MJ Silo Gelar RAKOR, Dorong Percepatan Realisasi Program/Kegiatan

[ jemaatgpmsilo.org – Ambon ]

“Untuk tahun pelayanan 2018 kita sudah berada di bulan ke-9, bulan September 2018. Itu berarti sisa waktu pelaksanaan program/kegiatan jemaat secara efektif kurang lebih 3 bulan saja (september, oktober dan nopember), kalau desember praktis kita sudah tidak bisa berbuat banyak karena kita diperhadapkan dengan perayaan-perayaan natal” demikian yang disampaikan Pdt. Jan. Z. Matatula, Ketua Majelis Jemaat (MJ) Silo saat memberikan arahan awal pada Rapat Koordinasi MJ Silo dengan seluruh Badan Pembantu Pelayanan, Kamis (13/9) di Ruang Serbaguna Gereja Silo.

Ketua dan Sekretaris MJ Silo

Dalam Kesempatan yang sama, Sekretaris MJ Silo, Pnt Vico Mailoa memaparkan hasil monitoring dan evaluasi (MONEVA) yang dilakukan oleh Tim LITBANG Silo per kondisi Agustus 2018 terhadap pelaksanaan program dan kegiatan. Hasil MONEVA itu menunjukkan bahwa dari 93 kegiatan yang diamanatkan oleh Persidangan Jemaat ke-36, maka baru 40,8% atau 38 kegiatan yang terlaksana, 55 kegiatan yang belum terlaksana atau 59,2 %. Dengan perincian :

  • Seksi Pemberdayaan Teologi dan Pembinaan Umat (PTPU), dari 42 kegiatan, yang sudah terlaksana sebanyak 20 kegiatan dan yang belum terlaksana sebanyak 22 kegiatan.
  • Seksi Pemberitaan Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK)  dari 20 kegiatan, yang sudah terlaksana sebanyak 6 kegiatan, dan yang belum terlaksana sebanyak 14 kegiatan.
  • Seksi Pengembangan Oikumene Semesta (POS) dari 8 kegiatan, yang sudah terlaksana sebanyak 4 kegiatan, dan yang belum terlaksana sebanyak 4 kegiatan.
  • Seksi Penataan dan Pengembangan Kelembagaan (PPK) dari 22 kegiatan, yang sudah terlaksana sebanyak 8 kegiatan, dan yang belum terlaksana sebanyak 14 kegiatan.
Diskusi Seksi dan SubSeksi PTPU dan Komisi-Sub Komisi

Terkait dengan posisi dan keadaaan anggaran keuangan jemaat, Matatula menjelaskan bahwa problem yang dihadapi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) di Silo adalah, perimbangan antara jumlah seluruh pendapatan selama 1 (satu) bulan dengan jumlah belanja institusi (belanja rutin) pada bulan yang sama, hampir berimbang – bahkan minus sekitar 1 juta rupiah – sehingga cukup sulit untuk merealisasikan kegiatan-kegiatan tersisa. “hanya pada bulan yang terdapat 5 hari minggu, barulah terdapat selisih kurang lebih 54 juta rupiah, dan itu bisa kita gunakan untuk belanja program-kegiatan” tegas mantan Ketua Klasis Kairatu itu.

Harapan Matatula selaku Ketua MJ Silo bahwa, seluruh program dan kegiatan untuk tahun 2018 diupayakan terlaksana. Oleh sebab itu, Rapat Koordinasi ini penting dilaksanakan agar terjadi sinergitas, kerja sama dan terbangunnya dukungan konkrit dari masing-masing Badan Pembantu Pelayanan (Komisi dan SubKomisi) terhadap Seksi dan SubSeksi.

Diskusi Seksi dan SubSeksi PPK bersama Komisi PPK

Setelah pemaparan Ketua MJ Silo, Rapat Koordinasi dilanjutkan dengan pembagian 4 kelompok diskusi berdasarkan 4 Seksi MJ Silo bersama dengan Komisi dan Sub Komisi bawahannya. Yang dibahas dalam kelompok diskusi adalah melakukan penjadwalan ulang (reschedule) terhadap kegiatan-kegiatan tersisa, baik yang bersifat tatap muka maupun non-tatap muka.

Akhir dari Rapat Koordinasi tersebut, masing-masing kelompok (Ketua Seksi) memaparkan hasil kerja dan bahasan diskusi, berupa rencana jadwal pelaksanaan kegiatan untuk target 2 bulan ke depan. Kesepakatan penting lainnya yang diperoleh bahwa, kedepannya pelaksanaan kegiatan-kegiatan akan dikerjakan secara sinergis bersama-sama antara MJ Seksi/SubSeksi dengan Badan Pembantu Pelayanan bawahannya.

*Foto : HS

*Edit : BK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey