fbpx

Belajar Merubah Sampah/Barang Bekas Menjadi Barang Berguna

[jemaatgpmsilo.org – Ambon]

Oleh Seksi Pengembangan Oikumene Semesta (POS) digelarlah kegiatan Sosialisasi/Praktek Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, Pnt. Buce Sipahelut itu, berlangsung pada Sabtu, 20 Oktober 2018 dengan menghadirkan narasumber materi sosialisasi adalah Bpk. Frans Mahulette, S.Sos, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Pemda Kota Ambon.

Dalam paparannya, Mahulette menjelaskan persoalan volume sampah yang mesti dihadapai oleh petugas sampah setiap hari. “… satu mobil itu muat sampah 8-9 ton, jadi 1 hari itu kisaran 152-170 ton untuk setiap hari…bapak/ibu bisa bayangkan sampah sebanyak itu… sampah sebanyak itu harus dikelola lagi.” Disamping itu, menurut Mahulette ada juga sampah yang tidak terangkut, yaitu sampah yang dibuang di got/selokan. Jumlahnya bisa mencapai 4 ton.

Sampah adalah problematika masyarakat perkotaan yang akan selalu ada sepanjang kota itu masih terus hidup dan berkembang. Diakhir paparannya, Mahulette berharap sebagai warga kota yang baik, ada 2 hal utama yang mesti menjadikannya sebagai budaya sehari-hari, yaitu membuang sampah tepat waktu yang ditetapkan (pkl.20.00 s.d 05.00) dan membuang sampah tepat pada tempatnya (konteiner atau bak sampah) yang sudah disediakan pemerintah.

Belajar Merubah Sampah menjadi Barang Berguna

Setelah mendapatkan paparan knowledge (pengetahuan) tentang problematika persampahan dan pengelolaannya di seputar wilayah Kota Ambon – yang ditangani oleh Pemda Kota Ambon – para peserta yang berjumlah kurang lebih 51 orang itu menjalani praktek membuat barang-barang berguna dari sampah dan barang bekas, seperti bekas teh gelas, vitcool, fruitang, pembungkus nutrisari sachet atau milo, dan plastik gula-gula kertas.

Pelatih atau fasilitator yang dihadirkan untuk mengajarkan ketrampilan merubah sampah menjadi barang berguna berasal dari UPTD Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) pemda Kota Ambon yakni, Sdr. Erwin Bonyaktutul, Sdri. Dona Pelasula dan Sdri. Erna Dadi.

Piring dan Gantungan Kunci dari Sampah/Barang bekas

Para peserta dari wadah pelayanan unit masing-masing sebanyak 2 orang itu, terlihat antusias dalam mengerjakan praktek merubah sampah menjadi barang berguna. Peserta dibagi ke dalam 3 kelompok besar, dan dilatih oleh masing-masing fasilitator. Adapun beberapa barang yang berhasil diselesaikan antara lain : piring dari mulut teh gelas, dompet, gantungan kunci, dan bunga-bunga. Khusus pembuatan bunga bisa dikembangkan ke dalam berbagai variasi, tergantung kreativitas masing-masing orang. [BK]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *