Jemaat Silo adakan Seminar Sehari tentang Pencegahan Ideologi Radikal

[Ambon, Silo] – Menyikapi persoalan bangsa dan negara, bahkan masyarakat dunia yang sementara dilanda kekerasan, anarkhisme dan radikalisme yang kian menguat, maka melalui persidangan Jemaat GPM Silo Tahun ke-35 Tahun 2017 telah ditetapkan kegiatan Seminar Sehari tentang Pencegahan Ideologi Radikal. Dalam tanggung jawab keorganisasian, kegiatan seminar sehari ini diselenggarakan oleh Seksi Pengembangan Oikumene Semesta, melalui Subseksi Hubungan Kerjasama Antar Agama dan Denominasi Gereja dengan mengambil lokasi kegiatan pada gedung serba guna Gereja Silo.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari itu, diikuti oleh peserta dari Majelis Jemaat Silo, Unsur Wadah Pelayanan Laki-laki, Wadah Pelayanan Perempuan dan Angkatan Muda. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 29 Juli 2017 pkl. 10.00 WIT itu, dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, Pdt. A. J. Timisela. Dalam sambutan pembukaannya Pdt. Timisela menegaskan bahwa “fenomena tindak radikalisme dalam agama memang bias dipahami secara beragam. Dan umumnya selalu dikaitkan dengan pertentangan secara tajam antara nilai-nilai yang diperjuangkan kelompok agama tertentu dengan tatanan nilai yang berlaku atau dipandang mapan saat ini”.

Sebabnya, warga gereja mesti memiliki pemahaman yang utuh tentang ideologi radikal agar tidak terjebak didalamnya.

Pdt. Jacky Manuputty sementara menyampaikan materi Seminar Sehari tentang Pencegahan Ideologi Radikal

Kegiatan yang sangat penting sebagai upaya pencerahan pola pikir atau mindset warga gereja terhadap aksi-aksi radikalisme dan anarkhisme itu menghadirkan narasumber Pdt.Jacky Manuputty, dalam kapasitas sebagai salah satu tokoh dan aktivis perdamaian Maluku.

Sajian materi yang diangkat oleh Ketua Litbang Sinode GPM itu mengedepankan beberapa gagasan untuk membangkitkan ketahanan masyarakat – termasuk warga gereja – dalam menghadapi radikalisme, antara lain pendekatan berbasis masyarakat dalam fenomena cinta kasih. Pdt Jacky mencoba mengidentifikasi keterlibatan warga masyarakat dalam radikalisme antara lain pertama, karena alasan ekonomi dan ideologi. Dan yang kedua, karena nasionalisme. Oleh sebab itu, warisan kepercayaan harus dibangun bagi pertumbuhan anak-anak generasi muda masa kini dan kedepan, karena sesungguhnya radikalisme itu ada dalam pikiran, pungkas jacky.

Pnt. Nn. A. Huwae dalam sesi diskusi

Dalam sesi diskusi Seminar Sehari tersebut, para peserta terlihat sangat antusias dan serius merespons paparan materi yang disampaikan. Mereka pun mencoba berbagi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kritis, pengalaman dan cerita guna memperkaya pemahaman bersama. Walaupun dinamika kegiatan seminar tersebut begitu menarik, namun yang sangat disayangkan bahwa peserta yang hadir belum/tidak memenuhi target sebagaimana yang diharapkan. Ini sesuatu yang perlu dikaji dan dievaluasi bersama kembali oleh jajaran Badan Majelis Jemaat GPM Silo.

 

Foto dan sumber data : Nn. Mendy. Hehanussa
Editor               : Tim Web Silo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *