fbpx

GPM Silo Gandeng DLHP Ambon Edukasi Jemaat Kelola Sampah dari Rumah, Dorong Budaya Pilah Sampah Sejak Dini

Kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari rumah. Pesan itulah yang mengemuka dalam Sosialisasi Penanganan Sampah Skala Rumah Tangga bertema “Kelola Sampah dari Rumah, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat” yang digelar Jemaat GPM Silo di Ruang Serbaguna, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 warga jemaat dari sektor I hingga XII tersebut menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, S.STP.,M.si sebagai narasumber. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut Keputusan Persidangan Jemaat ke-44 Tahun 2026 dalam program kerja Seksi Pelayanan Oikoumene dan Sosial (POS) Jemaat GPM Silo.

Dalam arahannya, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Silo, Pdt. M.M. Timisela, menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi masalah serius yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.

“Sampah memberi dampak buruk yang luas bagi banyak orang sehingga menjadi pergumulan gereja. Menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah adalah salah satu cara manusia melayani Tuhan. Kami berharap peserta bukan hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membawa perubahan nyata di lingkungan sekitar dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Apries Gaspersz menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan di tingkat rumah tangga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut justru menjadi teknologi paling efektif dalam penanganan sampah saat ini.

“Teknologi yang paling canggih saat ini adalah memilah sampah dari rumah. Jika sampah dipilah dengan baik, maka sampah tersebut dapat memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Selain itu, pemilahan sampah juga membantu pemerintah dalam melakukan pengelolaan sampah secara lebih efektif dan efisien,” katanya usai kegiatan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Ambon, yakni pukul 22.00 WIT hingga 05.00 WIT di kontainer sampah yang tersedia.

Menurut Apries, peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah akan menjadi kunci terwujudnya Kota Ambon yang lebih bersih dan sehat.

“Harapan kami, setelah mengikuti sosialisasi ini warga Jemaat GPM Silo semakin sadar untuk memilah sampah di rumah sehingga Ambon ke depan menjadi kota yang semakin bersih,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Pdt. Timisela menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab iman umat Kristen sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan.

“Kita memiliki pemahaman teologi bahwa alam dan lingkungan adalah ciptaan Tuhan dan merupakan pemberian Tuhan bagi kita. Karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kesadaran iman untuk menjaga lingkungan, mengelola sampah rumah tangga dengan baik,

dan berkolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak dalam menangani persoalan persampahan,” ungkapnya.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, tetangga, serta persekutuan di setiap sektor pelayanan.

Ketua Subseksi POS Jemaat GPM Silo, Dkn. Ch. Samson, mengatakan kegiatan tersebut merupakan manifestasi dari keputusan sidang jemaat tahun 2026 sekaligus bentuk komitmen gereja dalam mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Masalah sampah adalah persoalan krusial dalam sebuah ekosistem, termasuk di lingkungan Jemaat GPM Silo. Membangun kesadaran memang membutuhkan waktu, tetapi gereja harus mengambil posisi sebagai agen perubahan yang mengawali proses edukasi dan sosialisasi kepada umat,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari pemahaman masyarakat, tetapi juga dari lahirnya berbagai solusi nyata yang dapat diterapkan di lingkungan jemaat.

Salah satu peserta, Buce Sipahelut, menilai pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Sampah adalah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, tetapi harus dimulai dari keluarga. Kita perlu mengajak papa, mama, anak-anak, hingga seluruh warga di unit dan sektor untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang sehat, rapi, dan nyaman,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Jemaat GPM Silo berharap tercipta budaya baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC), demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MCP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *