Santapan Harian Keluarga, 27 Sept – 3 Oktober 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : “Mengasihi Allah Dengan Segenap Hati Dan Jiwa

Minggu, 27 September 2020   

bacaan : Ulangan 10 : 12 – 22

Orang Israel diperingatkan supaya taat dan bersyukur
12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. 14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; 15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. 16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. 17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; 18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. 19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri. 22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit."

MENGASIHI ALLAH DENGAN SEGENAP HATI DAN JIWA

Ketika Tuhan menolong dan terus mengasihi Israel, IA tidak meminta banyak hal untuk mereka lakukan. Tuhan hanya meminta agar mereka takut akan Dia, memuji dan beribadah kepada-Nya, serta hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Hal ini bukanlah suatu perintah yang berat. Israel justru menyembah berhala-berhala yang membuat mereka berbalik dari Tuhan. Ketika Tuhan meminta mereka takut akan DIA, tujuannya adalah untuk kebaikan mereka sendiri agar mereka menikmati berkat-berkat-Nya. Israel juga harus menyadari bahwa bukan karena kebaikan mereka, tetapi karena kasih Tuhan kepada nenek moyang mereka sehingga mereka terpilih menjadi umat pilihan-Nya. IA tetap mengasihi mereka, bahkan membuat jumlah mereka sangat banyak meski mereka selalu mengeraskan hati melawan TUHAN. Tuhan meminta mereka menyunat hati. Ini merupakan simbol dari menjauhkan segala kekerasan hati yang dapat mencegah hatinya untuk mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh. Israel harus belajar menjaga hati dalam kekudusan dan melembutkannya untuk dapat mendengar serta menaati Tuhan. Mereka juga patut mengasihi orang-orang asing yang akan mereka temui, sebagaimana mereka telah Tuhan kasihi selama berada sebagai orang asing di negeri-negeri pembuangan dan di padang gurun. Keluarga terkasih, Allah tidak menuntut banyak. Ia hanya ingin kita mengasihi-Nya dengan segenap hati dan jiwa, taat kepada-Nya. Keluarga yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa adalah keluarga yang bersekutu, sepakat didalam doa setiap saat, bergantung dan berharap hanya pada Tuhan Yesus Kristu. Semua itu akan terwujud dalam resali saling mengasihi dan melayani diantara anggota keluarga dan juga sesama yang lain, dan juga alam ciptaan Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan, ajarlah kami selalu mengasihi-Mu, dengan hati dan jiwa kami. Amin.   

Senin, 28 September 2020        

bacaan : Mazmur 5 : 8 – 13

7 (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. 8 (5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. 9 (5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu. 10 (5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau. 11 (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. 12 (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

BERGAUL KARIB DENGAN ALLAH

Dalam suatu wawancara, seorang reporter bertanya pada sebagian orang yang ia temui dijalan, apa yang sering kamu pikirkan setiap harinya? Rata-rata sebagian besar orang menjawab bahwa, mereka lebih banyak memikirkan tentang penampilan, apakah baju ini sudah cocok, bagaimana ketika orang bertemu dengan saya, apa pendapat mereka tentang penampilan saya dan lain-lain. Jarang sekali ada orang yang menjawab tentang rasa syukurnya kepada Tuhan. Dari pengamatan kecil sang reporter tersebut, terlihat bahwa bagi sebagian orang penampilan lahiriah adalah segalanya. Dalam bacaan kita, dikatakan bahwa setiap saat Daud selalu mengingat kasih setia dan anugerah Tuhan yang dialaminya. Kemudian Daud berdoa dan mengucap syukur atas segala kebaikan Allah. Daud juga meminta Allah menuntunnya dalam keadilan Allah yang Mahakuasa. Daud tidak memusingkan diri denga mengingat  kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang lain terhadapnya, tetapi dengan doanya Daud belajar untuk berserah kepada Tuhan. Dan diakhir doanya Daud bersyukur dan bersukacita karena berkat Allah yang dialaminya tiap hari. Allahlah yang memberkati orang benar dan memagarinya dengan anugerah seperti perisai. Keluarga terkasih, ketika kita senantiasa bersyukur dengan apa yang kita miliki, hal itu membuat hati kita semakin dekat kepada Allah, dengan selalu bersyukur kita akan lebih memaknai berkat apapun yang Allah berikan dalam hidup kita dan kita akan semakin mengasihi-Nya. Memperhatikan penampilan, bermain Gadged, nonton drama korea, main tik-tok, itu tidak salah sebab  setiap orang membutuhkan refreshing. Tetapi jangan sampai karena hal tersebut, kita lupa untuk bergaul karib dengan Tuhan. Utamakanlah Tuhan dalam segala sesuatu, itu adalah bukti nyata bahwa kita mengasihiNya.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa bergaul karib dengan-Mu, Amin.                                                                                                                                 

Selasa, 29 September 2020       

bacaan : Ulangan 13 : 1 – 5

Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

APAPUN GODAANNYA, BERHARAPLAH PADA TUHAN

alan hidup setiap manusia teristimewa orang percaya tak pernah luput dari godaan, dan banyak orang tidak mampu untuk mengendalikan diri menghadapi godaan itu, apalagi terkait dengan keinginan diri. Bacaan kita menceriterakan tentang munculnya seorang ‘nabi palsu’ atau ‘pemimpi’ yang menghasut umat dengan cara-cara yang tidak terpuji untuk mengajak umat berbalik dari kesetiaan mereka kepada Allah Israel dan menyembah kepada alah-alah lain. Memang Tuhan Allah sangat mengenal kehidupan umat Israel yang gampang tergoda dan berbalik melupakan-Nya, padahal mereka sudah mengalami kasih, pertolongan dan penyertaan Tuhan Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir dan mengantarkan mereka melewati perjalanan panjang penuh tantangan sampai tiba di tanah Kanan. Karena itulah kitab Ulangan berisi perintah Tuhan yang terus diperdengarkan ulang untuk mengingatkan umat agar mereka tetap setia kepada Allah mereka. Saat ini orang percaya menghadapi berbagai godaan  teristimewa tantangan zaman seperti godaan hidup berhura-hura, godaan hidup mewah (konsumtif), godaan ketergantungan pada media sosial (medsos), godaan keinginan daging, godaan ketergantungan pada kuasa kegelapan (okultisme), dan berbagai godaan lainnya. Bagaimana orang percaya menghadapi godaan-godaan seperti ini? Firman Tuhan hari ini mengajak kita agar, mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan jiwa. “Tuhan Allahmu harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut”(ay.4). Itulah firman Tuhan yang mengajak setiap keluarga Kristen untuk tetap setia kepada Tuhan, bergantung dan berharap hanya kepada-Nya, disepanjang perjalanan kehidupan keluarga. Tuhan memberkati.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar selalu setia kepada-Mu, Amin.

Rabu, 30 September 2020        

bacaan :  Ulangan 13 : 6 – 11

6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, 7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi, 8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya, 9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. 10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. 11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

BERIBADAHLAH HANYA KEPADA TUHAN ALLAHMU

Jika kita renungkan apa yang telah kita alami sepanjang bulan September ini, maka hanya ada satu hal yang patut kita ungkapkan yaitu, ‘bersyukur kepada Tuhan Yesus’, sebab hanya karena cinta dan kasih-Nya, yang telah menuntun, menyertai dan menyediakan berkat-Nya bagi keluarga kita, maka kita boleh hidup sampai di saat ini. Menghadapai pandemic covid-19 atau wabah virus corona yang mengancam hidup kita, kasih Tuhan selalu kita rasakan melebihi ancaman apapun. Oleh sebab itu hendaklah kita bersyukur dan beribadah hanya kepada Yesus, Tuhan kita. Bacaan kita hari ini, mengisahkan tentang kecendrungan umat Israel yang gampang berbalik dari kesetiaan kepada Tuhan Allah Israel dan menyembah kepada allah – allah lain. Mereka gampang sekali tergoda jika diajak untuk berlaku tidak setia. Sebelum umat Israel memasuki tanah Kanaan, Musa kembali menyampaikan perintah Tuhan yang mengingatkan umat agar mereka tetap setia kepada Tuhan Allah Israel yang telah memimpin mereka keluar dari tanah Mesir, dan membebaskan mereka dari ancaman penindasan dan perbudakan. Musa bahkan mengingatkan umat Israel agar jangan pernah tergoda jika diajak oleh orang yang paling dekat sekalipun, seperti: saudara laki-laki, saudara perempuan atau sahabat karib, untuk berbalik dan melupakan Tuhan Allah Israel. Musa memerintahkan agar membunuh siapa saja yang menghasut, membujuk, mengajak umat untuk melupakan Tuhan Allah, sebab itu adalah perbuatan dosa. Yang dimaksudkan disini, bukanlah membunuh secara fisik, tetapi “membunuh’ atau mematikan keinginan mereka untuk berbuat dosa, bahkan mereka itu harus diselamatkan untuk tetap setia kepada Tuhan. Sebelum kita mengakhiri bulan September dan  melangkah memasuki bulan Oktober, baiklah kita menyatakan komitmen kita untuk tetap setia kepada Tuhan Allah kita.

Doa: T’rima kasih Tuhan, untuk kasih setia-Mu, yang kami alami dalam hidup,  Amin.  

Kamis, 01 Oktober 2020         

bacaan :  Ulangan 13 : 12 – 18  

12 Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata: 13 Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal, 14 maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu, 15 maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. 16 Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan harus kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. 17 Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 18 Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu."

TETAPLAH SETIA MENGASIHI TUHAN

Perintah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa adalah perintah utama yang diberikan oleh Allah kepada umat Israel, ketika mereka dibebaskan dari penindasan di Mesir dan ketika mereka berada di padang gurun menghadapi berbagai tantangan dan ancaman marabahaya. Perintah ini kembali diulangi sebagai peringatan sebelum umat Israel memasuki tanah Kanaan. Hal ini sangat penting sebab di Kanaan mereka akan hidup bersama dengan bangsa-bangsa sekitar Kanaan yang tidak mengenal Allah Israel tetapi yang menyembah kepada para berhala dan ibadah-ibadah yang menyesatkan. Umat Israel telah mengalami kasih dan penyertaan Tuhan Allah yang besar, tetapi seringkali mereka tergoda akan ajakan para penyesat yang mengajak mereka untuk berbalik dari Allah Israel dan menyembah allah-allah bangsa lain. Kecendrungan seperti ini seringkali menjadi kecendrungan orang percaya, ketika menghadapi persoalan, mereka cendrung tidak sabar ingin cepat selesai, mereka cendrung tidak setia dan mencari pertolongan pada kuasa-kuasa lain. Padahal jika direnungkan, betapa besar kasih dan kemurahan Tuhan Yesus yang telah menyertai, menuntun, melindungi umat-Nya dari berbagai ancaman termasuk bencana non alam yang sementara dihadapi yaitu covid-19 bahkan Tuhan Yesus selalu menyediakan berkat dan memberi pertolongan yang selalu tepat pada waktunya. Oleh sebab itu maka firman Tuhan di hari ini, hendak mengajak kita semua agar tetap teguh berpegang, bergantung dan berharap hanya pada Yesus. Kuasa apapun yang ada di dunia ini hanyalah sementara dan sia-sia adanya, tetapi kuasa Allah dalam Yesus Kristus adalah kekal, baik di bumi maupun di Sorga, baik di kemarin, hari ini maupun hari esok yang menanti. Hendaklah setiap keluarga Kristen semakin memberi diri dipimpin oleh kuasa Yesus dan tetap setia mengasihi Yesus dengan segenap hati dan jiwa.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk selalu setia mengasihi-Mu, Amin.

Jumat, 02 Oktober 2020       

bacaan : Yosua 22 : 1 – 6

Suku-suku yang di seberang Yordan pulang
Lalu Yosua memanggil orang Ruben, orang Gad dan suku Manasye yang setengah itu, 2 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah memelihara segala yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, dan telah mendengarkan perkataanku dalam segala yang kuperintahkan kepadamu. 3 Kamu tidak meninggalkan saudara-saudaramu selama waktu ini, sampai sekarang, tetapi kamu setia memelihara perintah TUHAN, Allahmu, kepadamu. 4 Tetapi sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, pulanglah ke kemahmu, ke tanah milikmu, yang telah diberikan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, di seberang Yordan. 5 Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu." 6 Lalu Yosua memberkati mereka dan melepas mereka pergi. Maka pulanglah mereka ke kemah mereka.

MENGASIHI SAUDARA, WUJUD KASIH KEPADA ALLAH

“Mayang pinang mayang kelapa, timbang cengkeh di Saparua. Orang bilang ade deng kaka, sagu salempeng pata bage dua” Pantun ini menceriterakan hidup orang bersaudara yang saling mengasihi. Hal ini terlihat dalam bacaan kita, ketika umat Israel, tiba di tanah Kanaan. Pembagian wilayah oleh Musa telah menempatkan suku Gad, Ruben dan Manasye, di sebelah timur sungai Yordan, namun mereka berkomitmen untuk tetap setia membantu saudara-saudara mereka dari suku-suku yang lain untuk merebut Tanah Kanaan di sebelah barat sungai Yordan. Yosua sangat menghargai kesetiaan mereka yang tetap merawat  hubungan persaudaraan untuk saling menopang dalam melaksanakan perintah Tuhan yang disampaikan oleh Musa. Sebelum mereka kembali pulang ke perkemahan atau tanah milik mereka, Yosua melepaskan mereka dengan janji dan harapan agar mereka tetap setia kepada Allah dan melakukan semua perintah dan hukum-Nya, termasuk mengasihi saudara – saudara mereka. Dalam pesan perpisahan itu, Yosua berpesan kepada  orang-orang dari suku Ruben, Gad, dan Manasye: “..lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum yang diperintahkan kepadamu oleh Musa hamba Tuhan itu, yakni mengasihi Tuhan Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” (ay.5). Mereka pun dilimpahi banyak berkat dengan harapan akan dibagi-bagikan kepada saudara-saudara mereka. Kesetiaan seperti itu sepatutnya menginspirasi kehidupan keluarga-keluarga Kristen, ketika menghadapi berbagai persoalan. Jika salah seorang atau satu keluarga mengalami musibah, mereka sangat membutuhkan bantuan dari yang lain. Hidup dengan mengasihi sesama, hidup yang saling membantu, saling menopang, saling mendoakan merupakan wujud dari kesetiaan kita kepada Allah.  

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk saling mengasihi, Amin.

Sabtu, 03 Oktober 2020      

bacaan : Ulangan 11 : 1 – 7

Kebesaran TUHAN
"Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya. 2 Kamu tahu sekarang--kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu--kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung, 3 tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya di Mesir terhadap Firaun, raja Mesir, dan terhadap seluruh negerinya; 4 juga apa yang dilakukan-Nya terhadap pasukan Mesir, dengan kuda-kudanya dan kereta-keretanya, yakni bagaimana Ia membuat air Laut Teberau meluap meliputi mereka, ketika mereka mengejar kamu, sehingga TUHAN membinasakan mereka untuk selamanya; 5 dan apa yang dilakukan-Nya terhadapmu di padang gurun, sampai kamu tiba di tempat ini; 6 pula apa yang dilakukan-Nya terhadap Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, anak Ruben, yakni ketika tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya, kemah-kemah dan segala yang mengikuti mereka, di tengah-tengah seluruh orang Israel. 7 Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN."

MENGASIHI KARENA SUDAH DIKASIHI

Apa yang dirasakan oleh saudara, ketika mendapat perlakuan istimewa, seperti: dikasihi, disayangi, ditolong, dilindungi dan diselamatkan dari marabahaya? Pasti semua orang akan merasa berhutang budi dan patut berterima kasih. Namun demikian sering kita menjumpai ada orang yang ‘lupa berterima kasih’, seperti kata pepatah: “bagaikan kacang lupa kulit…”. Memang kecendrungan manusia adalah sering melupakan kebaikan yang diterima dari orang lain. Hal seperti ini juga terjadi dalam kehidupan umat Israel. Dalam bacaan kita, umat Israel diingatkan tentang kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka selama di padang gurun sampai tiba di Kanaan. Bagaimana mereka diberi makan manna dan daging burung puyuh, dituntun dengan tiang api dan tiang awan, minum dari air yang keluar dari celah batu, menang tanpa berperang. Karena itu mereka diingatkan oleh Musa dalam ayat 2-6. Mereka mengalami sendiri kedahsyatan kuasa Tuhan Allah, yang telah menyelamatkan mereka, tetapi seringkali mereka berbalik setia kepada allah-allah lain. Sebab itu, mereka diingatkan untuk tetap menjadi umat yang setia, dan mengasihi Tuhan Allah Israel, dan mereka harus menceriterakan kepada anak-anak mereka tentang kedahsyatan kuasa Tuhan, agar anak-anak mereka dan generasi yang tidak mengalaminya akan tetap mengasihi Tuhan. Jika direnungkan, maka pasti kita telah mengalami banyak perbuatan baik dalam hidup kita, baik dari orangtua kita, dari saudara dan sesama kita. Bahkan kita pun telah mengalami kasih dan perbuatan Tuhan Yesus yang telah menebus dan menyelamatkan hidup kita. Karena itu yang harus kita lakukan adalah menjadi orang yang setia untuk mengasihi Tuhan Yesus dan melakukan kehendak-Nya, dengan hidup saling menghargai dan tahu berterima kasih.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia mengasihi-Mu, Amin.

*sumber : SHK bulan Sept-Okt 2020, LPJ-GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey