Kegiatan Terpadu : Workshop dan Sosialisasi Pembinaan Aparatur Pelayan
Seksi Pengembangan dan Penataan Kelembagaan [PPK] dalam struktur Majelis Jemaat di Gereja Protestan Maluku adalah seksi yang berkaitan dengan kerja-kerja kesekretariatan jemaat, organisasi, manajemen dan administrasi serta pembinaan aparatur pelayan. Dari TUSI [tugas dan fungsi] yang dimiliki, maka oleh persidangan Jemaat ditetapkan program dan kegiatan dengan orientasi pemberdayaan dan penguatan kapasitas aparatur pelayan.


Terhadap program dan kegiatan sesuai hasil persidangan Jemaat ke-35 Tahun 2017 pada Seksi PPK, maka beberapa kegiatan yang dinilai punya kedekatan orientasi, manfaat dan target sasaran, serta kesamaan audens/peserta dan demi efektivitas penggunaan anggaran jemaat, maka kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dan terpadu, yaitu : 1). Workshop Peningkatan Kapasitas aparatur Pelayan secara Berkelanjutan, 2) Sosialisasi Pengembangan Wawasan dan Pengetahuan terhadap Etika dan Etos Pelayan, 3) Sosialisasi peraturan GPM di bidang Administrasi dan Manajemen. Dan dengan memanfaatkan hari libur kalender, kegiatan pemberdayaan aparatur pelayan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 21 September 2017 berlokasi pada Gedung gereja Silo.

Sesuai dengan muatan yang ada, dijadwalkan masing-masing kegiatan mendapat alokasi 1 sesi paparan + diskusi tanya-jawab. Tampil sebagai pembicara pada sesi pertama adalah Dr. Hengky H. Hetharia, pada kegiatan Sosialisasi Pengembangan Wawasan dan Pengetahuan terhadap Etika dan Etos Pelayan. Pdt yang lebih akrab disapa Pak Sonny ini membahas bagaimana sikap, perilaku dan karakter yang harus menjadi acuan setiap pelayan dalam konteks bergereja. Pelayan adalah perwujudan wakil Allah atau penyambung lidah Allah kepada umat sehingga mesti memiliki hikmat Allah. Sedangkan Pdt. A.J. Timisela, yang tampil pada Sesi kedua, dan yang juga adalah Ketua MJ Silo membawakan materi Sosialisasi Peraturan GPM di bidang Administrasi dan Manajemen.


Pada sesi ketiga yaitu Workshop Peningkatan Kapasitas aparatur Pelayan secara Berkelanjutan, peserta yang berjumlah kurang lebih 70 orang itu, dibagi dalam 3 kelompok masing-masing : kelompok Majelis Jemaat dengan fasilitator Pdt. A. J. Timisela, kelompok perangkat pelayan sektor 1-6 dengan fasilitator Pdt.Ny. E. Alfons; kelompok perangkat pelayan sektor 7-12 dengan fasilitator Pdt. Ny. Y. Rutumalessy.
perlu diketahui bahwa peserta Workshop dari unsur perangkat pelayan yang terdiri dari pengurus/warga sektor perwakilan wadah pelayanan laki-laki, wadah pelayanan perempuan, AMGPM, Pengasuh dan Pengurus Unit. Pada kelompok ini mendapatkan materi tentang bagaimana memimpin ibadah dengan model meditasi. Sedangkan pada kelompok Majelis Jemaat mendapatkan materi tentang bagaimana memimpin ibadah dengan model diskusi.
Harapan bagi para peserta setelah mengikuti kegiatan terpadu ini, bahwa para aparatur pelayan, dalam hal ini majelis jemaat maupun perangkat pelayanan akan mendapatkan tambahan pengetahuan, ketrampilan tetapi juga wawasan etika dan etos pelayan. Semua itu menjadi penting sebab pada hakekatnya para pelayan akan menjalankan tugas bersaksi dan melayani, tugas-tugas menanam dan menyiram di kebun anggur Tuhan.
Data + Foto : Mendhy Hehanussa.

