Santapan Harian Keluarga (SHK). Minggu, 7 November 2021
Perkataan dan Perbuatan Harus Selaras
Matius 23 : 1 – 12
Tuhan Yesus sebenarnya tidak memandang buruk ajaran atau hukum yang dibuat oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Ajaran mereka berasal dari sumber yang sama yaitu Allah sendiri. Ajaran-ajaran itu penting dalam kehidupan karena berguna untuk membawa manusia mengenal Allah dan setia pada perintah-perintahNya. Namun, yang dikritik Tuhan Yesus adalah cara hidup mereka yang bertolak belakang dengan ajaran yang mereka ajarkan.
Ajaran itu mereka bebankan kepada orang lain, sedangkan mereka sendiri tidak mempraktekkannya dalam kehidupan setiap hari. Tuhan Yesus berkata, “mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.”Karena itu kepada para murid dan orang banyak Yesus mengingatkan hal ini agar mereka jangan meniru apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kritik Yesus ini sangat relevan bagi setiap kita yang adalah pengajar dalam gereja bahkan dalam keluarga, dalam diri orangtua yang mendidik anak-anak.
Kadangkala apa yang diajarkan kepada anak-anak dalam keluarga, kita sendiri sebagai orangtua tidak melakukannya. Keselarasan antara hal-hal baik yang keluar dari mulut dengan tindakan yang kita lakukan adalah tantangan bagi setiap pengikut Yesus. Mengajar hal-hal baik seperti memberi ampun, jujur, setia, bertindak adil dan tidak pilih kasih adalah sangat mudah, namun perlu usaha luar biasa untuk dapat melakukannya.
Kualitas kehidupan kita justru terlihat ketika apa yang kita katakan sejalan dengan apa yang kita lakukan. Hidup kita justru dilihat dari apa yang kita lakukan secara konkrit, bukan hanya teori belaka. Sebab kesaksian hidup sederhana yang baik, lebih berharga dari teori-teori suci yang tidak pernah dipraktekkan.
Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk bertindak selaras dengan apa yang diucapkan. Amin.

