Perayaan 15 Tahun Penggunaan Gedung Gereja Silo Baru
AMBON, jemaatgpmsilo.org
Tepat di tanggal 26 Desember 2000, Gedung Gereja Silo saat itu terakhir akibat konflik kemanusiaan yang melanda Maluku. Tepat 4 tahun kemudian di tahun 2004, oleh Pendeta I. W. J. Hendriks [Ketua Sinode GPM saat itu] meresmikan penggunaan Gedung Gereja Silo Baru.
Kisah 15 tahun lalu itu kemudian diperingati lagi oleh warga Jemaat GPM Silo pada Ibadah Syukur ke-15 Tahun Penggunaan Gedung Gereja Silo Baru dan sekaligus Perayaan Natal Perangkat Pelayan se Jemaat GPM Silo, Kamis 26 Desember 2019 Pkl. 18.00 WIT.

Perayaan syukuran tersebut dikoordinir oleh Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi [PHRG] Jemaat GPM Silo. Ibadah dimeriahkan dengan puji-pujian oleh Paduan Suara, Vocal Grup, Trio oleh 3 Pendeta Jemaat Silo, serta anak-anak Kateketsasi yang membawakan gerak dan tari.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. E.T. Maspaitella yang juga Sekretaris Umum GPM. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada pembacaan Alkitab dari Kitab Injil Matius 2 : 13-15 antara lain menegaskan, “kalau hari ini kita mensyukuri 15 tahun penggunaan gedung gereja ini, saya percaya bahwa iman sederhana tentang adanya bangunan gereja ini, bahwa ternyata gedung gereja ini tidak hanya menjadi simbol perdamaian di Kota Ambon, itu penting supaya kita memandang gedung Gereja Silo untuk mengingatkan kita bersama bahwa konflik yang seperti itu tidak boleh dibiarkan terjadi lagi dan itu menjadi tanda peringatan mari kita mengakhiri segala bentuk pertikaian.” tegas mantan Ketua Umum PB AMGPM itu.

Setelah Ibadah Syukur 15 Tahun Penggunaan Gedung Gereja Silo Baru dan Natal Perangkat Pelayan se-Jemaat GPM Silo, dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih oleh PHRG Jemaat GPM Silo kepada ke-3 Pendeta, dan makan malam bersama. [BK]

