Santapan Harian Keluarga (SHK) – Jumat, 12 Juni 2026
Yesaya 24 : 1 -13
Memuliakan Tuhan Dengan Merawat Bumi
Yesaya menegaskan bahwa kehancuran bumi bukan sekadar fenomena alam, melainkan akibat dari perilaku manusia yang “melanggar undang-undang” Allah. Dalam konteks modern, kita sering lupa bahwa mandat budaya yang diberikan Allah adalah untuk mengusahakan dan memelihara (Kejadian 2:15), bukan mengeksploitasi tanpa batas. Ketika rumah tangga kita menjadi konsumtif secara berlebihan, membuang limbah tanpa tanggung jawab, atau mengabaikan kelestarian, kita sedang “membatalkan perjanjian” dengan Sang Pencipta. Gereja rumah tangga harus menyadari bahwa dosa ekologis dimulai dari gaya hidup yang tidak ramah di dalam rumah sendiri. Tindakan kecil di rumah (seperti menanam pohon atau mengompos) mungkin terlihat sepele dibandingkan kerusakan global, namun di mata Tuhan, itu adalah pernyataan iman bahwa kita masih menghormati Perjanjian Kekal-Nya. Kesehatan bumi adalah cermin dari kesehatan spiritualitas keluarga kita. Mari jadikan rumah kita bukan sekadar tempat tinggal, melainkan markas “Gereja Hijau” yang memuliakan Tuhan dengan cara mencintai ciptaan-Nya. Jangan biarkan bumi layu karena kelalaian kita, biarlah ia bersemi karena kasih kita yang mengakar pada firman Tuhan.
Tuhan, ajarkan kami untuk tidak mencemarkan bumi agar bumi tetap memberikan kehidupan. Amin
DOA

