fbpx

Santapan Harian Keluarga, 15 s.d 21 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

bacaan : Mazmur 119 : 145-152

119:145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. 119:146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. 119:147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu. 119:149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. 119:150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu. 119:151 Engkau dekat,  ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar. 119:152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya.

JANJI TUHAN MENYATAKAN IA DEKAT DENGAN KITA

Dalam kasih setia-Nya Tuhan memberikan janji-janji yang dapat memberikan pengharapan kepada kita pada saat kita mengalami pergumulan hidup atau menata masa depan. Janji-janji Tuhan yang direnungkan akan membarui pikiran kita sehingga segala keraguan, penyangkalan atau keangkuhan kita berubah menjadi keyakinan, pengharapan dan kesabaran untuk mengalaminya. Ketiak pemazmur merenungkan janji-janji Tuhan, maka pikirannya dibarui untuk mengenal pribadi Tuhan lebih dalam. Pemazmur mengungkapkan bahwa janji-janji-Nya Tuhan sesungguhnya mengungkapkan keinginan Tuhan untuk selalu hadir dan dekat dengan kita. Tuhan ingin merasakan apa yang kita rasakan sehingga Ia dapat menguatkan hati kita dan membuka jalan bagi masalah-masalah kita. Karena itu, apapun yang sedang terjadi dalam hidup kita, dalam keluarga kita, tidak dapat memisahkan kita dari kasih dan kehadiran Tuhan. Tidak ada alalsan bagi kita untuk merasa sendirian, kesepian atau ditinggalkan menjalani hidup ini. Kita dapat mengandalkan Tuhan dengan janji-janji penyertaan-Nya. Tuhan adala pribadi yang kekal dan tidak pernah berubah. Ketika Tuhan menetapkan janji-Nya maka Ia akan komitmen untuk melaksanakannya. Apapun yang terjadi, sesulit apapun situasinya, kalau Tuhan sudah berjanji pasti Ia akan mewujudkannya. Percayalah, Tuhan tidak ingkar janji.

Doa : Tuhan terima kasih atas janji-Mu untuk selalu dekat dan hidup bersama kami. amin

Jumat, 20 Oktober 2017

bacaan : Mazmur 119

119:137 Engkau adil, ya TUHAN, dan hukum-hukum-Mu benar. 119:138 Telah Kauperintahkan peringatan-peringatan-Mu dalam keadilan  dan dalam kesetiaan belaka. 119:139 Nyala cintaku menghabiskan aku, sebab para lawanku melupakan segala firman-Mu. 119:140 Janji-Mu  sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya. 119:141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan. 119:142 Keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya, dan Taurat-Mu benar. 119:143 Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku.  119:144 Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.

JANJI TUHAN SANGAT TERUJI

Setiap orang pasti pernah berjanji kepada orang lain atau menjanjikan sesuatu kepada orang lain. Misalnya orang tua berjanji membelikan sesuatu kepada anaknya atau anak berjanji akan membahagiakan ayah dan ibunya. Seorang pemuda berjanji kepada kekasihnya, seorang pemimpin berjanji kepada rakyatnya, dan sebagainya. faktanya tidak semua janji yang diucapkan manusia dapat ditepati, bahkan manusia memiliki kecenderungan untuk mengingkari janjinya. Itulah sifat manusia. Terlalu mudah berjanji dan semudah itu pula mengingkarinya. Berbeda dengan sifat Tuhan yangs selalu menepati janji-Nya. Tuhan tidak pernah ingkar janji. Jika Tuhan berjanji, Ia pasti menepatinya. Itulah ungkapan hati pemazmur yang mencintai janji-janji Tuhan karena ia yakin akan janji-janji Tuhan yang pasti. Di tengah kesesakan dan kesusahannya, ia tidak berpaling dari firman Tuhan yang selalu menguatkan imannya untuk tidak berhenti percaya pada janji Tuhan, bahwa pada waktunya Tuhan akan menolong dia melewati segala persoalan yang dialaminya. Karena itu, belajar dari pemazmur, sebagai orang percaya kita juga adalah orang-orang yang berhak memperoleh janji-janji Tuhan. Kendatipun kehidupan ini diliputi banyak persoalan, tetapi kita percaya akan janji penyertaan Tuhan itu. Janji-janji Tuhan sebagai penolongdalam hidup kita sangat terbukti. Karena itu bersyukurlah, karena kita hidup didalam janji-janji penyertaan Tuhan.

Doa : Tuhan, janji-janji-Mu sangat teruji dan kami mencintainya, amin

Kamis, 19 Oktober 2017

bacaan : Mazmur 119 : 129-136

119:129 Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. 119:130 Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. 119:131 Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu. 119:132 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebagaimana sepatutnya terhadap orang-orang yang mencintai nama-Mu. 119:133 Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku. 119:134 Bebaskanlah aku dari pada pemerasan manusia, supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu. 119:135 Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. 119:136 Air  mataku berlinang seperti aliran air , karena orang tidak berpegang pada Taurat-Mu.

KEMBANGKAN KEBAIKAN DALAM DIRI

Ada dua kekuatan yang tarik menarik dalam diri seorang manusia, yaitu kekuatan baik dan kekuatan jahat. Atau dengan kata lain, setiap orang punya potensi untuk melakukan hal yang baik atau yang jahat. tergantung potensi mana yang lebih menguasai dirinya.Pemazmur tahu dan sadar akan hal itu sehingga ia tekun belajar mengenal kehendak Tuhan dan melakukannya. Bahkan ia meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan ahar Tuhan melindingi dirinya dari pengaruh kuasa-kuasa jahat, baik yang ada dalam dirinya maupun yang ada diluar dirinya. Dengan begitu jalan hidupnya selalu terarah kepada hal-hal yang baik menurut firman Tuhan. Itulah yang dilakukan oleh pemazmur, lalu bagaimana dengan kita? kekuatan atau potensi manakah yang kita kembangkan dan jalani ? memang kita tahu bahwa kekuatan jahat itu harus dilawan atau dimatikan, tapi justru itulah yang kita hidupi dan kebangkan dalam berbagai bentuk, melalui pikiran yang negatif, mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati sesama, dan perbuatan yang menghancurkan masa depan orang lain. Bacaan Alkitab hari ini mengajar kita untuk berserah diri kepada Tuhan dan memohon kuasa-Nya menuntuk langkah hidup kita di jalan yang benar. Jalan yang penuh cinta kasih, bukan pemerasan, jalan yang penuh kebaikan, bukan kejahatan. Baiklah kita bertekad untuk menyebarkan kebaikan kepada semua orang.

Doa : Tuhan kuasailah hidup kami dengan kuasa-Mu supaya kami mampu melakukan hal-hal yang baik. amin

 

Rabu, 18 Oktober 2017

bacaan : Mazmur 119 : 121-128

119:121 Aku telah menjalankan hukum dan keadilan; janganlah menyerahkan aku kepada pemeras-pemerasku! 119:122 Jadilah jaminan bagi hamba-Mu untuk kebaikan, janganlah orang-orang yang kurang ajar memeras aku. 119:123 Mataku sangat merindukan keselamatan dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu yang adil. 119:124 Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. 119:125 Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu. 119:126 Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak  Taurat-Mu. 119:127 Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu  lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua. 119:128 Itulah sebabnya aku hidup jujur  sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta  aku benci.

MILIKILAH NILAI KEJUJURAN

Hidup sebagai orang kristen tidak selalu menyenangkan atau bebas dari masalah dan ancaman, tapi justru menghadapi banyak musuh atau pemeras. Hal itulah yang disampaikan oleh pemazmur, dan ia meminta supaya Tuhan menolong menjauhkan dirinya dari para pemeras itu. Pemazmur telah belajar tentang perintah dan hukum Tuhan karena itu dia berusaha untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Pemazmur berkomitmen untuk hidup jujur sesuai dengan segala perintah atau titah Tuhan, dan segala jalan dusta ia benci. Ia memiliki nilai hidup kejujuran yang tinggi. Bahwa dalam segala situasi hidup apapun (susah dan senang), ia tetap memegang prinsip kejujuran. Lalu bagaimana dengan kita ? apakah kita ini hidup jujur ? jujurkah kita untuk Tuhan, isteri atau suami, orang tua dan anak? Mungkin banyak diantara kita yang tidak jujur walaupun kita tahu bahwa berbohong adalah salah tapi tetap berbohong. Berbohong atau tidak jujur adalah upaya untuk menutup-nutupi kesalahan atau kejahatan yang kita lakukan terhadap isteri, suami, orang tua dan anak; tetapi tidak tertutup untuk Tuhan. Sebab segala sesuatu yang kita pikirkan, rancangkan dan lakukan semuanya diketahui oleh Tuhan. Itulah sebabnya pemazmur mengajar kita semua untuk hidup jujur. Jujur kepada Tuhan, kepada anggota keluarga, dan jujur pada diri sendiri. Marilah kita berkomitmen untuk menjadi orang-orang yang jujur.

Doa : Tuhan bentuklah kami menjadi orang-orang yang jujur terhadap Tuhan dan sesama, amin

Selasa, 17 Oktober 2017

bacaan : Mazmur 119 : 97-104

119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. 119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. 119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. 119:101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku. 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu  bagi mulutku. 119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

ORANG BIJAK MENJAUHI KEJAHATAN

Intisari dari seluruh hukum atau taurat Tuhan adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusi. Jadi apabila pemazmur merenungkan hukum Tuhan itu siang dan malam maka ia menjadi lebih bijaksana, berakal budi, penuh pengertian dan mampu menahan diri untuk tidak melakukan kejahatan. Artinya, ia tidak membalas memusuhi orang-orang yang memusuhi dirinya, dia berusaha memahami betul sesuatu persoalan sebelum bertindak, dia tidak mudah terpengaruh atau tergoda untuk melakukan kejahatan. Itulah karakter orang yang memegang teguh hukum atau taurat Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, orang-orang yang selalu membaca Alkitab, rajin beribadah dan berdoa, apakah kita juga sungguh-sungguh merenungkan hukum Tuhan dan melakukannya dalam hidup tiap hari ? Memang kita membaca Alkitab tetapi tidak merenungkan atau menghayati dengan sungguh-sungguh sehingga kita kurang bijaksana mengelola hidup kita. Hal itu tampak dalam perilaku tiap hari, dimana kita suka memusuhi orang yang memusuhi kita atau membalas jahat dengan jahat; kita tidak mampu menaham diri untuk tidak jatuh ke dalam pencobaan. Kita tahu bahwa mencuri itu dosa tapi masih saja mencuri; kita tahu bahwa berzinah atau berselingkuh itu dosa tapi dengan sadar melakukannya. bertobatlah sekarang sebab Tuhan menghendaki orang fasik bertobat dan menerima keselamatan bukan kematian.

Doa : Tuhan ukirlah perintahMU dalam hati kami supaya kami belajar menjadi orang yang bijaksana amin.

Senin, 16 Oktober 2017

bacaan : Wahyu 2 : 24-29

2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. 2:25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. 2:26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya,  kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; 2:27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar  tukang periuk–sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku– 2:28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.  2:29 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

PEGANG TEGUH KEBENARAN

Sekarang ini muncul banyak ajaran yang bertentangan dengan iman kristen, namun punya pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan dan iman orang-orang kristen, termasuk anggota GPM, sehingga ada yang memutuskan untukmeninggalkan GPM dan mengikuti ajaran tersebut. Ada yang mengatakan bahwa tidak boleh menyebut nama Allah, tetapi harus diganti dengan sebutan Bapa; Tuhan diganti dengan Yehova; bahkan Yesus dipandang sebagai manusia saja sama seperti kita. Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan kepada kita bagaimana Tuhan, melalui Yohanes, menentang para penyebar ajaran sesat, dan menguatkan orang-orang Tiatira yang tidak terpengaruh dengan ajaran sesat tersebut. Tuhan meminta supaya mereka tetap kuat berpegang teguh pada ajaran yang telah mereka peroleh, yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia dan dunia; bahwa Dia adalah sungguh-sungguh manusia (lahir dari seorang perempuan, pernah merasa lapar dan haus, menangis, mati) tapi Dia adalah juga sungguh-sungguh Tuhan (tidak berbuat dosa, bangkit dan berkuasa). Oleh karena itu kita semua pun harus teguh berpegang pada kebenaran itu, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang masuk ke dalam dunia dan turut merasakan apa yang kita alami. Sedangkan mengenai sebutan Allah dan Yehova itu berkaitan dengan bahasa, tapi sama sekali tidak mengurangi iman kita kepada Tuhan.

Doa : Ya Roh Kudus, kuatkanlah iman kami supaya tidak mudah terpengaruh ajaran sesat, amin

Minggu, 15 Oktober 2017

bacaan : 2 Timotius 2 : 14-26

2:14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 2:15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 2:17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 2:18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh  dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

BELAJAR HIDUP JUJUR

Salah satu kebiasan buruk yang mendatangkan dosa ialah suka berbohong dan menyebarkan fitnah, yang dalam bacaan ini disebut bersilat kata atau lidah. Orang kristen harus berkata dan berbicara benar, mampu mengatakan dan menyatakan kebenaran terutama tentang firman Tuhan dalam berbagai situasi hidup. Artinya orang kristen harus mampu menjauhkan diri dari kejahatan, bisa hidup dalam kasih dan perdamaian dengan semua orang, tidak suka bertengkar bahkan mampu menuntun orang yang melakukan kejahatan untuk bertobat. Sebab Tuhan memberi kesempatan kepada orang berdosa untuk bertobat dan menerima hidup baru. Kalau selama ini kita termasuk orang-orang yang suka berbohong, memfitnah, bertengkar, bermusuhan dan perbuatan jahat lainnya, maka baiklah masing-masing kita merenungkan dan menghayati bacaan Alkitab hari ini, lalu mengambil keputusan untuk bertobat. Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah menjadi baik, sebab Tuhan selalu membuka pintu pengampunan bagi setiap orang yang mau bertobat dan berserah diri kepadaNya. Bila selama ini suami dan isteri tidak pernah berbicara jujur satu sama lain maka mulailah belajar untuk saling jujur. Jika selama ini anak-anak suka berbohong maka mulailah belajar hidup jujur kepada papa dan mama. Mengakui kesalahan adalah lebih penting daripada takut kena marah. Tuhan itu penuh kasih, Dia mengampuni orang berdosa yang mau bertobat.

Doa : Ya Roh Kudus penuhilah hidup kami supaya dapat belajar untuk saling berbicara jujur, amin

diangkat dari : Bina Jemaat, Santapan Harian Keluarga oleh LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *