Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 September 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : ” Menjadi Gereja Yang Berasal Dari Allah

Minggu, 13  September 2020     

bacaan : 1 Yohanes 5 : 13 – 21

Pengetahuan akan hidup yang kekal
13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. 14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. 15 Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. 16 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. 17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. 18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. 19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. 20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

MENJADI GEREJA YANG BERASAL DARI ALLAH

Di ulang tahun ke-85 Gereja Protestan Maluku, kita sebagai warga gereja diajak untuk mengakui bahwa gereja kita, yaitu persekutuan umatnya berasal dari Allah. Pengalaman iman dengan Tuhan Allah, membutuhkan proses mengerti dan memahami kemudian menyadari bahwa kita sesungguhnya berasal dari Tuhan Allah. Jika kita mengaku bahwa kita berasal dari Allah, maka citra Allah itulah yang seharusnya nampak dalam hidup kita. Hal itu berarti tugas kita adalah menampilkan wajah Allah dalam hidup sehari-hari melalui tutur kata,pikiran, tingkah laku, dan perbuatan yang berkenan di hadapan Tuhan dan manusia. Menjadi gereja yang berasal dari Allah menuntun GPM, warga gereja dan semua pelayan untuk menyatakan kehendak Allah, menyatakan tanda-tanda shalom Allah bagi sesama manusia dan seluruh alam ciptaan. Di tengah berbagai tantangan dunia yang mengancam termasuk pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh belahan dunia, kita tertantang untuk terus hadir menyatakan damai sejahtera Allah bagi sesama yang membutuhkan. Menjadi persekutuan yang menghadirkan shalom Allah adalah cara menyatakan identitas sebagai gereja yang berasal dari Allah. Dalam bacaan kita, rasul Yohanes menegaskan bahwa panggilan menjadi gereja yang berasal dari Allah adalah sebuah tanggung-jawab beriman kepada Allah. Bagaimana tanggungjawab beriman untuk berelasi dengan Tuhan Allah lewat doa dan penyerahan diri kepada Allah, dan tanggungjawab untuk berelasi dengan sesama untuk saling mendoakan agar terhindar dari ancaman ‘si jahat’. Tanggungjawab beriman kepada Allah harus dimulai dari keluarga yang saling mendoakan, saling menegur dan mengingatkan, saling mengampuni ketika ada yang berbuat salah, dan saling menuntun untuk melangkah dijalan yang benar.

Doa: Tuhan, tolonglah keluarga kami untuk menghadirkan syalom Allah, Amin.

Senin, 14 September 2020     

bacaan : Matius 16 : 18 – 19

18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

JADIKAN YESUS DASAR HIDUP KELUARGA KRISTEN

Salah satu elemen penting pada struktur sebuah bangunan adalah fondasi. Untuk membangun sebuah rumah atau gedung, maka yang lebih dulu dikerjakan adalah fondasi, sebab fondasi adalah pijakan bangunan yang menentukan kekuatan bangunan itu. Dalam bacaan kita, khususnya di ayat 18-19, Tuhan Yesus berbicara tentang fondasi atau dasar bangunan jemaat-Nya. Percakapan ini berawal dari pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang “siapa DIA”, disini Yesus ingin memastikan apakah mereka benar-benar mengenal DIA? Jawaban Simon Petrus bahwa: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup”(ay.16), merupakan sebuah pengakuan iman orang-orang percaya tentang Yesus. Dan Yesus merespons pengakuan Petrus dengan mengatakan: “..di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku..”. Lewat pernyataan ini, Tuhan Yesus hendak menegaskan bahwa diatas pengakuan Petrus, Jemaat Tuhan akan dibangun. Hal ini berarti, Jemaat atau Gereja Tuhan di dunia ini akan berdiri teguh diatas pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus Kristus adalah dasar bangunan jemaat atau gereja-Nya dan untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, baik dari luar maupun dari dalam gereja itu, maka jemaat harus berdiri kokoh dan berpegang teguh pada fondasi atau dasar bangunan itu, yaitu Yesus Kristus. Demikian juga kita meyakini bahwa kehidupan keluarga Kristen dibangun diatas dasar Kasih Kristus, yang merupakan fondasi keluarga Kristen. Oleh sebab itu hendaklah cinta kasih antar suami-isteri, orangtua-anak, adik-kakak, akan dibangun diatas dasar cinta kasih yang agung, seperti cinta kasih Kristus yang rela berkorban untuk menebus dan menyelamatkan hidup kita manusia.     

Doa:  Tuhan, kami mengaku bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, amin

Selasa 15 September 2020        

bacaan : 1 Yohanes 2 : 15 – 17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

KASIH ALLAH YANG MEMBARUI

Hidup yang sesuai dengan kehendak Allah dan tetap setia mengikuti tuntunan firman-Nya, sepatutnya menjadi gaya hidup orang-orang percaya. Hal itulah yang disampaikan oleh rasul Yohanes dalam suratnya yang pertama. Dan secara khusus dalam bacaan ini, Yohanes mempertentangkan soal mengasihi Allah dan mengasihi dunia ini. Dunia yang dimaksudkan bukanlah dunia dalam arti alam semesta, tetapi dunia yang menawarkan gaya hidup yang penuh dengan keinginan dan kenikmatan sesaat, yang bertentangan dengan kehendak Allah, seperti: keangkuhan, iri hati, kebohongan, keinginan daging, keinginan mata, perzinahan, dan sebagainya. Keinginan dunia seperti ini tidak akan kekal tetapi akan segera lenyap dan menjauhkan orang percaya daripada Allah. Oleh sebab itu, Yohanes mengajak orang percaya untuk tetap setia mengasihi Allah dan melakukan segala kehendak-Nya. Allah adalah Kasih, dan ketika kita mengasihi Allah, kita akan menerima dan mengalami kasih itu, kasih yang selalu memberi, kasih yang membawa damai, kasih yang tidak ingat diri sendiri, kasih yang rela berkorban di tiang kayu Salib untuk menyelamatkan, kasih yang memberi hidup. Mengasihi Allah berarti mengubah gaya hidup yang berpusat pada keinginan diri sendiri dengan gaya hidup yang berpusat pada Allah dalam Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menjadi teladan kasih dan ketaatan kepada Allah. Sebagai orang percaya, hendaknya kita memberi diri dituntun dan dikendalikan oleh Roh Kudus Allah agar kita terhindar dari segala keinginan dunia yang menyesatkan tetapi sebaliknya mengikuti kehendak Allah dalam Yesus Kristus untuk menjadi berkat bagi sesama manusia dan alam. Orang yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup selama-lamanya (ay.17.b), hidup yang dimaksudkan adalah tetap menjadi berkat.

Doa: Tuhan tolonglah kami untuk tetap setia mengasihi dan mengikuti kehendak-Mu, amin

Rabu, 16 September 2020      

bacaan : Efesus 1 : 22 – 23

22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

GEREJA SEBAGAI ANGGOTA TUBUH KRISTUS

Setiap persekutuan, setiap kelompok, setiap unit kerja pasti mempunyai pemimpin, yang bertanggungjawab untuk memimpin dan mengarahkan perjalanan persekutuan itu. Alkitab juga menulis bahwa gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus, ditebus, diampuni dan diselamatkan oleh Yesus. Dalam bacaan kita rasul Paulus menggambarkan hubungan gereja dengan Kristus ibarat hubungan kepala dan seluruh anggota tubuh yang lain. Gereja disebut sebagai Tubuh Kristus dan yang dipercayakan untuk meneruskan karya penyelamatan Allah di dunia ini dengan tetap dipimpin dan dikendalikan oleh Kristus sebagai Kepala Gereja atau Kepala Tubuh. Sebagai Kepala, Kristus senantiasa hadir di dalam gereja-Nya, Ia berfirman dan menyatakan kehendak-Nya. Ia membimbing gereja untuk melaksanakan karya keselamatan bagi manusia dan dunia ini, karena itu gereja tidak dapat bekerja sendiri tanpa tuntunan dan penyertaan-Nya.  Jika kita sangat menyayangi tubuh sendiri, dapat dibayangkan betapa kasih Tuhan terhadap umat-Nya yang adalah anggota tubuh-Nya sendiri. Kita adalah anggota tubuh Kristus, berarti kita adalah obyek-obyek berharga dari cinta kasih-Nya. Ia begitu peduli dan mengasihi kita ”dan segala sesuatu yang telah diletakkan-Nya dibawah kaki Yesus ” (ay,22-23). Pergunakanlah tubuh sebagai senjata kebenaran, layanilah Tuhan dengan sungguh, karena Dialah kepala dari tubuh. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasihinya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap Jemaat (Ef.5:29).                       

Doa: Tuhan, satukan kami sebagai anggota Tubuh Kristus dan ajarlah kami tetap bergantung pada penyertaan Kristus sebagai Kepala Tubuh, Amin. 

Kamis, 17 September 2020      

bacaan : 1 Yohanes 4 : 1 – 6

Roh Allah dan roh antikristus
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, 3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. 4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. 6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

ROH ALLAH vs  ROH ANTI KRISTUS

Gereja yang hidup ditengah dunia sering berhadapan dengan roh-roh dunia yang sangat bertentangan dengan kehendak Allah dalam Yesus Kristus. Salah satu roh dunia yang bertentangan adalah roh antikristus. Sebagai dasar kebenaran, jemaat harus memegang teguh dan mempertahankan injil Yesus Kristus terhadap berbagai serangan ajaran sesat sehingga Kristus yang adalah Allah yang menyatakan diri dalam rupa manusia dan dibenarkan dalam Roh, yang ditinggikan, diberitakan, dipercayai dan dimuliakan itu, akan selalu menjadi dasar iman dan kepercayaan kita. Jadi janganlah kita dikuasai oleh roh-roh jahat, roh antikristus yang dapat membinasakan kita, ibarat memiliki akar, tapi kurang berakar, memiliki buah tetapi tidak matang. Kita adalah buatan Allah, berasal dari Allah, serupa dan segambar dengan Allah, dibangun diatas Dia, dan menghasilkan buah yang  matang. Mintalah hikmat, yang menuntun kita pada jalan kebenaran dan hidup, agar dapat juga kita membedakan Roh Allah dan roh-roh jahat. Jikalau kita diajak untuk jaga jarak, cuci tangan dan memakai masker adalah untuk kebaikan dan untuk menjauhkan kita dari virus yang dapat mematikan kita, demikian juga pelihara hidup dan iman, agar anda kuat menghadapi seluruh cobaan dan tantangan dunia ini. Marilah kita berdoa, membaca dan mendengar Firman Tuhan, supaya iman kita kepada Kristus bertumbuh dan kita terhindar dari godaan roh antikristus.

Doa: Tuhan kami mau belajar menjadi gereja yang berakar dan berbuah didalam Kristus. Amin.

Jumat, 18 September 2020     

bacaan : Yohanes 15 : 18 – 27

Dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya
18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. 22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka! 23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku. 24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku. 25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. 26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

GEREJA MENGHADAPI ANCAMAN KEBENCIAN

“Gereja takkan punah selama-lamanya, dibimbing tangan Tuhan, dibela kasih-Nya. Ditantang pengkhianat dan banyak musuhnya, bertahanlah jemaat dan jaya mulia.” lirik lagu Kidung Jemaat 252 ayat 4 ini, menggambarkan keberadaan gereja ditengah-tengah dunia yang membenci dan mengancam kehadirannya. Walapun demikian, tangan Tuhan selalu memimpin dan menyelamatkan. Dalam bacaan kita, Tuhan Yesus sendiri sudah mengingatkan: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu” (ay.18). Hal ini berarti kehidupan gereja yang adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus, akan berhadapan dengan berbagai ancaman termasuk ancaman kebencian. Akhir-akhir ini ancaman kebencian itu telah menjadi nyata, seperti pembakaran gedung-gedung gereja, ancaman teroris yang meneror jemaat yang beribadah, politik identitas kelompok mayoritas, dan aksi kebencian lainnya. Namun demikian, untuk menghadapi ancaman kebencian seperti ini, orang Kristen terus terpanggil untuk mendoakan dan menjadi alat penyaluran berkat Tuhan bagi sesama. Hal itu dilakukan melalui hidup dan karya yang baik, benar dan adil sesuai kehendak Tuhan. Dunia membenci Yesus dan menolak-Nya, tetapi panggilan kita untuk hadir di dunia adalah untuk mengasihi, memulihkan dan menyelamatkan dunia.  Mengasihi dan menyelamatkan adalah fokus pembritaan gereja yang berada di dunia, tetapi tidak sama dengan dunia, namun mengasihi dunia dan sesama manusia. Jagalah hati dan pikiranmu terhadap sesama manusia, supaya jangan ada kebencian, iri hati, kedengkian atau lainnya. Ingatlah bahwa disetiap perbuatan kita yang baik, Tuhan akan menyediakan berkat bagi kehidupan keluarga kita.

Doa: Tuhan kuatkan kami untuk selalu mengasihi ditengah ancaman kebencian, amin

Sabtu, 19 September 2020      

bacaan : 1 Yohanes 2 : 28 – 29

Anak-anak Allah
28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

LAKUKANLAH HAL – HAL YANG BENAR

Tentu tidak sulit untuk melakukan sesuatu yang benar di dalam hidup kita. Apalagi sebagai keluarga-keluarga Kristen yang tahu tentang karakter Yesus Kristus sebagai Tuhan yang mengajarkan kebenaran. Melakukan kebenaran adalah esensi hidup keluarga Kristen. Rahasianya adalah karena kita telah dibenarkan oleh Kristus, melalui suatu jalan yang sangat mahal, yaitu Salib, kematian, dan kebangkitanNya.

Namun dalam kenyataannya, kita kerap menyaksikan, banyak orang sulit melakukan hal-hal yang benar. Dalam hidup keluarga pun demikian. Ayat bacaan kita mengatakan, kesulitan itu terletak karena sikap kita yang malu untuk melakukan hal-hal yang benar. Nah, tentu kita akan kembali bertanya, mengapa harus malu melakukan hal yang benar? Jawabannya, yaitu kita sudah terbiasa menyaksikan orang memutar-balikkan kebenaran. Lalu kita mengatakan: ‘ah, itu sudah biasa’. Akibatnya, jika kita tidak melakukan hal serupa, kita akan dianggap ‘tidak ikut trend’. Malah ada bujukan seperti ini: “biking saja, seng ada yang tau”, atau “dia jua biking, jadi biking saja”.

Entah, siapakah yang harus kita contohi? Berpegang pada jati diri sebagai keluarga Kristen di tengah tantangan seperti itu, kita  harus berani mengambil keputusan untuk berpihak pada kebenaran. Sebab, kita telah dilahirkan dalam kebenaran Kristus melalui salib-Nya, jadi kita dipanggil untuk tetap melakukan kebenaran, dalam kondisi apa pun.

Doa:  Tuhan, dalam tuntunan kuasa Roh KudusMu, kami mau hidup melakukan kebenaran. Amin.

*sumber : SHK bulan September 2020 by LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey