[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Sumberdaya manusia adalah aset penting dalam pelayanan dan dalam tanggung jawab bergereja. Tugas dan tanggung jawab ini bukan saja tentang menguasai regulasi, peraturan-peraturan pokok, peraturan organik dan petunjuk teknis lainnya, tetapi juga menyangkut bagaimana kesiapan diri Majelis dan Perangkat Pelayan di Silo untuk memimpin sebuah ibadah dengan berbagai metode seperti : renungan, meditas dan diskusi. Itulah pesan penting yang disampaikan oleh Pdt. Jan Matatula selaku Ketua Majelis Jemaat GPM Silo pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pelayanan secara Berkelanjutan, yang digelar Sabtu (22/9/2018) di Gereja Silo.

“… bagaimana kita bisa melayani umat kita dengan baik, kalau kapasitas kita tidak ditingkatkan, maka ini langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan di gereja secara menyeluruh. Jadi kalau kapasitas pelayan itu ditingkatkan dan dia bisa melakukan pelayanan dengan baik bagi umat, maka tentu kehidupan iman umat juga akan bertumbuh.” tandas Matatula.

Bpk Pdt. V. Untailawan (materi diskusi)

Guna menjawab kebutuhan Jemaat Silo untuk peningkatan kapasitas memimpin ibadah dalam bentuk renungan, meditasi dan diskusi ini, Majelis Subseksi Pembinaan Aparatur Pelayan menghadirkan 3 orang fasilitator dari Lembaga Pembinaan Jemaat Gereja Protestan Maluku (LPJ-GPM) sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam menyusun materi-materi ibadah dan pembinaan jemaat lainnya.

Ibu Pdt. Jois Fabeat (materi renungan)

Para fasilitator itu masing-masing : Ibu Pdt Lenny Talakua (Direktur LPJ-GPM) yang membawakan materi meditasi, Bapak Pdt. Vecky Untailawan (dari LPJ-GPM/Mantan Sekum GPM) yang mengulas tentang materi diskusi, dan Ibu Pdt. Jois Fabeat (dari LPJ-GPM) yang memberikan materi renungan.

Guna mengefektifkan pelaksanaan pelatihan dimaksud, peserta yang terdiri dari Majelis Jemaat, Pengurus Unit, Pengurus Pelayanan Laki-laki, Pengurus Pelayanan Perempuan, Pengurus Ranting AMGPM dan Pengasuh itu, dibagi menjadi 3 kelompok besar (30-40 orang/kelompok) yang menerima materi dari ke-3 fasilitator secara bergiliran/rolling. Berdasarkan pemantauan di lokasi pelatihan, metode penyajian materi diikuti juga dengan praktek memimpin meditasi, diskusi dan renungan, baik secara perorangan maupun kelompok.

Praktek dalam Kelompok Meditas Laki-laki

Bpk Andi Risakotta (Ketua Pelayanan Laki-laki Sektor 7 Silo) saat dihubungi menjelaskan bahwa “.. wah, sangat bagus sekali materi yang kasi oleh para fasilitator kali ini. … Rugi kalo katong perangkat pelayan seng iko akang… akang sangat membantu skali..” Risakotta adalah salah satu dari 96 peserta pelatihan yang serius mengikuti seluruh rangkaian sajian materi dari awal sampai tuntas.

*Edit : BK