fbpx

Santapan Harian Keluarga, 31 Mei – 6 Juni 2020

jemaatgpmsilo.org

Minggu, 31 Mei  2020                

bacaan : Kej. 11 : 1 – 9 & Kis. 2 : 1 – 13

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Pentakosta

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

ROH KUDUS MENUNTUN UNTUK MERAWAT RELASI KEHIDUPAN

Setiap persekutuan Kristen, termasuk persekutuan jemaat dan keluarga-keluarga kita merupakan satu keluarga Allah, yaitu keluarga yang dibangun di atas kasih Kristus dan yang dituntun oleh kuasa Roh Kudus. Karenanya kita mesti menjaga dan merawat relasi kehidupan. Selama satu bulan kita menjalani hidup,  dan sungguh-sungguh mengalami tuntunan Tuhan melalui kuasa Roh Kudus. Kita bisa melewati berbagai tantangan dan kesulitan hidup di bulan Mei, dan siap memasuki bulan Juni adalah karena kasih Kristus dan Roh Kudus-Nya. Oleh karena itu kita patut bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, yaitu orang-orang yang hidup dalam kasih karunia Tuhan dan terus merawat relasi hidup dalam cinta kasih-Nya yang tulus. Roh Kudus menuntun hidup keluarga kita untuk memasuki hari-hari ke depan yang tidak hanya penuh tantangan, tetapi juga penuh harapan. Roh Kudus juga menuntun hidup berkeluarga kita, sehingga kita dapat berelasi dengan baik dalam membangun hidup sehingga ada damai dan sukacita. Hal ini penting untuk kita renungkan sebab dalam kenyataannya, relasi anggota keluarga Kristen banyak yang rusak akibat keegoisan kita. Keluarga tidak lagi berfungsi dan berperan menghadirkan sukacita dan damai sejahtera dalam hidup, tetapi justru menjadi ajang pertentangan dan perkelahian. Akibatnya, masing-masing anggota keluarga mencari kesenangannya di luar rumah, yang berdampak pada kehancuran. Kita juga berusaha menguasai ciptaan lain, yang berada di alam semesta dan menggarapnya dengan penuh kerakusan, kesombongan tak terkendali, sehingga menghancurkan tatanan penciptaan yang ada. Di hari keturunan Roh Kudus ini, berilah tempat dalam hidup pribadi dan keluarga kita untuk karya Roh Kudus, sehingga relasi kehidupan kita bersama semua orang dan semua ciptaan lainnya selalu terawat dengan baik.   Doa: Ya Roh Kudus, baruilah hidup kami. Amin.

Senin, 01 Juni 2020                                 

bacaan : Galatia 5 : 16 – 26

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

HIDUP YANG DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

Dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu: Roh Kudus/Roh Allah dan roh kedagingan/manusia.  Pekerjaan Roh Kudus selalu menghasilkan perbuatan baik, yang berkenan kepada Allah (22-23.a), orientasi dari pekerjaan Roh Kudus adalah membangun relasi kehidupan yang berdamai sejahtera antara manusia dengan Allah, maupun dengan sesama ciptaan lain. Sedangkan perkerjaan roh kedagingan, selalu menghasilkan perbuatan-perbuatan yang jahat (19-21). Orientasi perbuatan kedagingan adalah untuk memenuhi keinginan hati manusia dan lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri. Menghadapi kenyataan hidup manusia yang demikian, maka Rasul Paulus mengingatkan orang – orang percaya di Galatia untuk mengindarkan diri dari roh kedagingan. Sebab pengaruh roh kedagingan akan membuat relasi hidup antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan ciptaan lain akan menjadi rusak. Tetapi bila setiap orang percaya memberi diri dituntun oleh Roh Kudus Allah, maka ia akan mampu membangun relasi yang baik dengan Allah, sesama manusia dan ciptaan lain, yaitu relasi yang mendatangkan kehidupan dan bukan kematian. Nasihat Rasul Paulus ini juga mengingatkan kita di tengah berbagai godaan dunia dan ancaman wabah virus corona, agar  setiap orang memberi diri dituntun oleh kuasa Roh Kudus, agar menjadi arif dan bijaksana dalam membangun relasi dengan Tuhan dan sesama serta alam ini. Wujudkan itu dengan menjadikan Keluarga sebagai Rumah Doa, dimana disana semua anggota keluarga berkumpul, berdoa, dan beribadah kepada Tuhan. Patuhilah berbagai aturan kesehatan, menjadikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai gaya hidup sehari – hari, menjaga kebersihan lingkungan dan tetap membangun soilidaritas dengan sesama yang menderita.

Doa: Ya Tuhan tuntunlah kami untuk membangun relasi yang saling menghidupkan.  Amin.

Selasa, 02 Juni 2020                                  

bacaan : Kisah 5 : 34 – 42

34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar. 35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! 36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. 37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. 38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, 39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima. 40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

ROH KUDUS MENUNTUN SETIAP ORANG UNTUK TAAT KEPADA ALLAH

Setelah Roh Kudus dicurahkan bagi murid – murid pada peristiwa Pentakosta, mereka memperoleh keberanian dan kekuatan untuk memberitakan injil Yesus Kristus kepada banyak orang, dan menyembuhkan orang – orang sakit dalam Nama Yesus.  Sekalipun mereka harus menghadapi  tantangan yang luar biasa dari para pemimpin Yahudi, mereka ditangkap, diadili, disiksa, dipenjarakan bahkan terancam untuk dibunuh karena Nama Yesus, namun Roh Kudus memberi kekuatan bagi mereka untuk menghadapi semua itu. Ketika Petrus dan Yohanes dibawa kehadapan Mahkamah Agama, mereka dengan berani menyatakan sikap mereka untuk taat dan setia kepada Allah dengan memberitakan Injil Yesus Krsitus. Mereka malah  menjalani semua peristiwa itu dengan sukacita, karena mereka yakin bahwa dengan demikian, mereka telah mengambil bagian dalam penderitaan Yesus. Pekerjaan Roh Kudus tidak dapat dibatasi oleh siapapun atau kekuatan manapun, hal ini juga terlihat ketika Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati menyampaikan suatu nasehat yang bijaksana dihadapan Mahkamah Agama, agar mereka melepaskan murid – murid itu, sebab jika pekerjaan mereka berasal dari manusia pasti akan lenyap, tetapi jika berasal dari Allah, tidak seorangpun dapat melenyapkannya. Sesungguhnya inilah pekerjaan Roh Kudus yang telah menguasai hati dan pikiran Gamaliel untuk memberi pertimbangan yang bijaksana.  Di sini nampak bahwa Roh Kudus yang bekerja dalam diri setiap orang adalah Roh yang menuntun untuk melakukan kebaikan dan bukan kejahatan. Oleh sebab itu, berilah dirimu dikuasai oleh Roh Kudus, untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggungjawab sebagai keluarga Kristen ditengah berbagai persoalan dan kenyataan hidup yang sulit. Percayalah bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai dengan tuntunan Roh Kudus-Nya

Doa : Tuhan, berilah Roh Kudus-Mu, menuntun dan menyertai kami, Amin.

Rabu, 03 Juni  2020                              

bacaan : Kisah 5 : 1 – 11

Ananias dan Safira

Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

KETULUSAN DAN KEJUJURAN ADALAH KERJA ROH KUDUS

Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus terlihat jelas dalam kehidupan jemaat mula – mula, dikatakan bahwa mereka sehati dan sejiwa untuk membangun persekutuan hidup. Segala sesuatu yang mereka miliki akan menjadi milik bersama, sehingga ada beberapa orang yang menjual harta milik mereka seperti, tanah, rumah, ladang dan menyerahkan uangnya kepada rasul – rasul untuk dibagi – bagikan kepada semua orang, sehingga tidak ada yang berkekurangan. Bacaan kita menjelaskan bahwa Ananias dan Safira, sepasang suami isteri yang juga ikut – ikutan menjual sebidang tanah milik mereka, namun mereka melakukannya dengan setengah hati supaya dilihat dan dipuji orang, mereka menyembunyikan sebagian dari hasil penjualan itu dan sisanya mereka bawa kepada rasul – rasul, mereka membohongi rasul – rasul itu dengan mengatakan bahwa itu adalah semua hasil penjualan tanah mereka. Perbuatan yang tidak jujur, tidak tulus dan sepakat untuk melakukan kebohongan, yang dilakukan oleh Ananias dan Safira, adalah perbuatan dosa, perbuatan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus, akhirnya mereka harus menanggung sendiri akibat dari perbuatan mereka. Roh Kudus adalah wujud kehadiran Allah, yang menuntun manusia untuk melakukan apa yang baik dan benar sesuai dengan kehendak Allah. Karena melalui pekerjaan Roh Kudus, manusia mampu membedakan mana yang baik dan benar sesuai dengan kehendak Allah dan mana yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Menghadapi berbagai godaan dunia saat ini, sebagai orang percaya kita memerlukan tuntunan Roh Kudus untuk mengendalikan kita dari kecendrungan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan seperti tidak jujur dan suka menipu. Tetapi menuntun kita untuk melakukan berbagai kebaikan seperti ketulusan, kejujuran, keadilan, dan kasih kasih sayang.

Doa : Ya Roh Kudus, tuntunlah kami untuk melakukan hal yang baik dan benar. amin

Kamis, 04 Juni 2020                                  

bacaan : Kisah 19 : 13 – 20

Anak-anak Skewa
13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." 14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" 16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

ROH KUDUS versus ROH JAHAT

Praktek jampi – jampi atau “tukang baruba”, akhir – akhir ini semakin marak. Bersamaan dengan itu, ada kepercayaan tentang roh – roh jahat yang sering mengganggu ketentraman hidup orang percaya. Hari ini kita belajar dari Alkitab yang menulis tentang tukang jampi Yahudi yaitu tujuh orang anak imam Skewa, yang berjalan keliling dengan jampi – jampi mereka untuk menolong orang – orang yang kerasukan roh jahat. Rupanya mereka pernah mendengar atau melihat Rasul Paulus membuat mujizat atas Nama Yesus, dan karena itu mereka juga mencoba membuat mujizat kepada orang-orang yang kerasukan roh jahat dengan berkata: “aku menyumpahi kamu dalam Nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus”. Sebenarnya anak – anak imam Skewa ini tidak percaya kepada Yesus, dan mereka menggunakan Nama Yesus hanya di bibir mulut untuk kepentingan mereka supaya terkenal dan mendapat keuntungan. Mereka tidak menyadari bahwa roh – roh jahat pun mengenal siapa itu Yesus, hal ini terlihat ketika roh jahat itu berkata: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? Akibat dari ketidakpercayaan anak – anak Skewa yang mempermainkan Roh Kudus dengan mengucapkan Nama Yesus untuk tujuan yang jahat, akhirnya mereka sendiri dianiaya oleh roh – roh jahat itu. Sebagai orang percaya, kita harus mengakui bahwa segala roh jahat yang ada didunia ini telah ditaklukan oleh Yesus lewat kematian dan kebangkitan-Nya. Oleh sebab itu bergantung dan berharaplah hanya pada kuasa Yesus. Jangan pernah membiarkan diri dikuasai dan diperbudak oleh roh – roh jahat yang akhirnya akan menyusahkan diri sendiri. Berilah dirimu dipimpin dan dikuasai oleh kuasa Roh Kudus, dan jadikanlah rumahmu sebagai mezbah bagi Tuhan agar selalu  memuji Yesus dengan iman yang sungguh didalam doa yang  terwujud didalam sikap dan laku sehari – hari.

Doa: Ya Yesus, tuntunlah kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu, Amin.

Jumat, 05 Juni 2020                                

bacaan : Kisah 17 : 1 – 9

Keributan di Tesalonika

Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi. 2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu." 4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. 5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. 6 Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, 7 dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus." 8 Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gelisah. 9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara lain, merekapun dilepaskan.

BERILAH DIRIMU DIKUASAI OLEH ROH KUDUS

Paulus dan Silas adalah orang – orang yang dipimpin oleh Roh Kudus, untuk memberitakan Injil Yesus Kristus ke berbagai tempat, termasuk di Tesalonika. Dengan pemberitaan mereka,  banyak orang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan menggabungkan diri kedalam persekutuan orang percaya. Namun demikian pekerjaan pemberitaan injil ini juga diperhadapkan dengan tantangan, sebab ada juga orang-orang Yahudi yang tidak mau menerima pemberitaan mereka. Sebab menurut keyakinan orang Yahudi, Mesias yang mereka nantikan tidak sama dengan apa yang diberitakan oleh rasul-rasul. Akibatnya ialah mereka  menangkap Paulus dan Silas dengan tuduhan bahwa mereka berdua telah membuat kekacauan dengan memberitakan Yesus sebagai mesias, yaitu seorang raja baru menandingi raja yang berkuasa sekarang, yaitu kaisar Romawi. Tetapi Allah memakai Yason dan saudara-saudara seiman yang lain untuk menerima Paulus dan Silas serta membela mereka sehingga akhirnya mereka dibebaskan dari tuduhan orang-orang Yahudi. Itulah pekerjaan Roh Kudus yang membebaskan dan menyelamatkan orang – orang yang berharap kepada Allah. Tuhan Allah dapat  mempergunakan siapa saja dan dengan cara apa saja untuk  melaksanakan karya pembebasan dan penyelamatan-Nya. Saat ini kita membutuhkan karya pembebasan dan penyelamatan Allah lewat tuntunan kuasa Roh Kudus-Nya untuk membebaskan kita dari berbagai ancaman kehidupan. Memang hidup orang percaya tidak pernah luput dari berbagai persoalan dan ancaman, tetapi  Roh Kudus mengendalikan setiap orang percaya untuk bersikap arif dan bijaksana menyikapi berbagai tantangan zaman termasuk covid 19 atau wabah virus corona. Oleh sebab itu, mintalah selalu tuntunan kuasa Roh Kudus menyertai seluruh anggota keluarga dan serahkan hidupmu dalam rencana penyelamatan Allah.

Doa : Ya Roh Kudus, kuasailah seluruh hidup kami dan pakailah kami menjadi alat bagi karya selamat-Mu, Amin.

Sabtu, 06 Juni 2020                            

bacaan : Kejadian 21 : 22 – 34

Perjanjian Abraham dengan Abimelekh
22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: "Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. 23 Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing." 24 Lalu kata Abraham: "Aku bersumpah!" 25 Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah sumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh. 26 Jawab Abimelekh: "Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar." 27 Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian. 28 Tetapi Abraham memisahkan tujuh anak domba betina dari domba-domba itu. 29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: "Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?" 30 Jawabnya: "Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini." 31 Sebab itu orang menyebutkan tempat itu Bersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana. 32 Setelah mereka mengadakan perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri orang Filistin. 33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal. 34 Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.

ROH YANG MENDAMAIKAN

Persahabatan Abraham dan Abimelek terjadi dalam suatu perjalanan kehidupan. Abimelek adalah seorang raja Gerar, tempat dimana Abraham dan keluarganya tinggal sebagai orang asing. Persahabatan mereka diawali dengan konflik, atas berbagai kepentingan, namun mereka dapat menyelesaikan dengan bijaksana. Dalam bacaan kita dikatakan bahwa Abraham dan Abimelek sepakat untuk membuat suatu perjanjian damai, setelah para hamba mereka bertikai memperebutkan sebuah sumur yang digali oleh Abraham. Abimelek berjiwa besar untuk menawarkan perjanjian damai dan Abraham menyambutnya dengan meminta suatu keadilan, agar sumur itu diakui sebagai miliknya. Perjanjian damai yang mereka lakukan bukan saja untuk merawat relasi persahabatan diantara mereka berdua bersama keluarga, anak – cucu, dan para hamba mereka, tetapi juga berdamai dengan ciptaan Tuhan yang lain, termasuk alam semesta. Hal ini dibuktikan Abraham dengan kerinduannya untuk merawat sumur yang ia gali dan memberikan tujuh ekor anak domba betina kepada Abimelek, sebagai simbol untuk merawat kelanjutan hidup hewan peliharaan mereka, dan juga ia menanam sebatang pohon Tamariska di Beryeba, sebagai simbol kehadiran Tuhan yang memberkati kehidupan mereka. Memang untuk merawat relasi kehidupan, dibutuhkan kesediaan setiap orang, teristimewa orang percaya, untuk menghadirkan damai dalam kehidupannya baik di keluarga, gereja dan masyarakat. Panggilan untuk menghadirkan damai harus terlihat dalam pikiran, tutur kata tetapi juga sikap dan laku hidupnya. Panggilan untuk menghadirkan damai juga harus dirasakan oleh semua ciptaan Tuhan seperti, memelihara, menjaga dan merawat air, tanaman, hewan, juga lingkungan alam dimana kita berada. Mintalah Roh Kudus untuk menuntun, dalam melaksanakan panggilan iman sebagai orang – orang percaya untuk merawat relasi damai, relasi kehidupan.

Doa : Tuhan, tuntunlah kami untuk berdamai dengan semua ciptaan-Mu, Amin.

*sumber : SHK bulan Juni 2020 terbitan LPJ GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *