Santapan Harian Keluarga (SHK) – Selasa, 22 September 2026
Matius 18 : 1 – 5
Menjadi Besar dengan Merendah
Pertanyaan para murid tentang siapa yang terbesar di Surga menunjukkan bahwa mereka masih terjebak dalam ambisi duniawi. Mereka mengira Surga memiliki hierarki kekuasaan yang sama dengan kerajaan di bumi. Namun, Yesus justru menghadirkan seorang anak kecil sebagai teladan. Di masa itu, anak kecil tidak memiliki status sosial atau kekuatan apa pun. Dengan ini, Yesus menegaskan bahwa syarat utama masuk Kerajaan Surga adalah bertobat dan menjadi “kecil” dalam ego. Menjadi seperti anak kecil bukan berarti tidak dewasa, melainkan melepaskan ambisi berkuasa dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kebesaran di mata Tuhan berbanding terbalik dengan dunia; yang terbesar adalah mereka yang paling rendah hati dan rela melayani orang-orang yang dianggap remeh. Mari kita berhenti mengejar pengakuan atau jabatan yang hanya memicu persaingan. Nilai diri kita di hadapan Tuhan tidak diukur dari hebatnya prestasi, tetapi dari ketulusan hati untuk bergantung pada bimbingan-Nya. Milikilah hati yang jujur dan tidak menyimpan dendam. Percayalah, saat kita berani melepaskan gengsi dan tulus melayani sesama, di situlah kita benar-benar menjadi besar dalam pandangan Tuhan. Jalan menuju Surga bukanlah melalui tangga kekuasaan, melainkan melalui pintu kerendahan hati.
Menjadi besar dengan merendah adalah harapan kami, Tuhan, dengarkanlah, amin

