Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 Januari 2020

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 12 Januari 2020                       

bacaan : Yeremia 1 : 4 – 10

Yeremia dipanggil dan diutus
4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." 6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." 7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. 8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." 9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. 10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

Tuhan Memanggil Dan Mengutus Kita

Sebagai orang percaya , kita adalah orang – orang yang dipanggil dan diutus untuk memberitakan injil Kerajaan Allah. Yeremia dipanggil dan ditetapkan Tuhan menjadi nabi sebelum Yeremia dilahirkan bahkan sebelum ia  ada dalam rahim ibunya (Yeremia 1:5). Bercermin dari firman ini tidaklah salah jika kita memahami bahwa tidak ada seorangpun yang lahir secara kebetulan bahkan lahir tanpa tujuan. Tetapi setiap orang yang lahir  ke bumi adalah bagian dari ‘rencana dan campur tangan’ Tuhan untuk melaksanakan tugas tertentu dari-Nya. Seperti nabi Yeremia yang dipanggil dan ditetapkan menjadi orang yang menyampaikan suara kebenaran Tuhan bagi Israel di zaman lampau, maka kita    sebagai  orang Kristen adalah juga orang – orang yang Tuhan panggil dan utus untuk menyampaikan firman Tuhan, apa yang menjadi kehendak Tuhan. Panggilan pengutusan Tuhan bagi kita ini bukanlah  pilihan  atau  keputusan kita semata, tetapi Tuhanlah yang menentukannya bagi kita. Itu berarti, ketika kita menjadi pendeta, guru agama, penatua, diaken, dokter, guru, polisi, tentara dan sebagainya, itu adalah panggilan Tuhan  yang mulia bagi kita. Melaluinya kita dapat menghadirkan sukacita dan berkat dalam hidup orang lain. Karena itu jangan sampai kita tidak taat pada panggilan dan pengutusan Tuhan atas hidup kita. Selagi masih ada waktu dan kesempatan, teruslah melayani dengan penuh semangat  dan tanpa pamrih. Jadilah hamba-hambaNya yang setia.

Doa : Tuhan, Jadikanlah aku pelayan-Mu yang setia, Amin.

Senin, 13 Januari 2020                           

bacaan : Yesaya 41 : 8 – 10 

  

Israel hamba TUHAN
8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

“Allah Bertindak Tepat Pada Waktunya”

“Dari peristiwa gempa dahsyat di Armenia tahun 1998 terdapat kisah tentang pertolongan seorang ayah kepada anaknya yang tertimbun reruntuhan bangunan sekolah tanpa menunggu Tim SAR. Dia tahu Tim SAR sangat sibuk menolong korban yang begitu banyak di tempat lain, karena itu dia menggali sendiri reruntuhan di lokasi kelas anaknya kendati orang-orang di situ mencegahnya dan memintanya menunggu Tim SAR. Orang-orang itu terlalu yakin bahwa siapapun yang ada di bawah reruntuhan itu pasti tak selamat. Namun si ayah terus menggali dan setelah 36 jam akhirnya terdengar suara minta tolong. Barulah orang-orang yang ada di situ membantunya dan mereka menemukan 13 anak bersama seorang guru mereka dalam keadaan selamat. Satu di antara mereka adalah anak dari sang ayah. Walau dalam kondisi lemah, anak itu berkata : “Ayah, aku yakin ayah akan kembali dan menjemput aku, sebagaimana pesan ayah tadi.” Sang ayah memeluk erat anaknya lalu berdoa dan memuliakan Tuhan karena perbuatan-Nya yang hebat dan luar biasa itu”.

Saudaraku, kepada Israel Allah memperkenalkan diri-Nya. Allah yang terkadang memakai beragam cara dan tindakan yang tak terduga untuk menolong mereka. Karena itu Israel tidak perlu takut karena Allah tetap menolong mereka dan pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya. Janji dan tindakan Allah ini juga berlaku bagi kita di saat ini, sekalipun kita berhadapan dengan banyak persoalan, termasuk bencana alam yang menakutkan. Tetaplah percaya dan berharap pada-Nya, sebab IA bertindak tepat pada waktunya.

Doa: Tuhan, yakinkan kami agar tidak takut menjalani hidup ini dan selalu percaya serta berharap kepada-Mu, Amin.

Selasa, 14 Januari 2020                         

bacaan : Yesaya 41 : 11 – 13

11 Sesungguhnya, semua orang yang bangkit amarahnya terhadap engkau akan mendapat malu dan kena noda; orang-orang yang membantah engkau akan seperti tidak ada dan akan binasa; 12 engkau akan mencari orang-orang yang berkelahi dengan engkau, tetapi tidak akan menemui mereka; orang-orang yang berperang melawan engkau akan seperti tidak ada dan hampa. 13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Janji Tuhan

“Tak pernah Tuhan janji hidupku takkan berduri, tak pernah Dia janji lautan tenang. Tetapi Dia berjanji ‘kan selalu sertaku dan menuntun jalan hidupku s’lalu. Janji-Nya Dia atur langkahku. Janji-Nya Dia pegang tanganku. Kubersyukur Tuhan s’lalu p’liharaku. Ku tahu satu kali awan gelap kan berlalu. Sang surya bersinar dengan megah. Dan bulan dan bintang menampakkan wajahnya. Haleluya, Tuhan puaskan jiwaku…!”

Lewat lagu ini, disini penulisnya mau memberikan kesaksian iman sekaligus pesan kepada kita yang mendengar, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan hidup yang senang, lancar dan tanpa kesulitan bagi orang kristen. Tetapi yang IA janjikan adalah PENYERTAAN. “AKU menyertai kamu…”, itulah janji-Nya. Sebagai orang percaya, kita tak perlu takut, kecewa ataupun putus asa, karena Allah dalam Yesus Kristus akan menuntun,  menyertai dan memberikan kepada kita kekuatan saat kita berhadapan dengan persoalan. Hal ini juga yang dikatakan Allah kepada Israel melalui Yesaya 41 : 11 – 13. Di sini, Israel diminta untuk tidak takut berhadapan dengan musuh-musuh mereka karena Allah akan maju sebagai Pahlawan dan berperang bersama (memegang tangan) bahkan menggantikan mereka lalu musuh-musuh mereka dibuat malu. Saudaraku, hari ini kita telah berada di anak tangga ke 14 perjalanan kita di tahun 2020 ini. Mungkin saja ada di antara kita yang sedang berhadapan dengan masalah-masalah kehidupan. Masalah ekonomi, hukum, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, sosial,dll. Jangan takut, Allah selalu bersama kita. Berharap dan bersandarlah kepada-Nya selalu..  

Doa:     Bapa, kami tak akan takut ataupun kecewa dalam jalani hidup ini karena kami percaya : Kau selalu sertai kami.  Amin.

Rabu, 15 Januari 2020                           

bacaan : Roma 8 : 18 – 25    

Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

”Hiduplah Di Dalam Pengharapan”

“Mengapa penderitaan ini terjadi padaku?” tanya seorang ibu  yang mengalami berbagai persoalan secara beruntun. Disaat ia harus menghadapi proses perawatan kesehatannya, ia harus kehilangan suaminya dan kemudian dalam waktu yang berdekatan ia juga kehilangan seorang anak karena kecelakaan lalu lintas.

Saudaraku, memang itulah realita hidup yang sering dialami manusia saat ini, termasuk orang-orang kristen. Jika kita mendengar berita di media masa, hampir setiap hari ada saja persoalan penderitaan yang diakibatkan oleh penyakit, kecelakaan, bencana alam, kemiskinan, kekerasan, pembunuhan, perampokan dan sebagainya. Menghadapi realitas penderitaan itu, sebagai orang percaya, marilah kita berhenti untuk bertanya “mengapa….?”, tetapi sebaiknya kita bertanya: “bagaimana saya dapat menghadapi semua penderitaan ini…?” Hal inilah yang diungkapkan oleh Rasul Paulus dalam Roma 8 : 18 – 25, yang menghendaki setiap orang percaya agar tetap hidup didalam pengharapan. Hidup dalam pengharapan adalah hidup didalam iman dan percaya kepada Yesus Kristus yang akan memberi pertolongan dan kelepasan dari berbagai bentuk penderitaan manusia. “…..penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (ay.18). Jadi saudaraku, sekalipun hidup dunia ini penuh penderitaan, tapi percayalah bahwa dengan bersandar kepada Tuhan Allah maka Roh-Nya akan memampukan kita untuk mengatasi penderitaan kita dan memberikan sukacita bagi kita. 

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk hidup dalam pengharapan, Amin.

Kamis, 16 Januari 2020                         

bacaan : Roma 8 : 26 – 30 

26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Doa Adalah Kekuatanku

“Doa adalah nafas kehidupan bagi kita, jadi jangan pernah lalai berdoa. Ingat juga bahwa jika kita lemah dan tak mampu berdoa, Roh akan membantu kita untuk melakukannya…” Itulah jawaban papaku ketika aku bertanya: “mengapa setiap mau melakukan apa saja papa dan mama selalu berdoa?”. Memang itulah yang dilakukan oleh orangtuaku, mereka selalu berdoa saat hendak ke kebun, sebelum mengeluarkan semua peralatan seperti cangkul, pikuel, parang dan sebagainya untuk membuat bedengan atau “kuming” yang akan ditanami dengan kasbi, keladi, petatas dll. Bahkan kami anak – anak juga diajak untuk berdoa setiap pagi sebelum beraktifitas dan bersyukur setiap malam sebelum tidur. Mereka mengingatkan kami bahwa dengan berdoa, tidak perlu kuatir, sebab apa yang kita kerjakan pasti berhasil.

Hal ini juga yang ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Roma, yang mengajarkab beberapa hal : 1). Bangunlah terus komunikasi dengan Tuhan di dalam doa. 2). Dengan berdoa, kita tidak akan merasa takut dan kuatir dalam menghadapi persoalan apapun yang menghadang di depan kita. 3). Apapun yang kita kerjakan pasti akan memberi hasil. Terkadang kita lemah dan tidak dapat melihat pertolongan Tuhan, tetapi percayalah bahwa Roh Tuhan akan membantu kita. Terkadang juga Tuhan mengizinkan kita mengalami hal-hal yang tidak kita ingini terjadi dalam kehidupan kita, tetapi percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja melalui hal itu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Allah selalu ada di samping kita, walau kita terkadang tak menyadari kehadiran-Nya. 

Doa:     Bapa, tolong kami agar tekun berdoa dan percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan kami.. Amin.

Jumat, 17 Januari 2020                           

bacaan : Roma 8 : 31 – 39

Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Jika Allah Dipihak Kita, Siapakah Yang Akan Melawan Kita ?

“Kedudukan anak dalam kandungan Megy “sungsang”, kepala di atas – kaki di bawah. Megy, adikku tidak bisa melahirkan secara normal, sebab resikonya sangat besar. Dokter menawarkan jalan operasi (sesar). “Tidak ada jalan lain” dokter menjelaskan  kepada kami.  Dalam perjalanan pulang, saya berkata kepada mama dan Megy : “soal hidup (lahir) dan mati itu anugerah Tuhan, mari kita serahkan semuanya pada Tuhan”. Dalam pengalaman pelayanan untuk mendampingi orang sakit di rumah sakit, teristimewa  perempuan yang akan melahirkan membuat saya bersemangat mendorong Megy dan suaminya untuk berdoa dan menyerahkan seluruh proses kelahiran anak mereka dalam kuasa dan penyertaan Tuhan. Kami sekeluarga bersepakat untuk berdoa bersama meminta campur tangan Tuhan dan tepat di tanggal 25 November 2008, lahirlah anak Megy yang diberi nama  Shaloom Miracle, dengan selamat tanpa operasi, walaupun ia lahir dengan kaki lebih dulu.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, juga memberi dorongan kepada jemaat agar mereka tetap berharap dan percaya hanya kepada Yesus, ditengah berbagai persoalan berat yang mereka hadapi. Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa, jika Allah di pihak kita siapakah yang akan melawan kita?. DIA akan bertindak untuk memberi pertolongan kepada kita tepat pada waktunya. Yang paling penting adalah bagaimana kita percaya, bergantung dan berharap hanya pada Tuhan Yesus. Sikap iman seperti ini hendaklah menjadi sikap iman setiap orang percaya menghadapi berbagai persoalan.

Doa : Ya Allah, kami hanya bergantung pada kuasa-Mu, Amin.

Sabtu, 18 Januari 2020                           

bacaan : Mazmur 34 : 1 – 11

Dalam perlindungan TUHAN
Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi. (34-2) Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. 2 (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. 3 (34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! 4 (34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. 5 (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. 6 (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 7 (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 8 (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 10 (34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Jangan Takut, Tuhan Yesus Menyertaimu

Pengalaman hidup dalam penyertaan Tuhan adalah pengalaman iman orang – orang percaya. Tidak seorangpun yang akan bermegah bahwa dia tidak memerlukan Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Pemazmur yang adalah Daud, juga memuji Allah berdasarkan pengalamannya akan kebaikan Tuhan dan ia mendorong semua orang percaya untuk bergantung dan berharap hanya kepada Allah. Bacaan ini memperlihatkan refleksi diri dari Daud berdasarkan pengalamannya sebagai orang yang tadinya tertindas (ay.7), kini diselamatkan oleh Tuhan. Sebab itu, segenap hidupnya mendapat tujuan baru yakni memuji Tuhan. Kenyataan ini diperlihatkan dengan empat kata kerja yang sejajar, yaitu memuji, bermegah, memuliakan dan memasyurkan. Pada segala waktu dan keadaan, dengan perkataan dan tindakan diakuinya bahwa “Tuhan itu besar”. Kebesaran-Nya nampak melalui perbuatan menolong, menjaga dan melindungi setiap orang yang mencari perlindungan kepada-Nya. sehingga orang lain yang juga rendah, entah karena mereka tertindas atau tersesak, malang dan patah hati, juga ditolong dan diselamatkan oleh Allah.

Sebagai keluarga kristen, kita dapat meramalkan perjalanan hidup kita di tahun 2020, tetapi dengan iman dan pengharapan kepada Yesus Kristus, kita akan melangkah dengan pasti dalam rasa syukur sambil terus memuji, memuliakan dan memasyurkan Nama Tuhan lewat kata dan perbuatan. Ingatlah bahwa Tuhan Allah dalam Yesus Kristus selalu memberi jaminan penyertaan-Nya: “Jangan Takut, Aku Menyertaimu hingga akhir zaman…”

Doa : Tuhan, kedalam tangan-Mu, kami pertaruhkan perjalanan hidup kami, Amin

*sumber : SHK bulan Januari 2020, terbitan LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey