fbpx

Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Agustus 2019

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Minggu, 11 Agustus 2019                        

bacaan : 2 Raja-raja 23 : 1 – 30

Pembaharuan yang dilakukan Yosia
Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu. 4 Raja memberi perintah kepada imam besar Hilkia dan kepada para imam tingkat dua dan kepada para penjaga pintu untuk mengeluarkan dari bait TUHAN segala perkakas yang telah dibuat untuk Baal dan Asyera dan untuk segala tentara langit, lalu dibakarnyalah semuanya itu di luar kota Yerusalem di padang-padang Kidron, dan diangkutnyalah abunya ke Betel. 5 Ia memberhentikan para imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda untuk membakar korban di bukit pengorbanan di kota-kota Yehuda dan di sekitar Yerusalem, juga orang-orang yang membakar korban untuk Baal, untuk dewa matahari, untuk dewa bulan, untuk rasi-rasi bintang dan untuk segenap tentara langit. 6 Dibawanyalah tiang-tiang berhala dari rumah TUHAN ke luar kota Yerusalem, ke sungai Kidron, lalu dibakarnya di situ dan ditumbuknya halus-halus menjadi abu, kemudian dicampakkannyalah abunya ke atas kuburan rakyat jelata. 7 Ia merobohkan petak-petak pelacuran bakti yang ada di rumah TUHAN, tempat orang-orang perempuan bertenun sarung untuk Asyera. 8 Disuruhnyalah datang semua imam dari kota-kota Yehuda, lalu ia menajiskan bukit-bukit pengorbanan, tempat para imam itu membakar korban, dari Geba sampai Bersyeba; dirobohkannya pula bukit-bukit pengorbanan di pintu-pintu gerbang yang ada dekat lobang pintu gerbang Yosua, penguasa kota itu, yang ada pada sebelah kiri kalau orang memasuki pintu gerbang kota itu. 9 Tetapi para imam bukit-bukit pengorbanan itu tidak boleh naik ke mezbah TUHAN di Yerusalem, hanya mereka boleh memakan roti yang tidak beragi di tengah-tengah saudara-saudara mereka. 10 Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah Ben-Hinom, supaya jangan orang mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api untuk dewa Molokh. 11 Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api. 12 Mezbah-mezbah, yang ada di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, yang dibuat oleh raja-raja Yehuda, dan mezbah-mezbah, yang dibuat Manasye di kedua pelataran rumah TUHAN, dirobohkan oleh raja, dan diremukkan di sana, lalu dicampakkannya abunya ke sungai Kidron. 13 Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja. 14 Ia memecahkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, lalu ditimbuninya tempat-tempat itu penuh dengan tulang-tulang manusia. 15 Juga mezbah yang ada di Betel, bukit pengorbanan yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa, mezbah dan bukit pengorbanan itupun dirobohkannya dan batu-batunya dipecahkannya, lalu ditumbuknya halus-halus menjadi abu, dan dibakarnyalah tiang berhala. 16 Dan ketika Yosia berpaling, dilihatnyalah kuburan-kuburan yang ada di gunung di sana, lalu menyuruh orang mengambil tulang-tulang dari kuburan-kuburan itu, membakarnya di atas mezbah dan menajiskannya, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diserukan oleh abdi Allah yang telah menyerukan hal-hal ini. 17 Ia berkata: “Apakah tanda keramat yang kulihat ini?” Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: “Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!” 18 Lalu katanya: “Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!” Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. 19 Juga segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria yang dibuat oleh raja-raja Israel untuk menimbulkan sakit hati TUHAN, dijauhkan oleh Yosia dan dalam hal ini ia bertindak tepat seperti tindakannya di Betel. 20 Ia menyembelih di atas mezbah-mezbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah ia ke Yerusalem. 21 Kemudian raja memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: “Rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian ini!” 22 Sebab tidak pernah lagi dirayakan Paskah seperti itu sejak zaman para hakim yang memerintah atas Israel dan sepanjang zaman raja-raja Israel dan raja-raja Yehuda. 23 Tetapi barulah dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yosia Paskah ini dirayakan bagi TUHAN di Yerusalem. 24 Para pemanggil arwah, dan para pemanggil roh peramal, juga terafim, berhala-berhala dan segala dewa kejijikan yang terlihat di tanah Yehuda dan di Yerusalem, dihapuskan oleh Yosia dengan maksud menepati perkataan Taurat yang tertulis dalam kitab yang telah didapati oleh imam Hilkia di rumah TUHAN. 25 Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia. 26 Tetapi TUHAN tidak beralih dari murka-Nya yang sangat bernyala-nyala itu yang telah bangkit terhadap Yehuda oleh karena segala sakit hati-Nya yang ditimbulkan Manasye. 27 Lalu berfirmanlah TUHAN: “Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!” 28 Selebihnya dari riwayat Yosia dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? 29 Dalam zamannya itu majulah Firaun Nekho, raja Mesir, melawan raja Asyur di tepi sungai Efrat; raja Yosia pergi menghadapi dia; tetapi Firaun membunuhnya di Megido, segera sesudah ia melihatnya. 30 Pegawai-pegawainya mengangkut mayatnya dengan kereta dari Megido dan membawanya ke Yerusalem, kemudian mereka menguburkannya dalam kuburnya sendiri. Maka rakyat negeri itu menjemput Yoahas, anak Yosia, mengurapi dia dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya.

Yosia, Sang Reformator

Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa dan sesduah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia”. Demikian penegasan Kitab Raja-Raja 23 ayat 25 tentang Yosia. Seorang Raja Yehuda, yang telah menjadi Raja saat berusia 8 tahun dan memiliki komitmen yang sungguh untuk melakukan kehendak Tuhan dalam tindakan pembaharuannya di Yehuda. Reformasi atau pembaharuan bukanlah kata yang asing di telinga kita. Di era demokrasi, kata ini begitu kuat dipakai oleh orang-orang yang menginginkan sebuah perubahan. Sayangnya, para reformator kita sering ditunggangi oleh niat memprovokasi dan memecah belah, karena alasan perubahan yang mereka kumandangkan hanya terkait dengan kepentingan pribadi atau kelompok. Berbeda dengan sikap Yosia, seorang reformator yang memiliki semangat dan nilai juang yang tinggi untuk mereformasi kehidupan bangsanya karena Yosia memiliki prinsip hidup takut akan Tuhan. Pembaharuan pertama yang dilakukan oleh Yosia dimulai pada bidang agama. Bagi Yosia, ketidak-sejahteraan dan ketidak-tentraman bangsanya hingga masalah politik dan kenegaraan merupakan dampak dari kehidupan beragama yang semrawut. Pembaharuannya dimulai dari dimensi fisik di Bait Allah hingga pembaharuan manusia yang bertanggung jawab melaksanakan pelayanan di Bait Allah. Hal ini memperlihatkan totalitas dalam gerakan pembaharuan Yosia. Sebagai orang beriman, marilah kita belajar dari Yosia! Kita harus menjadi reformator dalam hidup kita lebih dulu.

Doa:  Dengan iman kepadaMu, ya Tuhan Allah, kami mau membaharui hidup kami, gereja dan bangsa ini. Amin.

Senin 12 Agustus 2019                           

bacaan : 2 Tawarikh 29 : 26 – 30

26 Maka berdirilah orang-orang Lewi dengan alat-alat musik Daud, demikian pula para imam dengan nafiri. 27 Lalu Hizkia memerintahkan untuk mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah. Pada saat persembahan korban bakaran dimulai, mulailah pula dinyanyikan nyanyian bagi TUHAN dan dibunyikan nafiri, dengan iringan alat-alat musik Daud, raja Israel. 28 Seluruh jemaah sujud menyembah sementara nyanyian dinyanyikan dan nafiri dibunyikan. Semuanya itu berlangsung sampai korban bakaran habis terbakar. 29 Sehabis korban bakaran dipersembahkan, raja dan semua orang yang hadir bersama-sama dia berlutut dan sujud menyembah. 30 Lalu raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang-orang Lewi menyanyikan puji-pujian untuk TUHAN dengan kata-kata Daud dan Asaf, pelihat itu. Maka mereka menyanyikan puji-pujian dengan sukaria, lalu berlutut dan sujud menyembah.

Ketaatan Melahirkan Pembaruan

Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang tidak hanya memiliki kharisma, tetapi juga mampu membaca situasi, serta memiliki visi ke depan. Sebenarnya tugas utama seorang pemimpin adalah mampu menjaga keutuhan dan kerukunan komunitas yang dipimpinnya. Kuncinya adalah bagaimana sang pemimpin dapat membangun spirit ketaatan dan ketahanan dalam diri setiap orang di dalam komunitasnya.  Hizkia, meski menjadi raja di usia muda (25 tahun), namun mampu untuk memelihara ketaatan pada hukum Tuhan. Ia tahu bahwa Israel telah menjadi murtad di tangan raja sebelumnya. Ia melihat berbagai kegagalan dan kejatuhan yang terjadi di Israel dan menyerukan pertobatan dan pembaruan hidup secara total.  Hizkia menjadi contoh dan teladan dari pemimpin yang takut Tuhan.Ia memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya untuk menyadarkan umat dari jalan yang salah. Dalam hidup, siapapun dapat menjadi pemimpin. Orang tua memimpin anak(-anak); kakak memimpin adik(-adik); bahkan bisa sebaliknya tanpa memandang usia, seorang bisa diangkat menjadi pemimpin. Dalam kelompok yang paling kecilpun, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menjaga keutuhan persekutuan dan bila ada penyimpangan maka harus dilakukan perbaikan secara total. Jiwa kepemimpinan harus ditumbuhkan dari dalam diri dengan cara memimpin diri sendiri atau mengendalikan diri serta melibatkan campur tangan Tuhan sehingga kehidupan ini dapat berjalan dalam kehendak dan penyertaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, tanamkanlah jiwa kepemimpinan dan ketaatan di dalam diri kami agar mampu menjaga keutuhan  persekutuan. Amin,

Selasa 13 Agustus 2019                           

bacaan :  Yeremia 33 : 1 – 9

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda
Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 “Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya–TUHAN ialah nama-Nya–: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.

Berserulah, Maka Aku Akan Menjawab!

Beberapa hari ke depan, kita akan merayakan hari kemerdekaan ke-74 NKRI. Negara besar dengan ribuan pulau ini pada prinsipnya harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang berkarakter kebhinekaan dan demokratif. Demokrasi adalah lawan dari tirani kekuasaan pemimpin yang bergaya otoriter seperti raja Zedekia, yang tidak mau mendengar nasihat nabi Yeremia, malah sebaliknya menahannya. Bila sikap otoriter diterapkan di dalam keluarga atau relasi dengan sesama, maka sudah pasti akan menciptakan konflik-konflik antar anggota keluarga, saudara-bersaudara, teman dengan teman, bahkan bisa juga antar kampung dengan kampung.  Sebaliknya sikap rendah hati dan pandai ambil hati adalah sikap yang dibutuhkan. Orang yang rendah hati adalah orang yang taat pada Tuhan, karena sikap rendah hati adalah bagian dari Firman Tuhan. Ketaatan Yeremia pada Kehendak Tuhan sampai-sampai membuat Tuhan sendiri “memaksanya” untuk berseru, karena pasti Tuhan akan menjawabnya bahkan hal yang tidak diketahuipun akan diberitahukan kepadanya. Istilahnya, bila Yeremia minta “hati”, bahkan jantungpun akan diberikan Tuhan. Sikap Zedekia dan Yeremia adalah sikap yang sangat bertolak belakang. Zedekia menjadi simbol Israel yang tidak taat; sedangkan Yeremia adalah simbol umat yang taat pada Tuhan. Bagi yang tidak taat saja, Tuhan menjanjikan pemulihan, apalagi yang  jelas-jelas taat, maka Tuhan sendiri yang  akan meminta,” Mau hati? Jangankan hati, Jantungpun akan kuberikan!”. Mau pilih yang mana???

Doa:  Tuhan, penuhilah kami dengan Roh Mu supaya hari-hari hidup kami diisi dengan ketaatan yang sungguh pada kehendakMu. Amin.

Rabu,14 Agustus 2019                             

bacaan : Yeremia 33 : 10 – 13

10 Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN. 12 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN.”

Keselamatan Allah Bagi Israel Yang Baru

Setiap orang pasti akan bersyukur ketika melewati suatu penjalanan panjang penuh tantangan dan persoalan, tetapi kemudian Tuhan memulihkan dengan kuasa dan kasihNya yang ajaib. Sebuah pemulihan yang dikerjakan oleh Tuhan seringkali tidak dapat dipahami oleh manusia, sebab pemulihan yang dilakukan oleh Tuhan itu total dan sempurna, baik manusia, hewan, tumbuhan, dan alam ciptaan Tuhan. Tempat yang telah menjadi reruntuhan tanpa manusia, akan menjadi suasana kehidupan yang baru penuh kegirangan dan sukacita. Dengan tangan-Nya yang kuat,Ia menata kembali seluruh ciptaan-Nya. Pemulihan Allah dari yang buruk menjadi yang sempurna. Oleh sebab itulah Yeremia mengajak umat Israel untuk bersyukur kepada Tuhan: “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.” Bersyukurlah pada Allah semesta alam, oleh karena kasih dan setia-Nya Yerusalem mengalami perubahan besar yang dapat memberi suatu kehidupan baru (ay.12,13). Mensyukuri penyertaan Tuhan bagi hidup kita, bagi bangsa dan Negara Indonesia di usia 74 tahun, maka marilah kita mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah Ia berikan, dengan cara menjaga, merawat hidup dan memiliki gaya hidup yang membawa manfaat buat keluarga, lingkungan dan masyarakat. Muliakanlah Tuhan sebab Ia baik dan menunjukkan kasih setianya. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Doa: Ya, Tuhan, Roh-Mu memimpin kami untuk bisa mengisi kemerdekaan dan merawatnya. Amin.

Kamis, 15 Agustus 2019                      

bacaan : 2 Tawarikh 29 : 3 – 21

Raja Hizkia menguduskan kembali rumah TUHAN

3 Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. 4 Ia mendatangkan para imam dan orang-orang Lewi, dan mengumpulkan mereka di halaman sebelah timur. 5 Katanya kepada mereka: “Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Sekarang kuduskanlah dirimu dan kuduskanlah rumah TUHAN, Allah nenek moyangmu! Keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus! 6 Karena nenek moyang kita telah berubah setia. Mereka melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allah kita, telah meninggalkan-Nya, mereka telah memalingkan muka dari kediaman TUHAN dan membelakangi-Nya. 7 Bahkan mereka menutup pintu-pintu balai rumah TUHAN dan memadamkan segala pelita. Mereka tidak membakar korban ukupan dan tidak mempersembahkan korban bakaran bagi Allah orang Israel di tempat kudus, 8 sehingga murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Ia membuat mereka menjadi kengerian, kedahsyatan dan sasaran suitan seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri. 9 Karena hal itulah nenek moyang kita tewas oleh pedang, dan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kita beserta isteri-isteri kita menjadi tawanan. 10 Sekarang aku bermaksud mengikat perjanjian dengan TUHAN, Allah Israel, supaya murka-Nya yang menyala-nyala itu undur dari pada kita. 11 Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.” 12 Lalu bangunlah orang-orang Lewi itu, yakni dari bani Kehat: Mahat bin Amasai dan Yoel bin Azaria, dari bani Merari: Kish bin Abdi dan Azaria bin Yehaleleel, dari orang Gerson: Yoah bin Zima dan Eden bin Yoah, 13 dari bani Elisafan: Simri dan Yeiel, dari bani Asaf: Zakharia dan Matanya, 14 dari bani Heman: Yehiel dan Simei, dan dari bani Yedutun: Semaya dan Uziel. 15 Mereka mengumpulkan saudara-saudaranya dan menguduskan dirinya. Kemudian mereka datang menurut perintah raja, sesuai dengan firman TUHAN, lalu mentahirkan rumah TUHAN. 16 Sesudah itu masuklah para imam ke bagian dalam rumah TUHAN untuk mentahirkannya. Semua yang najis, yang didapati mereka di dalam bait TUHAN, dibawa ke pelataran rumah TUHAN; orang-orang Lewi menerimanya untuk diangkut ke luar, ke lembah Kidron. 17 Pekerjaan menguduskan itu dimulai pada tanggal satu bulan yang pertama. Pada hari kedelapan bulan itu mereka sampai ke balai rumah TUHAN dan menguduskan seluruh rumah TUHAN dalam delapan hari. Mereka selesai pada hari keenam belas bulan pertama. 18 Lalu masuklah mereka menghadap raja Hizkia dan berkata: “Kami telah mentahirkan seluruh rumah TUHAN, juga mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya dan meja roti sajian dengan segala perkakasnya. 19 Dan segala perkakas, yang dibuang raja Ahas, ketika ia berubah setia pada masa pemerintahannya, telah kami sediakan dan kami kuduskan. Sekarang semuanya itu ada di depan mezbah TUHAN!” 20 Maka pagi-pagi raja Hizkia mengumpulkan pemimpin-pemimpin kota, dan pergi ke rumah TUHAN. 21 Mereka membawa tujuh ekor lembu jantan, tujuh ekor domba jantan, tujuh ekor domba muda dan tujuh ekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk keluarga raja, untuk tempat kudus dan untuk Yehuda. Ia memerintahkan anak-anak Harun, yakni para imam, untuk mempersembahkannya di atas mezbah TUHAN.

Kuduskanlah Dirimu dan Kuduskanlah Ibadahmu

Ada dua konsekwensi serius yang muncul apabila seseorang menganggap diri beribadah tetapi tidak menguasai perkataan dan perbuatannya, sebab itu sama artinya dengan menipu diri sendiri. Tidak ada yang lebih berbahaya daripada menipu diri sendiri dan orang yang menipu diri sendiri sedang berada dalam bahaya, namun ia tidak menyadarinya. Konsekwensi lain adalah ibadahnya sia-sia, karena ibadahnya tidak dilakukan dalam kesucian dan kesungguhan. Hizkia, raja Israel adalah orang yang hidupnya benar dan menghormati serta menjaga kekudusan rumah Tuhan. Menyadari berbagai kesalahan yang dilakukan oleh nenek moyangnya terhadap Tuhan, maka Hizkia mengumpulkan para imam dan orang-orang Lewi dan meminta mereka untuk menyucikan dan menguduskan rumah Tuhan. Hal ini penting dalam sebuah persekutuan yang beribadah, artinya setiap orang yang beribadah harus menjaga kesucian dan kekudusan ibadah itu, dengan jalan memaknai sebuah ibadah sebagai kesempatan untuk bersekutu dengan Tuhan dan sesama, memuji dan memuliakan Tuhan dan juga mengasihi dan menghargai sesama. Terpujilah Allah yang menguduskan tubuh kita sebagai Bait Allah, karena itu orang Kristen harus bersukacita, menguduskan diri dan menghormati Tuhan, dengan menjaga hati agar tidak terisi oleh dendam dan sakit hati, jangan kita sakiti hati kita dan juga hati sesama.

Doa: Tuhan jadikanlah kami orang Kristen yang dapat memelihara hati, pikiran dan langkah kami. Amin.

Jumat, 16 Agustus 2019                        

bacaan : 2 Tawarikh 17 : 1 – 19

Raja Yosafat — Pengokohan kerajaan
Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya 2 dengan menempatkan tentara di semua kota yang berkubu di Yehuda dan pasukan-pasukan pendudukan di tanah Yehuda serta di kota-kota Efraim yang direbut oleh Asa, ayahnya. 3 Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, 4 melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. 5 Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. 6 Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala. 7 Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. 8 Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. 9 Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat. 10 Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. 11 Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor dan kambing jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor. 12 Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. 13 Banyak perbekalannya di kota-kota Yehuda. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa. 14 Inilah daftar kesatuan mereka menurut puak-puak mereka; panglima-panglima dari Yehuda ialah panglima Adna dengan tiga ratus ribu pahlawan yang gagah perkasa; 15 di samping dia panglima Yohanan dengan dua ratus delapan puluh ribu orang; 16 dan di samping dia Amasia bin Zikhri, yang dengan sukarela telah menyerahkan dirinya kepada TUHAN, dengan dua ratus ribu pahlawan yang gagah perkasa. 17 Dan dari Benyamin ialah Elyada, seorang pahlawan yang gagah perkasa, dengan dua ratus ribu orang yang bersenjatakan busur dan perisai. 18 Di samping dia Yozabad, dengan seratus delapan puluh ribu orang yang bersenjata untuk berperang. 19 Mereka itulah yang bertugas pada raja, selain dari pada mereka yang ditempatkan raja di kota-kota yang berkubu di seluruh Yehuda.

Ketaatan dan Kesetiaan Mengokohkan Kehidupan

Seorang petani yang menabur benih di kebunnya, merawatnya dengan tekun dan menunggu sampai panennya tiba, sebuah kerajaan akan menikmati kemakmuran jikalau adanya kerjasama yang baik diantara raja dan rakyatnya untuk melakukan pembaruan. Demikian juga hidup orang Kristen yang takut akan Tuhan, pasti akan diberkati. Raja Yosafat memegang teguh pendirian dalam kepemimpinannya sebagai raja Yehuda. Ia meyakini bahwa karakter suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas kehidupan imannya kepada Allah. Ia memurnikan karakter bangsa Yehuda dengan cara memurnikan seluruh peribadahan mereka hanya kepada Tuhan Allah Israel. Yosafat berupaya mengokohkan kerajaannya dengan melakukan pembaruan spiritualitas umat. Mensyukuri akan kemerdekaan Indonesia, maka sebagai warga bangsa kita patut bersyukur dan memuliakan nama Tuhan. Kemerdekaan mengajak kita sebagai warga bangsa untuk lebih bergerak maju dengan membarui karakter hidup para pemimpin dan rakyatnya. Pembaruan itu harus dimulai sekarang, dimulai dari hal yang paling kecil dan dimulai dari diri sendiri. Begitupun dalam kehidupan keluarga Kristen, hendaklah diwariskan nilai-nilai spiritualitas iman kristiani yang baik, yaitu: hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, setia untuk berdoa dan beribadah kepadaNya dan selalu melakukan kehendakNya dalam relasi dengan sesama dan alam ciptaan Tuhan. Setiap orang yang berlaku setia kepada Tuhan dalam seluruh hidup dan kerjanya, pasti akan diberkati oleh Tuhan.

Doa: Tuhan Allah berikan kami motivasi untuk mengisi dan membangun kemerdekaan ini. Amin.

Sabtu, 17 Agustus 2019                           

bacaan : Mazmur 117 : 1 – 2

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Hai Semua Bangsa, Bersyukurlah!

Kata “pujilah” (ibrani: goyim), menunjuk pada semua warga negara, semua penduduk suatu wilayah tanpa memandang asal-usulnya dan segala suku bangsa. Pemazmur menggunakan kata goyim dalam ajakan puji-pujian ini untuk menegaskan pentingnya aspek universalitas dan kebersamaan dalam pengakuan terhadap kasih setia Allah. Aspek ini memang penting untuk didorong oleh kita sebagai bangsa yang hari ini memperingati 74 tahun kemerdekaannya. Sebab tanpa aspek ini, kemerdekaan hanya menjadi milik segelintir orang, dan bisa saja kemerdekaan tersebut hanya menjangkau orang-orang pada kelas elit politik, ekonomi dan sosial tertentu. Puji-pujian dengan memberi ruang bagi pemaknaan universal dan kebersamaan, membangun kesadaran akan pentingnya kemerdekaan itu dirasakan oleh semua makhluk hidup di bumi ini. Kata goyim juga mengindikasikan pengakuan bahwa Allah yang prihatin dan menolong semua orang adalah Allah yang penuh dengan kasih setia. Besarnya kebaikan dan kasih setia Allah pun telah dinyatakan secara berulang-ulang. Sejarah Bangsa Israel dapat membuktikan kasih setia Allah tersebut. Kasih setia Tuhan Allah juga sebenarnya jauh melebihi kewajiban perjanjian yang pernah diikrarkanNya (bnd.Yes 49:15). Untuk itu, ajakan puji-pujian terhadap orang banyak dan semua bangsa merupakan juga kesaksian tentang kasih setia Allah yang luar biasa itu. 74 tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia tentunya terjadi karena kasih setia Allah tersebut.Untuk itu, marilah kita bersyukur dan megahkan Dia.

Doa: T’rima kasih Tuhan untuk 74 tahun kemerdekaan bangsa ini. Amin.

  • sumber : SHK terbitan bulan Agustus 2019 oleh LJP-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *