Inilah aku, Utuslah aku

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Inilah aku, utuslah aku.

Oleh : Pdt. Jan. Z. Matatula, Ketua Majelis Jemaat GPM Silo.

Tanggal 4 November 2019 nanti, Gereja Protestan Maluku akan menggelar Pesta Iman yaitu pemilihan Majelis Jemaat GPM Periode tahun 2020 – 2025 di seluruh jemaat dalam wilayah GPM, baik di provinsi Maluku maupun provinsi Maluku Utara, termasuk Jemaat GPM Silo.
Agenda lima tahunan ini bertujuan untuk memilih Penatua dan Diaken yang oleh GPM dikelompokan sebagai Pelayan Khusus bersama Penginjil dan Pendeta untuk melakukan tugas-tugas pelayananan, persekutuan dan kesaksian secara periodik.
Bahwa dengan terselenggaranya proses pemilihan Penatua dan Diaken sesuai tahapan-tahapannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Organik tentang Pemilihan Majelis Jemaat GPM, maka realitas ini hendaknya dipahami sebagai langkah strategis gereja dalam menjaga konsistensi panggilannya untuk melaksanakan Amanat Pelayanan Gereja yaitu Pekabaran Injil Kerajaan Allah bagi semua makhluk dan alam semesta sebagaimana diatur dalam Tata Gereja GPM.
Kesadaran ini akan memberi penegasan kepada setiap Jemaat untuk mempersiapkan proses pemilihan Majelis Jemaat ini dengan baik.
Salah satu tahapan yang penting dalam agenda pemilihan Majelis Jemaat tersebut adalah mempersiapkan calon Penatua dan calon Diaken bersama keluarga menghadapi proses pemilihan tersebut melalui percakapan pastoral. Untuk itu beta menghadapkan beberapa catatan yang kiranya dapat menguatkan kita memasuki sebagai calon Penatua dan Diaken memasuki proses pemilihan pada hari senin, 4 Nopember yang akan datang.
Setiap calon Penatua dan calon Diaken harus memaknai proses pencalonan dirinya dalam pemilihan Majelis Jemaat ini bukan karena sebuah kebetulan, tetapi itu adalah wujud dari panggilan dan pengutusan Tuhan atas dirinya dan keluarganya. Panggilan dan pengutusan Tuhan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Kenapa ? Karena setiap orang yang mengaku Kristus, ia diutus untuk melakukan misiNya. Oleh karena itu pencalonan setiap orang sebagai calon Penatua dan Diaken dalam proses pemilihan Majelis Jemaat ini mesti di respons dalam kesadaran iman sebagai panggilan dan pengutusan Tuhan.
Kesadaran itu akan mendorong setiap orang yang terpilih menjadi Penatua dan Diaken melakukan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dengan sungguh-sungguh bahkan siap menghadapi tantangan bahkan ancaman dalam pelayanannya nanti.
Bukan cuma itu, tetapi ia akan terus menerus meningkatkan kapasitasnya melalui proses belajar, termasuk memahami dengan sungguh-sungguh berbagai regulasi gereja yang akan menjadi sandaran baginya dalam menatalayani pelayanan gereja yang dipercayakan kepadaNya.

Bahwa dalam konsep panggilan dan pengutusan itu, maka hendaknya setiap calon Penatua dan Diaken tidak melihat perhelatan Pemilihan Majelis Jemaat ini sebagai sebuah kontestasi atau perlombaan, dimana setiap orang yang tidak terpilih menjadi Penatua dan Diaken, merasa kalah atau ditolak dan setiap orang yang terpilih merasa menang dan hebat. Tetapi mereka akan melihatnya sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan sesuai dengan panggilan Tuhan. Dengan begitu maka mereka yang menjadi sekondus akan melakukan tugas-tugas pelayanan yang lain yang dipercayakan kepadanya sesuai dengan karunia yang Tuhan anugerahkan kepadanya. Demikian pula seorang sekondus bila dibutuhkan untuk menggantikan Penatua dan Diaken yang berhalangan tetap tidak akan menolaknya dengan berbagai alasan.

Bahwa setiap calon Penatua dan calon Diaken mesti menyadari bahwa keputusan menjadi Penatua dan Diaken adalah keputusan pribadinya dengan Tuhan. Hal ini akan mendorongnya untuk selalu mencari dan berjumpa dengan Tuhan. Dalam kesadaran bahwa setiap orang yang dipanggil dan diutus Tuhan bukanlah orang-orang suci, tetapi orang-orang berdosa yang mengalami pembaharuan hidup secara terus menerus dalam perjumpaan dengan Tuhan. Oleh karena itu membangun relasi dan komunikasi yang intim dengan Tuhan dan membuka diri agar Roh Kudus berkarya dalam hidup menjadi kekuatan iman untuk menghadapi proses Pemilihan Majelis Jemaat, tetapi juga dalam melayani Tuhan setelah menjadi Penatua dan Diaken nanti.
Bahkan melalui perjumpaan itu akan terbangun Idealisme yang kuat untuk menggunakan seluruh kemampuan dan talentanya demi terjadinya peningkatkan kualitas pelayanan bagi umat.

Bahwa keluarga menjadi elemen penting bagi seorang Penatua dan Diaken melakukan tugas-tugas pelayanannya ke depan. Selain dukungan doa, tetapi memberi waktu, tenaga, perhatian dan keperdulian bagi suami, istri, orang tua dan anak yang adalah Penatua dan Diaken menjadi kekuatan yang hebat bagi mereka dalam melakukan tugas2nya. Tentu keluarga tidak akan melakukan intervensi terhadap tugas-tugas yang dilakukan Penatua dan Diaken, tetapi selalu menopang dengan menjadikan hidup mereka sebagai teladan bagi orang lain. Pada sisi yang lain Penatua dan Diaken akan tetap menjaga rahasia pelayanan dari siapapun termasuk keluarganya sendiri sehingga ia tetap dipercaya jemaatnya untuk melayani mereka.

Kalau kita mendasari seluruh keterlibatan kita dalam proses pencalonan sebagai calon Penatua dan Diaken, maka baiklah kita berkata seperti Yesaya : “Inilah aku, utuslah aku”. (Yesaya 6 : 8)

Selamat dan sukses Pemilihan Majelis Jemaat GPM Silo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey