Santapan Harian Keluarga (SHK) Senin, 11 April 2022
Jalan Salib, Jalan Menuju Kehidupan
Matius 10: 38-39
Saat ini kita sudah berada di Minggu Sengsara VII. Beberapa hari lagi kita memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus yang dikenal dengan Jumat Agung.
Dalam rangka itu LPJ GPM menetapkan tema Mingguan “Kerelaan dan Kesetiaan Memikul Salib Bersama Yesus.” Tema ini memang sulit untuk dipraktekkan karena menyangkut panggilan untuk menderita bersama Yesus. Penderitaan dinilai sebagai suatu yang negatif dan harus dihilangkan / dihindari. Ada pula umat Kristen yang berpendapat bahwa tanda seorang dikasihi Tuhan ialah jika ia tidak lagi menderita. Sebaliknya, kata Yesus: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (ay. 38). Jalan hidup murid Yesus yang sejati ditempuh dengan memikul salib atau penderitaan. Orang Kristen harus siap mengalami penderitaan bahkan kematian sekalipun.
Wujud mengalami penderitaan itu adalah penganiayaan, diskriminasi, ketidakadilan bahkanmenjadi martir. Itu merupakan harga yang harus dibayar karena iman kepada Yesus Kristus. Karena itu di dalam ayat 39 dikatakan: “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia kan kehilangan nyawanya, dan barangsapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Kehilangan nyawa bukan hal yang gampang, semua orang pasti berusaha mempertahankan nyawa atau hidupnya dengan berusaha menjaga kesehatan; pola makan dan pola hidup yang sehat agar tetap hidup. Hal ini penting, namun yang dimaksudkan dengan perkataan Tuhan Yesus tentang kehilangan nyawa tidak berarti orang itu akan mati tetapi kesediaan untuk membuang segala keterikatan dosa, keterikatan kecintaan akan duniawi, serta keangkuhan hidup. Jika hal tersebut dapat kita praktektan dalam hidup sehari-hari, maka kita akan memperoleh sesuatu yang lebih berharga dari nyawa itu sendiri yakni kehidupan yang kekal atau hidup sejati yang tidak diberikan oleh dunia ini (Band. Mat. 19:28)
Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk memikul salib bersama-Mu. Amin

