Santapan Harian Keluarga, Rabu 13 Desember 2023

HIDUPLAH DALAM KASIH
Wahyu 2:1-7
Ada sekian banyak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupannya. Kendatipun demikian, tidak semua perbuatan baik itu berkenan bagi Allah. Hal yang serupa juga dapat ditemui dalam perenungan saat ini. Dalam surat rasul Yohanes kepada Jemaat di Efesus berisikan firman Tuhan yang memperingatkan mereka. Hal ini berkaitan dengan penilaian Tuhan atas semua perbuatan yang mereka lakukan. Tuhan memandang baik jerih payah maupun ketekukan jemaat Efesus, bahkan ketika merek menentang rasul-rasul palsu, sabar dan menderita karena nama Yesus serta tidak mengenal lelah (ay. 2-3). Namun mereka dikecam karena perbuatan yang baik itu tidak disertai kasih mereka yang semula (ay. 4). Yang dimaksudkan dengan kasih yang semula yaitu kasih kepada Allah maupun sesama (lht. Ef 6:24;1:15). Karena kasih itu telah hilang dari jemaat Efesus, maka sesungguhnya mereka telah jatuh dan tidak benar di hadapan Tuhan. Karenanya Tuhan mengingatkan mereka agar bertobat, melakukan kebaikan dan di dalam perbuatan baik itu mereka harus menghidupi kasih yang semula itu. Peringatan Tuhan kepada Jemaat di Efesus juga penting dimaknai oleh kita sebagai orang percaya. Didorong karena motivasi yang tidak benar bahkan tidak didasari oleh kasih sesungguhnya. Dengan demikian didalam menantikan Tuhan yang penuh cinta sangatlah penting melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang didasari dengan kasih. Sebab tanpa kasih terhadap Tuhan maupun sesama, semua perbuatan baik kita di pandang sebagai sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah.
Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah mengabaikan kami. Amin
