SILO Rayakan HUT ke-33 Laki-Laki GPM

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Tanggal 24 September menjadi tanggal peringatan terbentuknya wadah pelayanan laki-laki Gereja Protestan Maluku [GPM], dan di tahun 2019 ini adalah peringatan perayaan HUT ke -33. Sukacita peringatan tersebut diperingati diseluruh aras pelayanan di GPM, termasuk di Jemaat GPM Silo.

Perayaan di Jemaat Silo, ditandai dengan ibadah bersama Selasa, 24 September 2019 pkl. 19.00 WIT yang dipimpin oleh Pdt. Ny. D. Lorens, dan dihadiri oleh anggota pelayanan laki-laki sektor 1 s.d. 12, serta anggota pelayanan perempuan. Pdt. Lourens dalam khotbahnya yang didasarkan pada Yosua 24 : 10-24, menegaskan tentang pentingnya laki-laki Silo mentransformasikan diri menjadi “laki-laki bae“, seperti lirik lagu yang saat ini sementara hits di seputar Kota Ambon.

Setelah selesai perayaan acara ritual, dilanjutkan dengan acara seremonial yang diawali dengan sambutan Ketua Majelis Jemaat GPM Silo. Pdt. Jan. Z. Matatula dalam sambutannya menegaskan, ” … dari tema perayaan HUT ke-33 Laki-laki GPM yaitu Jadilah Laki-laki Gereja yang bermakna bagi gereja dan bangsa, saya punya 3 catatan bagi kita sekalian, pertama, dari frase Jadilah Laki-laki Gereja, menegaskan bahwa laki-laki gereja sementara berada dalam proses untuk menjadi… menjadi apa..? menjadi lebih kuat, menjadi lebih cerdas, baik dari sisi intelektual maupun dari sisi spiritual. Menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah masyarakat.

Ketua dan Sekretaris Komisi Laki-laki Jemaat GPM Silo, sementara bekerjasama memotong kua Ultah, dirahkan oleh Ibu Pdt. Elfin Ifasaksily.

Hal kedua yang disampaikan Matatula adalah tentang bagaimana laki-laki GPM yang berada di jemaat-jemaat dapat mempersiapkan program dan kegiatan yang mampu mendorong laki-laki gereja mengembangkan kapasitas dan integritasnya. Sebab kalau tidak, kita tidak mungkin mendapatkan laki-laki gereja yang mampu melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat.

Dan hal yang ketiga ditegaskan menyangkut posisi laki-laki GPM tidak bisa dilepas-pisahkan dari posisi perempuan GPM. Karena itu, GPM menegaskan kemitraan laki-laki dan perempuan. Artinya, keberhasilan dan kesuksesan laki-laki dalam seluruh tanggung jawabnya, tidak lepas dari kontribusi perempuan, isteri yang ada di tengah-tengah keluarga. Karena itu hindarilah sikap yang arogan dari laki-laki GPM terhadap isterinya sendiri, terhadap orang yang memberi kontribusi besar baginya, tegas Matatula mengakhiri sambutannya.

Perayaan peringatan HUT ke-33 Laki-laki GPM di Jemaat GPM Silo diakhiri dengan selebrasi pembakaran dan tiup lilin HUT oleh Ketua dan Sekretaris Komisi Laki-laki Jemaat GPM Silo, para pendeta Jemaat GPM Silo, Pdt. Ny. D. Lorens. Kemudian dilanjutkan dengan makan kue ulang tahun secara bersama dan diakhiri dengan jabat tangan serta ucapan selamat. [BK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey