fbpx

Santapan Harian Keluarga, 24 s.d 30 September 2017

Sabtu, 30 September 2017

Bacaan : Yehezkiel 18: 25-29

Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.
Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.
Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

JADILAH ANAK-NYA YANG SETIA

Tuhan penuh dengan kasih dan kesetiaan. IA memiliki kebebasan untuk menyelamatkan siapa saja. Bila orang itu bertobat dari jalan hidupnya yang salah dan hidup dijalan yang benar yaitu didalam kebenaran dan keadilan. Orang yang hidupnya bersandar sepenuhnya kepada Tuhan akan terpelihara dan diselamatkan. Tuhan yang penuh kasih setia ini, mengharapkan kita semua umat-Nya untuk tetap hidup dalam kesetiaan. Setia berarti menjaga hidup tetap konsisten dalam ketaatan kepada Tuhan. Hidup dalam kekhususan dan keadilan serta melakukan hal yang baik dan berkenaan kepada-Nya. Percuma memulai hidup baik-baik, kalau ujungnya jahat. Kita mesti menjaga diri agar jangan tergelincir kedalam kehidupan yang berdosa. Memang Tuhan tidak menginginkan seorangpun binasa. Semua manusia adalah ciptaan-Nya yang IA kasihi dengan sepenuh hati. Itu sebabnya peringatan-Nya tegas, agar kita tidak main-main dengan kemurahan hati Tuhan. Setiap kehidupan yang tidak tekun dalam ketaatan, keadilan dan kebenaran akan menuai pula penghukuman. Tetapi orang yang bertobat dari perbuatan jahatnya akan mendapatkan pengampunan dan pemulihan. Karena itu, marilah kita tetap menjadi anak-anakNya yang selalu setia.

Doa : terima kasih Tuhan atas janji kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah dalam kehidupan kami. Amin

Jumat, 29 September 2017

Bacaan : Yehezkiel 18 :21-24

Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.

TETAP MENJADI ORANG BENAR

Seringkali kita mendengar orang mengatakan bahwa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kalimat ini sering dipakai untuk melegitimasi ketidakdisiplinan kita dalam hal penggunaan waktu. Kita juga sering mendengar ada yang mengatakan “biking saja kan ada pengakuan dosa di gereja pada hari minggu “. Kalimat inipun sering digunakan untuk melegitimasi kebiasaan-kebiasaan kita melakukan perbuatan yang salah. Dan masih banyak kalimat lain yang sering terdengar yang intinya mentolerir perbuatan-perbuatan salah. Karen lita tahu, Tuhan Maha Pengampun, dan pasti mengampuni setiap orang yang mengaku dosanya dengan jujur dan tulus, jadi lakukan saja perbuatan dosa, toh nanti juga diampuni Tuhan. Tetapi ayat bacaan kita hari ini menunjukkan kepada kita bahwa pengampunan dosa itu dikerjakan Tuhan kepada orang yang sejak semuanya fasik, lalu karena mengenal Tuhan, berbalik kepada-Nya. Bukan kepada orang-orang yang telah diselamatkan, atau telah dibenarkan oleh TUHAN, tetapi selalu saja melakukan apa yang salah. Karena memahami bahwa Tuhan Maha Pengampun. Kita sebagai orang yang telah diselamatkan terpanggil untuk menjauhi perbuatan yang salah. TUHAN tidak mau kita terus hidup dalam perbuatan yang salah. IA mau agar kita hidup dalam perbuatan yang benar.

Doa : Tuhan amatlah kami tetap menjadi benar dan melakukan hal yang benar amin.

Kamis, 28 September 2017

bacaan : 2 Petrus 3 : 8-9

3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

TUHAN SELALU MENEPATI JANJI-NYA

Kita sering mengaku dalam pengakuan iman kita disetiap ibadah minggu bahwa kita percaya akan kedatangan Tuhan. Itu berarti kedatangan Tuhan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Walaupun dalam kenyataannya kedatangan Tuhan belum tiba, janganlah membuat kita selaku orang percaya meragukan janji kedatangan Tuhan. Kita mesti memiliki kesadaran bahwa waktu yang Tuhan berikan ini adalah tanda kasih dan kemurahan-Nya bagi kita manusia. Inilah kesempatan yang Tuhan berikan untuk bertobat dan diselamatkan oleh-Nya. Sebab peristiwa kedatangan Tuhan itu merupakan sesuatu yang sifatnya rahasia. Tidak dapat dihitung secara matematis oleh manusia. Menanti kedatangan Tuhan terkadang membuat kita tidak sabar. Akibatnya ialah tergoda untuk melakukan kejahatan. Hal yang perlu kita ingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah lali dalam menepati janji-Nya. Kedatangan Tuhan akan datang secara umum kepada semua manusia dan ciptaan-Nya. Saat dimana penghakiman Tuhan berlangsung. Dan Tuhan akan datang memanggil setiap pribadi untuk menghadap-Nya. Ini yang kita sebut kematian atau ajal. Jadi kedatangan Tuhan, baik secara umum maupun secara pribadi adalah sesuatu yang sifatnya rahasia. Jika kita masih hidup sampai sekarang adalah karena kemurahan Tuhan. Oleh karena itu pergunakanlah waktu yang Tuhan berikan ini sebagai kesempatan untuk kita bertobat dan hidup di dalam Tuhan.

Doa : Ya Tuhan buatlah kami sabar dan setia menanti waktu Tuhan amin.

Rabu, 27 September 2017

bacaan : Kisah Para Rasul 17 : 29-31

17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat   17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.

BERSAKSILAH MELALUI TELADAN HIDUP

Seberapa banyak anda memperkenalkan Yesus kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatan yang baik dan benar ? sebagai orang percaya kita dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk menyaksikan siapa Dia bagi orang lain. Dalam bagian bacaan kita hari ini menceritakan tentang bagaimana Rasul Paulus selalu menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan injil kabar baik. Walaupun berulang kali ia diejek dan ditolak oleh sebagian pendengarnya, tetapi ada juga sebagian pendengarnya yang menggabungkan diri dan percaya kepada pemberitaannya. Setiap kesempatan itu dimanfaatkannya dengan baik. Karena itu, belajar dari yang dicontohkan Paulus, matilah kita hidup sesuai dengan penggilan kita sebagai warga gereja untuk melakukan tugas kesaksian itu kepada orang lain, lewat tutur kata dan perbuatan kita. Lihatlah sekeliling kita, ada banyak orang yang perlu diselamatkan. Mereka hidp dalam berbagai kejahatan. Apakah itu KDRT, selingkuh, judi, narkoba dan berbagai perbuatan jahat yang lain. Mintalah selalu kehadiran Roh Kudus untuk menyertai kita dalam melaksanakan tigas kesaksian kita. Pergunakanlah setiap kesempatan yang ada, baik dalam kehidupan bergeraj maupun bermasyarakat. Sekalipun kita diejek dan ditolak, kita tidak perlu malu dan takut. Karena kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Doa : Tuhan berkatilah kesaksian hidup kami agar menjadi berkat bagi orang lain. amin

Selasa, 26 September 2017

bacaan : Markus 6 : 6b-13

(6:6b Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. 6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua.  Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, 6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. 6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. 6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” 6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, 6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

KITA SEMUA DIUTUS-NYA

Sama seperti para murid, setiap orang percaya diutus untuk memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang lain. Misi pengutusan ini bukan hanya supaya orang mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. tetapi juga supaya orang yang hidup jauh dari kehendak Tuhan dituntun untuk untuk bertobat dari segala kelemahan dan dosanya dan mengalami perubahan hidup. Tuga pengutusan Tuhan itu sering kita tidak dapat melaksanakannya dalam hidup dan kerja kita. Ini nampak dalam perkataan dan perbuatan kita yang tidak memuliakan Tuhan. Perkataan kita sering diwarnai dengan kata-kata yang kotor, caci maki, sumpah serapah, dan lain-lain. Perbuatan kita sering menyakitkan hati orang lain, bahkan membuat orang lain menderita. Akibat kekerasan dan berbagai perbuatan kita jahat. tetapi ingatlah bahwa Tuhan mengasihi kita, Ia telah menyelamatakan kita dari hukuman Allah akibat kejahatan kita. Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi juga mau menjadikan kita kawan sekerja-Nya. Ia mengutus kita dalam hidup dan kerja kita kepada orang-orang yang masih hidup dalam berbagai kejahatan. Agar melalui perkataan dan perbuatan kita yang baik, orang lain mengalami Kasih Allah yang menyelamatkan hidup mereka dari berbagai perbuatan yang jahat. Tuhan selalu menyertai setiap orang percaya yang diutus-Nya melalui kuasa Roh Kudus. Tuhan juga memberikan jaminan bahwa setiap orang yang diutus-Nya tidak akan kekurangan.

Doa : Tuhan kami siap menjadi utusan-utusan MU, amin

Senin, 25 September 2017

bacaan : Yeremia 18 : 1-12

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka. Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka. Sebab itu, katakanlah kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu. Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu   yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu! Tetapi mereka berkata: Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat.”

PERTOBATAN : BERPERILAKU TAAT DAN SETIA

Seorang tukang periuk dalam mengerjakan tanha liat untuk membuat periuk pasti menghendaki supaya periuk buatan tangannya berhasil sehingga laku dijual. Tetapi kalau periuk itu jelek/tidak berhasil, maka ia akan membuat periuk yang baru lagi. Berbicara tentang tukang periuk adalah merupakan sebuah perumpaan dari Tuhan Allah untuk diperlihatkan kepada Nabi Yeremia. Hal mana mau menunjukkan tentang bagaimana cara dan tindakan Tuhan terhadap perbuatan hidup umat Israel yang tidak luput dari melakukan kesalahan dan dosa. Hidup mereka tidak selamanya berpadanan dengan perintah-Nya ketika mereka cenderung mengingkari kasih setia Tuhan dengan melakukan apa yang jahat dihadapan-Nya. Namun, Tuhan Allah tidak pernah ingkar janji untuk tetap berlaku setia dan penuh kasih terhadap mereka. Sebab itu pekerjaan tukang periuk itu ibarat kasih Tuhan yang selalu mau mengampuni kesalahan umat supaya mereka terus dibentuk sesuai kehendak-Nya. Adalah juga panggilan kita semua sebagai umat percaya untuk menunjukkan sikap hidup yang baru yang telah diampuni dan ditebus oleh Allah dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus. Hiduplah dalam pertobatan dan dalam ketaatan dan kesetiaan. Allah tetap setia memanggil kita sebab Ia menghendaki keselamatan dan bukan kebinasaan bagi hidup kita. Aminilah dalam seluruh tingkah-langkah hidup kita agar tetap berkenaan kepada-Nya.

Doa : Tuhan jadikanlah kami orang yang setia, amin

Minggu, 24 September 2017

bacaan : Hosea 14 : 2-9

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. (14-4) Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim. ” (14-5) Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. (14-6) Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. (14-7) Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. (14-8) Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

HIDUPLAH DALAM PERTOBATAN

Secara ideal hidup kita manusia sudah diselamatkan oleh Tuhan, tetapi secara faktual hidup kita masih dililit oleh noda dan dosa. Dimana kuasa kedagingan masih menguasai jalan hidup kita sehingga ada saja perbuatan-perbuatan kita bertentangan dengan kehendak Allah, menyakiti hati Allah dan juga hati sesama. Tetapi alangkah indahnya ketika kita selalu ada dalam kesadaran bahwa takluk ke bawah kuasa dosa akan berakhir dengan kematian kekal. Karena itu, kita dipanggil Tuhan untuk berbalik dari kejahatan dan kelemahan kita dan berpaut serta berpaling kepada Allah. Pertobatan adalah sesuatu yang tidak sekali jadi, tetapi menjadi sesuatu yang berproses sepanjang hidup kita. Hal itu terjadi bukan dengan kekuatan diri sendiri, tetapi dengan pertolongan Allah dalam Yesus Kristus melalui tuntunan kuasa Roh Kudus. Tuhan itu baik dan penuh cinta kasih. Ia menghendaki supaya tidak ada yang binasa melainkan supaya semuanya selamat. Firman Tuhan di hari ini mau menjelaskan kepada kita bahwa tanda pertobatan hidup itu adalah adanya penyesalan atas dosa/kejahatan yang dibuat, pengakuan bersalah, permohonan ampun kepada Tuhan, dan komitmen untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Itulah yang Tuhan kehendaki bagi orang-orang yang percaua kepada-Nya, Kerjakanlah dengan penuh kesadaran agar keselamatan yang telah dianugerahkan itu akan menjadi miloik kita semua.

Doa : Tuhan ajarlah kami untuk mengakui kesalahan kami dengan rendah hati kepada-Mu, amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *