Santapan Harian Keluarga, 15-21 November 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Hidup Dalam Kelemahlembutan

Minggu, 15 November 2020      

bacaan : Amsal 15 : 1 – 5 & Matius 5 : 5

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. 2 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. 3 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. 4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. 5 Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.
5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

HIDUP DALAM KELEMAHLEMBUTAN

Lemah lembut dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah baik hati (tidak pemarah) dan peramah. Kelemahlembutan dan kebaikan hati bukan berarti menunjuk kepada kelemahan atau keadaan putus asa, tetapi justru penjelmaan sebuah kekuatan. Ada banyak pertengkaran besar, perceraian, pembunuhan secara sadis  bahkan peperangan, kerusuhan dan konflik dimulai hanya dari sesuatu yang nampak kecil dan sepele yakni perkataan yang membangkitkan amarah. Dalam bacaan kita, pengamsal mengajak kita untuk berbicara dengan lemah lembut dan dengan kata-kata yang mendidik serta  menjauhkan kata-kata yang dapat menyakiti hati orang lain (Ams.15:1-5). Tuhan Yesus sendiri dalam ajarannya berkata bahwa orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Mat.5:5). Jadi jika kita bersikap ramah, berbicara dengan lemah lembut dan sopan maka pasti akan menyenangkan hati banyak orang dan mendatangkan suasana damai penuh sukacita. Sebaliknya, jika kita suka berkata kasar, mengumpat dan mencemooh, pasti banyak orang akan menjauhi kita. Perkataan  yang baik, menyejukan, mensuport, mendukung, menginspirasi orang lain untuk hal-hal baik, positif dan bermanfaat akan menciptakan suasana dan kondisi yang baik pula. Sebaliknya kata-kata yang penuh dengan emosi, marah akan menimbulkan masalah dan persoalan besar. Ibarat api yang kecil namun dapat membakar hutan yang besar. Hidup dalam kelemahlembutan juga harus menjadi gaya hidup keluarga kita. Setiap persoalan, dan tantangan hendaklah dihadapi dengan tenang, lemah lembut dan penuh kasih. Tidak dengan emosi, arogan dan kata-kata kasar, dan tanpa disadari dengan sendirinya menghilangkan spirit kita sebagai keluarga yang hidup dengan penuh kelemahlembutan serta kerendahan hati.

Doa:   Terima kasih Tuhan, kami telah diingatkan untuk berbicara dan bersikap dengan lemah lembut, Amin.

Senin, 16 November  2020    

bacaan :  Amsal 25 : 15

15 Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.

LEMAH LEMBUT BUKAN BERARTI LEMAH

Menyampaikan pendapat tanpa memperhatikan nada bicara seringkali dapat menimbulkan konflik dalam sebuah persekutuan. Karena itu sering kita dengar orang berkata: “Sebetulnya maksudnya baik, tapi cara penyampaiannya yang membuat orang lain tidak terima dan tersinggung.” Ya, terkadang dalam pertemuan-pertemuan terjadi adu mulut bahkan bisa sampai pada adu jotos hanya karena kata-kata yang dikeluarkan seseorang tidak dapat diterima oleh yang lain. Bacaan kita hari ini, Amsal 25:15 berkata: “Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang”. Bacaan ini mengajak kita agar dapat berkata-kata dengan bijaksana, lemah lembut penuh kerendahan hati. Jika kita menyampaikan sesuatu dengan kata-kata lembut, maka apa yang kita sampaikan itu akan terdengar “manis” di telinga mereka yang mendengar dan dapat dimengerti. Bahkan jika yang disampaikan itu adalah sebuah terguran sekalipun, itupun akan tetap terdengar indah oleh yang ditegur dan dapat diterima dengan baik. Karena di dalam kata-kata lembut itu pasti ada hikmat, di dalam kata-kata yang lembut itu pasti ada kuasa Roh Kudus yang berkarya. Dengan berkata lembut bukan berarti seseorang kehilangan ketegasan, bukan juga berarti bahwa orang itu lemah dan dapat dikendalikan. Sebaliknya orang yang lemah lembut dalam bertutur adalah orang yang memiliki kekuatan untuk meyakinkan sekaligus mengendalikan orang lain sehingga pendapatnya dapat diterima dan konflik bisa dihindari. Saudaraku, mari kita hadirkan kehidupan yang penuh dengan kelemahlembutan lewat cara kita bertindak maupun bertutur. Mulailah dari dalam keluarga kita, lalu kita teruskan ke luar di tengah masyarakat dan jemaat kita. Roh Kudus akan menolong kita untuk melakukannya.

Doa:   Tuhan, tolong kami untuk mengendalikan lidah, agar dapat berkata-kata dengan lemah lembut, Amin. 

Selasa, 17 November  2020        

bacaan : Amsal 29 : 11

11 Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

JADILAH BIJAK, JANGAN BEBAL

Kualitas perkataan yang keluar dari mulut seseorang tidak dinilai dari banyaknya kata-kata yang diucapkannya. Juga tidak dinilai dari seberapa pintar ia merangkai kata-kata itu, tetapi dari bagaimana perkataan yang diucapkannya itu dapat mendatangkan perubahan bagi mereka yang mendengarkan. Tentu saja  perubahan yang menuju ke arah yang lebih baik. Kita tentu pernah bertemu dengan orang yang suka melampiaskan kemarahannya dengan mengeluarkan kata-kata cacian, makian dan umpatan. Kata-kata itu diungkapkan dengan nada kasar, keras bahkan teriakan. Apakah dengan tindakan seperti itu, masalah yang dihadapinya dapat teratasi? Saya pikir, tidak, malah akan menimbulkan masalah baru. Pengamsal menyebut orang-orang seperti itu sebagai orang bebal. Kita juga pernah bertemu dengan orang yang dengan lemah lembut berusaha menenangkan mereka yang sedang melampiaskan kemarahannya itu dengan kata-katanya yang menyejukkan, sehingga redalah amarah itu. Pengamsal menyebut  orang seperti ini dengan orang bijak. Sekarang saudaraku, mau seperti apakah kita? Orang Bijak atau Orang Bebal? Tentu kita memilih menjadi seperti orang bijak. Untuk menjadi bijak, kita tidak memerlukan banyak kata-kata, kita juga tidak perlu merangkai kata-kata agar menjadi kalimat-kalimat indah bak puisi.. “Sedikit bicara tetapi berguna lebih baik daripada banyak bicara tapi meresahkan. Saudaraku, marilah kita menjadi orang-orang bijak yang dapat memberkati orang lain dengan kata-kata kita yang menyejukan. Kita memulainya dari rumah kita sendiri, barulah kita kemudian kita teruskan ke luar, sehingga semakin banyak orang terberkati dengan kata-kata kita.

Doa:   Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk menjadi orang bijak, dengan kata-kata yang menyejukkan, Amin.

Rabu, 18 November 2020          

bacaan : Amsal 29 : 23

23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

KEANGKUHAN MERENDAHKAN ORANG

Orang yang angkuh selalu menganggap bahwa dirinya lebih hebat dan lebih baik dari orang lain bahkan juga dari Allah. Harta, jabatan dan kekuasaan menjadi alasan utama untuk seorang menjadi angkuh. Dalam keangkuhannya, manusia tidak memperhitungkan Allah dan menjadikan dirinya sebagai Allah, serta menganggap Allah tidak berkuasa. Karena itu, keangkuhan adalah kekejian dimata Allah. Ia menentang orang yang angkuh dan merendahkannya. Allah merendahkan raja Nebudkanezar karena keangkuhannya yang menganggap tidak ada Allah selain dirinya yang harus disembah oleh semua orang, maka kekuasaan diambil darinya, dan ia dihalau dari antara manusia dan tinggal di padang makan rumput seperti binatang. Ia menjalaninya selama tujuh masa berlalu. Karena keangkuhannya yakni berpaling dari Allah dan menyembah dewa-dewa maka raja Uzia dibuang oleh Allah dan ia mati dengan penyakit kusta. Karena keangkuhannya yakni melupakan Allah ketika harta, nama baik, dan popularitas memberi rasa aman dan nyaman baginya maka Whitney Houston direndahkan Allah dengan mati dalam keadaan yang menggenaskan dalam kamar mandi di suatu hotel setelah ia kehilangan segala harta, popularitas dan kehancuran rumahtangga. Setiap orang yang angkuh akan berhadapan langsung dengan Allah. Jadi, buanglah dan bakarlah serta matikan keangkuhan itu!!. Sebab, keangkuhan sangat tidak berguna dalam hidup manusia sebab keangkuhan memisahkan manusia dari Tuhan; keangkuhan menjadi racun yang membunuh manusia. Tidak ada yang berarti dalam hidup manusia ketika keangkuhan menjadi prinsip dan gaya hidupnya. Hanya untuk sesaat ia dapat bermegah setelah itu ia jatuh, hancur lalu tiada. Orang yang angkuh adalah orang yang sakit rohaninya

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tidak menjadi angkuh, Amin.

Kamis, 19 November 2020          

bacaan : Amsal 16 : 18 – 19

18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 19 Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak

HIDUP DENGAN RENDAH HATI

Orang yang rendah hati menolak segala perilaku orang yang angkuh. Orang yang rendah hati selalu memiliki kesadaran bahwa ia sangat membutuhkan Allah, sebagai pemberi segala sesuatu yang ada dalam kehidupan, sehingga ia selalu menaruh seluruh pengharapannya kepada Allah dan menggunakan segala yang dimiliki untuk melayani Allah. Orang yang rendah hati menyadari sungguh bahwa segala yang dimiliki berasal dari Allah, maka tidak ada alasan untuk ia harus angkuh dalam hidup atau juga tidak berbagi dengan sesamanya: berbagi kasih, berbagi kesempatan, berbagi jabatan/kekuasaan, berbagi nasehat, berbagi pakaian dan makanan; ia selalu membagikan segala yang baik dari Allah kepada sesamanya. Orang yang rendah hati menganggap yang lain lebih utama dari dirinya. Karena itu, orang yang rendah hati dikasihani oleh Allah, diberi keselamatan oleh Allah, ditinggikan oleh Allah, dihibur oleh Allah, dibiarkan hidup oleh Allah, dibimbing oleh Allah dan diajarkan oleh Allah tentang jalan-jalan-Nya. Jadi, untuk memiliki kerendahan hati maka harus begaul erat dengan Allah, dengan mengikuti kehendak-Nya. Pilihan untuk bergaul dengan orang yang rendah hati adalah pilihan yang tepat dan sangat beguna, terutama bagi orang yang rendah diri, yaitu orang yang merasa minder, rapuh, tidak meyakini kemampuannya sendiri. Karena  orang rendah hati akan menuntun dan menghibur serta menguatkan orang merasa rendah diri. Sehingga, orang rendah diri memiliki kepercayaan diri dan berani melangkah dan bertindak dalam pertolongan Allah. Jika orang rendah diri datang kepada orang angkuh maka ia akan binasa. Orang Yang rendah hati adalah orang yang sehat rohaninya.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dengan rendah hati, Amin.

Jumat, 20 November 2020         

bacaan : Bilangan 12 : 1 – 16

Pemberontakan Miryam dan Harun
Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. 2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. 3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. 4 Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga. 5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. 6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. 8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" 9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. 10 Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta! 11 Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami. 12 Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya." 13 Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia." 14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali." 15 Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. 16 Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.

TUHAN MEMBELA ORANG YANG LEMBUT HATI

“Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi” (3). Ia diam dan tidak membela diri, bahkan tidak sakit hati dan panas hati kepada Harun dan Miryam yang telah mengatainya karena ia telah mengambil seorang perempuan Kush. Harun dan Miryam merasa, Musa tak layak menjadi pemimipin, sebab mereka berdua juga menerima firman Allah. Ia pun tidak menggunakan otoritasnya sebagai abdi Allah dan pemimpin umat untuk mengadili dan menghukum Harun dan Miryam, yang telah membuat posisinya terpojok ditengah umat Israel. Kelembutan hati Musa mendatangkan murka Tuhan atas Miryam dan Harun: Miryam terkena penyakit kusta. Jadi, mengatai atau memarahi orang lain dengan alasan untuk kepentingan diri sendiri dan mempermalukan orang tersebut, atau menggunakan kekurangan dan kesalahan seseorang untuk menjatuhkannya dari posisinya adalah perbuatan yang mendatangkan murka Allah. Sikap ini tidak boleh dimiliki oleh seorang Kristen!!. Musa tidak bersukaria dan mempersalahkan Harun dan Miryam sesuai perbuatan Allah atas mereka. Sebaliknya, Musa menyatakan kelembutan hatinya kepada Harun dan Miryam yang telah melukainya dengan cara memenuhi permintaan Harun yaitu berseru kepada Allah, meminta kesembuhan atas Miryam. Sekalipun Miryam akhirnya disembuhkan Allah, tetapi Miryam harus menjalani hukuman tersebut selama tujuh hari. Hati yang lembut adalah hati yang bersih dari berbagai perkataan kasar, kotor dan menghina. Hati yang lembut mau memikul beban dan memberi solusi bagi orang yang pernah melukainya. Hati yang lembut menyelesaikan dendam dan konflik. Orang yang lembut hatinya adalah orang yang sehat rohaninya

Doa: Ya Tuhan, kami mau memiliki hati yang lembut, Amin.

Sabtu, 21 November 2020

bacaan : Amsal 18 : 12

12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

HIDUP DENGAN RENDAH HATI

Secara umum, rendah hati berarti sikap bijak seseorang yang menempatkan dirinya lebih rendah dari yang lain. Ia tidak merasa dirinya lebih penting, lebih tinggi, lebih super, lebih benar dari orang lain, tetapi sebaliknya ia mau mendengar pendapat, saran bahkan kritik dari orang lain. Sikap ini sangat bertolak belakang dengan tinggi hati, atau angkuh dan sombong yang cendrung merasa diri lebih baik, lebih benar bahkan lebih super dari yang lain. Amsal 18:12 mengatakan bahwa: “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi rendah hati mendahului kehormatan”. Disini, pengamsal ingin mengingatkan para pembaca bahwa orang yang tinggi hati akan menghadapi kehancuran, tetapi orang yang rendah hati akan dihormati. Orang yang rendah hati akan selalu menyadari bahwa apa yang ada padanya, baik kekuatan, kesuksesan, dan berkat, semuanya berasal dari Allah, dianugerahkan oleh Allah, sehingga tidak ada alasan baginya untuk memegahkan diri. Orang yang rendah hati tidak akan malu untuk mengakui kesalahannya, kelemahannya bahkan bersedia untuk ditegur, dikritisi dan dinasehati jika dia melakukan kesalahan. Berbeda dengan orang yang tinggi hati, yang selalu merasa lebih baik dan lebih benar dan tidak mau ditegur oleh siapapun, termasuk oleh Tuhan. Hidup dalam kerendahan hati menampakkan kedewasaan iman seseorang, yang dapat mengendalikan dirinya untuk setia melakukan kebaikan dan kebenaran bagi banyak orang. Orang yang rendah hati adalah orang yang selalu setia dalam perkara yang kecil sekalipun dan ia percaya bahwa melalui perkara yang kecil, Tuhan sementara mempersiapkannya untuk perkara yang lebih besar. Bagaimana dengan kita sebagai keluarga-keluarga Kristen? Bersediakah kita menjadi orang yang rendah hati? Berserahlah kepada Yesus dan jadilah rendah hati.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami orang yang rendah hati, Amin.

*sumber SHK November 2020; LJP GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *