Nya. Anugerah melayani Tuhan hendaknya disikapi dengan memelihara kekudusan agar pelayanan kita berkenan bagi-Nya dan memberkati jemaat yang dilayani. Jelas bahwa tidak ada yang mustahil jika Tuhan menggunakan seseorang bagi Kerajaan-Nya, Tuhan berkehendak segala sesuatu yang baik itu datang dari setiap orang percaya yang la Iayakkan bagi-Nya.
Doa: Tuhan Iayakkan kami untuk menjawab panggilan-Mu atas kami dan mampukan kami menjadi pelayan yang berkenan bagi-Mu. Amin.
Senin, 21 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 26 – 31
26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. 28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. 29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia. 30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus. 31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.
Pelayan Tuhan Yang DipakaiNya
Bukti pertobatan Saulus adalah ia menggabungkan diri dengan jemaat di Damsyik. Saulus, yang tadinya berhasrat membinasakan para pengikut Kristus, kemudian tinggal dalam persekutuan dengan mereka. Tak heran bila banyak jemaat yang mencurigai kehadirannya. Bukan hanya di Damsyik, jemaat di Yerusalem pun tidak mudah menerima Saulus. Sebab setahu mereka, Saulus dulu mengejar-ngejar untuk membinasakan mereka. Bagaimana mungkin Saulus berubah 180 derajat? Pemikiran maupun tingkah lakunya berubah. Saulus yang dulu “menganiaya” Yesus, kemudian membuktikan bahwa Yesuslah Tuhan. Ia sungguh-sungguh telah bertobat. Pemahaman dan komitmennya juga bertumbuh oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus dan banyak yang menjadi percaya. Ketika kita sudah mengenal Kristus maka kita harus menjadi pelayanNya yang baik yang selalu taat dan setia mengikut Tuhan apapun yang terjadi, karena Kristus akan memakai kita sesuai dengan rencanaNya dan memakai kita secara luar biasa ketika kita berserah untuk menjadi alatNya dimanapun kita berada. Marilah kita menjadi pelayan Kristus yang baik di dalam keluarga dan lingkungan tempat kita tinggal secara khusus, agar nama Tuhan dimuliakan dan pelayanan kita bersama menyenangkan hati Tuhan, Tuhan melihat hati, ketika kita sungguh-sungguh ingin dipakaiNya, Ia memberikan kuasa dalam kelemahan kepada kita sehingga banyak orang memuliakan Tuhan melalui apapun yang kita lakukan
Doa: Tuhan, mampukan kami menjadi pelayanMu yang baik yang membawa kemuliaan bagi namaMu. Amin.
Selasa, 22 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 1 – 10
Petrus menyembuhkan orang lumpuh
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” 5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 6 Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” 7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
Ketulusan Hati Dalam Melayani
Nama Yesus bukan sekedar nama biasa seperti kebanyakan orang. Tetapi nama itu adalah nama yang berkuasa dan yang mampu menghasilkan mujizat besar. Dan dalam nama Yesus, Petrus telah menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahir dan ditempatkan orang di depan pintu gerbang Bait Allah untuk meminta sedekah. Ketika orang itu melihat Petrus dan Yohanes melintas di dekatnya, ia pun mengulurkan tangannya, sambil terus berharap ada belas kasihan yang keluar dari hati kedua Rasul itu. Melihat kejadian ini, Petrus pun berkata kepadanya: “Lihatlah kepada kami.” Dan orang ini pun memperhatikan kedua Rasul sambil mengharapkan sesuatu. Sehingga mereka saling bertatapan. Petrus melakukan hal ini agar supaya orang lumpuh itu mau memperhatikan mereka dengan penuh seksama, baik terhadap apa yang Petrus ucapkan, ataupun terhadap apa yang Petrus lakukan. Petrus berkata: “Perhiasan emas dan uang perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:
Ini adalah bentuk kejujuran para Rasul dalam melayani, walaupun Petrus tidak mempunyai harta berlimpah, akan tetapi Petrus punya ketulusan hati dan iman kepada Yesus untuk menolong dan menyembuhkan orang lumpuh itu dan melalui ketulusan hati Petrus, Kuasa Tuhan dinyatakan. Ketika kita melayani dan menolong orang lain, maka kerelaan dan ketulusan hati sangat diperlukan dan yang paling utama, selalu melibatkan Tuhan, karena semua bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena kuasa Tuhan dinyatakan melalui pelayanan yang kita lakukan. Sebagai papa, mama, adik, kakak, mari bersama melayani dan menolong orang lain dengan kerelaan dan ketulusan hati sehingga apapun itu dapat menjadi berkat untuk kemuliaan Tuhan.
Doa: Tuhan, mampukan kami melayani dengan ketulusan hati, demi KemuliaanMu. Amin.
Rabu, 23 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 32 – 35
Petrus menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas
32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. 33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. 34 Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. 35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
Melayani Dengan Rendah Hati
Pada waktu itu Petrus menemui orang-orang percaya di Lida. Di situ Petrus menyembuhkan Eneas, seorang yang sudah delapan tahun menderita lumpuh. Petrus menyatakan bahwa penyembuhan itu merupakan karya Yesus. Kita tahu bahwa Yesus telah berkata kepada seorang lumpuh di Kapernaum untuk mengangkat tilam dan berjalan. Kuasa Yesus bekerja di dalam diri Petrus dan Eneas, orang yang lumpuh itu kemudian segera bangkit! Mukjizat ini ternyata membuat heboh orang-orang di tempat itu. Mukjizat yang menakjubkan itu membuat mereka kemudian jadi percaya kepada Tuhan. Kuasa itu tidak berhenti hanya sampai di murid-murid. Kepada kita pun amanat untuk pergi melayani memberitakan Injil ditujukan. Kuasa Roh Kudus pun ada pada kita. Apakah kita mau dipakaiNya? Ketika kita melayani sesama dengan kerendahan hati, maka kuasa Tuhan pasti dinyatakan dan kita akan menjadi berkat. Itulah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita karena banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih. Sebagai orang percaya, baik umat dan para pelayan, serta keluarga – keluarga Kristen, hendaklah bersedia melayani Tuhan secara bersama – sama dengan kerendahan hati melalui sikap, tutur kata dan perbuatan kita. Kuasa Tuhan nyata apabila kita memberi diri untuk dipakaiNya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, Tuhan hanya meminta kita untuk mempercayaiNya. Ia sanggup melakukan yang tak terduga.
Doa: Tuhan, Mampukan kami, melayaniMu dengan rendah hati. Amin.
Kamis, 24 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 19 : 13 – 20
Anak-anak Skewa
13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.” 14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15 Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” 16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.
Melayani Dengan Rendah Hati
Pikiran yang rusak ini terlihat dalam diri anak-anak Skewa, yang berprofesi sebagai dukun Yahudi. Mengetahui bahwa Paulus menggunakan kuasa nama Yesus Kristus untuk melakukan mukjizat, membuat anak-anak Skewa mengira bahwa nama itu bisa disebut oleh siapa saja. Mereka tak tahu bahwa orang yang menggunakan kuasa Tuhan adalah orang yang telah menjadi milik Tuhan. Mereka bermaksud mengusir roh jahat, tetapi yang terjadi malah mereka diperdaya dan dikalahkan oleh roh jahat itu hingga tubuh mereka luka-luka. Roh jahat ternyata tidak tunduk pada nama Yesus yang mereka sebut itu karena mereka tidak tinggal dalam Yesus. Ketika Paulus diberikan anugerah dapat bertindak dalam kuasa Tuhan, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu karena ia tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan tinggal di dalam dirinya dan Tuhan menyatakan kuasaNya melalui pelayanan yang Paulus lakukan. Sebagai orang percaya, teristimewa keluarga Kristen, Papa, Mama, Adik, Kakak, ingatlah bahwa Tuhan Yesus menunjukan kuasaNya melalui hidup kita, karena Tuhan rindu memakai kita secara luar biasa, dari ayat ini juga membuktikan bahwa kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa apapun di dunia ini, apakah kita siap dipakai Tuhan dan menyatakan kemuliaanNya? Apakah kita siap untuk menjadi berkat? Lakukanlah pelayananmu untuk Tuhan dengan sungguh dan selalu mengandalkanNya dalam setiap keadaan, Melayani pekerjaan Tuhan tidak pernah sia-sia.
Doa: Tuhan, Mampukan kami menyenangkan hatiMu melalui pelayanan yang kami lakukan bersama-sama. Amin.
Jumat, 25 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 7 – 12
7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. 8 Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. 9 Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. 10 Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” 11 Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. 12 Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.
Melayani Tuhan Tidak Pernah Sia – Sia
Eutikhus, seorang muda yang tengah asyik mengikuti perkumpulan jemaat kristen, duduk di jendela ruang lantai tiga. Karena tertidur, ia terjatuh ke bawah lalu mati. Namun, Paulus dengan kuasa Allah membangkitkan dia kembali. Selanjutnya, selama pemecahan roti dan pembicaraan hingga fajar menyingsing, hanya ada kisah Eutikhus yang diantar pulang ke rumahnya oleh umat tersebut. Kuasa Yesus dinyatakan melalui pelayanan Paulus kepada Eutikhus walaupun banyak orang mengira ia sudah mati tetapi kuasa Yesus membangkitkannya melalui pelayanan Paulus, hal ini juga membuktikan bahwa kuasa Yesus sanggup membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin ketika benar-benar mempercayaiNya. Pelayanan Paulus juga membuat nama Tuhan semakin dimuliakan. Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa kuasa Yesus sering tidak terselami oleh pikiran kita, Tuhan sanggup melakukan apapun selama Ia berkenan. Ketika kita menyerahkan semua pada Tuhan Yesus, Ia akan bertindak sesuai rencanaNya yang indah untuk hidup kita, Lakukan yang terbaik untuk Tuhan dalam hidup, lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, melalui hidup kita dan pelayanan kita biarlah nama Tuhan ditinggikan dan dimuliakan, Tuhan bisa memakai siapapun bahkan ketika manusia mengganggapnya tidak layak, Tuhan melayakkanNya dan menyatakan kuasaNya. Lakukanlah bagian kita maka Tuhan akan melakukan bagianNya.
Doa: Tuhan, Mampukan kami melayaniMu dengan sukacita dihati. Amin.
Sabtu, 26 Oktober 2019
bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 5 – 8
5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. 6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: “Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” 7 Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. 8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.
Jadilah Pelayan Allah Yang Baik
Ketika anda berkunjung ke restauran atau rumah makan, pernahkan anda mengamati sikap seorang pelayan? Sebagian dari mereka terlihat sangat ramah dan sopan, meskipun ada yang sedikit cuek dan acuh tak acuh. Mereka menyambut pelanggan dengan tersenyum, dan bersikap ramah ketika mencatat pesanan makanan, walaupun seringkali mereka berhadapan dengan pelanggan yang tidak ramah. Memang bekerja sebagai seorang pelayan restoran bukanlah hal yang mudah, sebab banyak tantangan yang harus dihadapi setiap harinya, tetapi mereka tetap menjaga etika pelayanannya agar menarik banyak pelanggan yang datang. Dalam melaksanakan panggilan pemberitaan Injil, Rasul Paulus juga menjadikan dirinya seorang pelayan, walaupun ia berhadapan dengan orang-orang yang membenci dan memusuhinya tetapi ia tetap bersikap ramah untuk melayani mereka. Bukan saja Rasul Paulus, tetapi juga Akwila dan Priskila serta Titius Yustus yang tetap setia mendampingi Paulus dalam susah dan senang bahkan memberi tumpangan bagi Paulus di rumah mereka. Memberi diri menjadi pelayan Tuhan adalah panggilan orang-orang percaya termasuk setiap anggota keluarga kristen. Setiap anggota keluarga hendaklah bersedia untuk dicalonkan menjadi Penatua, Diaken, pengurus Angkatan Muda, Unit, Wadah Pelayanan, Pengasuh, Panitia, Tim Kerja, dan sebagainya, dan siapkanlah diri anda untuk menjadi seorang pelayan yang mau melayani, wujudkan itu dalam kehidupan keluarga yang saling melayani satu dengan yang lain. Belajarlah dari Yesus yang datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi pelayan-Mu. Amin.
*sumber : SHK bulan Oktober 2019 terbitan LJP-GPM
