fbpx

5 Hari Berkononia di Silo, Perempuan Neniari Optimis

AMBON, jemaatgpmsilo.org

Agenda 5 hari berkoinonia di Jemaat GPM Silo, dimanfaatkan secara maksimal oleh wadah pelayanan perempuan Neniari. Setelah terbagi ke rumah-rumah warga jemaat yang menampung, dan menikmati istirahat semalaman, pada Sabtu, 22 Juni 2019 pkl. 06.00 seluruh peserta koinonia menjalani aktivitas kesegaran tubuh berupa : jalan santai bersama dan senam pagi : goyang tobelo, kaka enda, goyang meti-kei.

Keterangan Gambar : suasana ketika mendapatkan ceramah berisikan materi-materi pembelajaran dan pemberdayaan yang sangat bermanfaat bagi peserta koinonia.

Setelah olah raga, peserta diberi waktu 2 jam untuk kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan diri agar siap menerima sejumlah ceramah dengan materi pembelajaran antara lain : Perempuan Cerdas Mengelola dan Mengembangkan Alam demi Menyikapi Masa Depan; kemudian materi Konstruksi Teologi Tubuh dan Implikasinya bagi Perempuan oleh Pdt. DR. M. Hukubun; materi ke-3 adalah Sejarah Perempuan Gereja sebagai Titik Tolak Pengembangan Potensi dan Kualitas Hidup Kaum Perempuan, oleh Pdt. J. Saimima; di penghujung kegiatan di hari pertama itu diadakan demo masak oleh ibu-ibu Neniari berupa pembuatan kue berupa panganan lokal : roll cake dari ubi jalar (keladi) dengan selai dari labu dan buah merah. Hasil pembuatan kue tersebut sebanyak 45 buah dan terjual habis dengan harga Rp. 50 ribu per buah.

Keterangan Gambar : Paduan Suara Perempuan Neniari saat Menyanyikan 2 buah lagu dalam Ibadah Minggu

Aktivitas hari ke-3 di Jemaat Silo, seluruh peserta koinonia Neniari terlibat dalam ibadah Minggu, 23 Juni 2019 pkl. 09.00 WIT dengan pelayan firman, Pdt. Yudi Noya yang adalah Ketua Majelis Jemaat GPM Neniari, Klasis Taniwel. Dalam ibadah tersebut Paduan Suara Perempuan Neniari tampil membawakan 2 buah lagu.

Keterangan Gambar : Pemain Musik Jukulele, Tifa dan Kolintang Khas Niniari

Setelah selesai mengikuti ibadah, peserta kemudian menikmati jalan-jalan ke beberapa lokasi wisata yang menjadi ikon Kota Ambon, antara lain : Gong Perdamaian, Museum Siwalima, Pintu Kota, Pantai Natsepa dan Jembatan Merah-Putih. Di lokasi-lokasi wisata tersebut dimanfaatkan oleh peserta koinonia untuk selfi dan foto bersama sebagai kenangan tanda mata. Kegembiraan sangat terpancar dari wajah-wajah ibu-ibu Neniari, yang ternyata sebagian besar dari mereka baru pertama kali mengunjungi Kota Ambon.

Keterangan Gambar : Foto Bersama di Gong Perdamaian

Memasuki hari ke-4 atau Senin, 24 Juni 2019, peserta koinonia kembali disuguhi ceramah dengan materi-materi pemberdayaan dalam perspektif perempuan, antara lain : Peran Partisipasi Perempuan Desa Terpencil dalam Menyikapi Masa Depan oleh Pdt. DR. L Marantika; materi ke-2 Pencegahan Pernikahan Dini dan Kematian Ibu dan Anak dari segi Kesehatan;

Pada malam harinya, bersama dengan Perempuan Silo diselenggarakan Malam Puji-Pujian berlokasi di Ruang Ibadah Utama Gereja Silo. Suasana berbeda nampak dalam setiap hentakan musik dan lagu, yang mana terlihat jelas wajah-wajah penuh sukacita dan kegembiraan yang begitu meluap-luap terpancar dari para peserta, baik dari Neniari maupun dari Jemaat Silo. Tampil memukau dalam puji-pujian antara lain : Paduan Suara Perempuan Neniari, Vocal Grup Perempuan Neniari, Duet Pdt. Jan Matatula dan Ibu Ma Matatula, Solo oleh anak Elshadai serta solo oleh isteri dari Ketua MJ Neniari yang membawakan sebuah lagu KJ 382 dalam bahasa Alune, bahasa sehari-hari warga Neniari.

Keterangan Gambar : (ka-ki depan) Pdt Yudit Noya bersama isteri dan peserta kononia perempuan Neniari

Kegiatan Malam puji-pujian itu juga menjadi kegiatan terakhir dan klimaks dari seluruh ungkapan semangat dan tekad kuat yang terpatri dalam diri setiap perempuan Neniari yang berkoinonia ke Silo. Dengan dipandu oleh pemimpin puji-pujian, vicaris Maryo Titihalawa, para peserta memuji Tuhan dengan riang gembira, bertepuk sorak sambil menikmati keakraban dan rasa kekeluargaan yang terbangun antara perempuan Neniari dan perempuan Silo.

Keterangan Gambar : wajah penuh sukacita pendeta, majelis jemaat dan peserta koinonia perempuan Neniari dan Silo setelah malam Puji-Pujian

Pagi hari, Selasa 25 Juni 2019 tepatnya pkl. 09.00 WIT seluruh peserta koinonia perempuan Neniari terakhir kali berada di Silo, yang kemudian dengan menggunakan 3 buah damri dan 1 buah truk mengantar pulang ke 106 orang peserta koinonia kembali pulang ke Neniari. Mereka kembali ke negeri asal, tempat dimana mereka akan memulai lagi babak baru kehidupan bergereja dan berjemaat yang penuh optimisme dan semangat spiritualitas yang terbarui. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua MJ GPM Neniari, Pdt. Yudit Noya yang menjelaskan bahwa, harapan mereka datang berkononia agar perempuan Neniari belajar banyak di sini dan melihat perkembangan Jemaat Silo untuk dibawa pulang sebagai bahan pembelajaran dalam rangka mengembangkan potensi diri dan lingkungan tempat dimana mereka hidup.

Salut untuk semangat dan tekad luar biasa Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Neniari, Klasis Taniwel. Tuhan kiranya memberkati basudara semua menjemput masa depan dengan Janji Anugerah Tuhan yang tidak berkesudahan; [BK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *