Langkah Nyata Jemaat GPM Silo: Membuka Peluang Keterampilan Kerja Bersama BPVP Ambon
Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan kerja yang semakin besar saat ini, keterampilan menjadi salah satu bekal penting untuk menata masa depan. Karena itu, Jemaat GPM Silo melalui Sub Seksi Pembinaan Pemuda dan Sub Seksi Pemberdayaan Ekonomi Umat mengambil langkah positif dengan membangun kerja sama bersama BPVP Ambon guna membuka akses pelatihan bagi warga Jemaat.
Proses ini diawali dengan pendataan minat peserta dari sektor-sektor pelayanan Jemaat. Dari hasil pendataan tersebut, tercatat 23 Orang menyatakan minat mengikuti berbagai pelatihan keterampilan. Selanjutnya, Jemaat menindaklanjuti dengan pengajuan proposal serta melakukan koordinasi berkelanjutan sambil terus mengikuti informasi terbaru melalui media sosial BPVP Ambon.
Usaha tersebut mulai membuahkan hasil pada Rabu, 13 Mei 2026, ketika Majelis Jemaat mengantarkan 6 peserta untuk mendaftar pada program Short Course Batch VIII Tahun 2026 di BPVP Ambon.
Rombongan Jemaat GPM Silo dipimpin oleh Penatua Ny. M. Soukotta dan Penatua M.D. Namarubessy, yang mendampingi para peserta sebagai bentuk perhatian Gereja terhadap pertumbuhan generasi muda dan pemberdayaan ekonomi Jemaat.

Adapun bidang pelatihan yang dipilih peserta adalah : (1) Pengenalan Peracikan Minuman Kopi – 3 Orang, (2) Memodifikasi Pola Dasar Menjadi Pola Bustier – 1 Orang dan (3) Pengenalan Alat Ukur Waterpass – 2 Orang.
Pelatihan ini akan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 dengan durasi 8 jam atau 1 hari. Walaupun singkat, pelatihan seperti ini memberi manfaat besar karena membekali peserta dengan keterampilan dasar yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun bekal memasuki dunia kerja.
Kehadiran rombongan diterima dengan baik oleh pihak BPVP Ambon melalui Bapak Stev dan Ibu Nia. Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa pelayanan Gereja tidak hanya berfokus pada kehidupan Rohani, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan nyata Jemaat. Gereja yang bertumbuh adalah Gereja yang peduli pada iman, kemampuan, dan kesejahteraan Umatnya.
Harapannya, langkah awal ini menjadi pintu bagi kesempatan-kesempatan berikutnya, sehingga semakin banyak warga Jemaat yang terlatih, mandiri, dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.


