Santapan Harian Keluarga (SHK) – Jumat, 26 Juni 2026
Amos 9 : 11 – 15
Dari Reruntuhan Menuju Pemulihan
Sebuah rumah rusak berat karena gempa. Dindingnya retak, atapnya bocor, dan barang-barang di dalamnya berserakan. Para penghuninya bukan hanya kehilangan tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga rasa aman. Setiap suara keras membuat mereka terkejut; setiap getaran kecil membangkitkan kembali ketakutan lama. Namun perlahan rumah itu mulai diperbaiki. Bukan sekadar ditambal di bagian yang rusak, melainkan fondasinya diperkuat, tiang-tiang diganti, halaman ditata ulang, dan pohon baru ditanam di sekitarnya. Rumah itu bukan hanya berdiri kembali, tetapi menjadi tempat yang lebih kokoh, lebih indah, dan penuh harapan baru. Nubuat Amos tentang pemulihan “pondok Daud yang roboh” menggambarkan karya Tuhan yang serupa. Tuhan tidak sekadar menutup keretakan, tetapi membangun kembali dari dasar yang paling dalam. Ia peduli pada luka sosial dan ketidakadilan, bukan hanya pergumulan pribadi. Trauma memang membuat keluarga dan masyarakat merasa hancur serta kehilangan arah masa depan. Namun janji Tuhan adalah pemulihan yang menyeluruh, sehingga hidup kembali berbuah dan bermakna. Gereja rumah tangga dipanggil menjadi ruang aman, tempat luka disembuhkan, hati diteguhkan, relasi dipulihkan, dan kehidupan diberdayakan kembali.
Tuhan pulihkan hati kami dan relasi kami dengan orang lain. Amin.
DOA

