Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Juli 2020

jemaatgpmsilo.org

Tema Mingguan : Saling Ketergantungan Diantara Sesama

Minggu, 19 Juli  2020                          

bacaan : 1 Korintus 12 : 12 – 31

Banyak anggota, tetapi satu tubuh
12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. 19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? 20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. 21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

SALING KETERGANTUNGAN ADALAH KODRAT KEHIDUPAN

Lelemuku (anggrek Larat) yang indah adalah hasil saling ketergantungan antara manusia, burung, pohon, tanah, dan lainnya. Akar Lelemuku berpijak pada batang pohon untuk mendapat makanan, pohon bertumbuh pada tanah yang dihuni hewan-hewan kecil, berfungsi menguarai berbagai zat untuk kesuburan tanah. Matahari menyinari Lelemuku, dan hujan  membasahinya, membuat Lelemuku bertumbuh dengan subur dan mengeluarkan kuncup bunga yang akan dibuka oleh burung. Lelemuku sangat mahal dipasaran sehingga menjadi sumber pendapatan bagi manusia, sebab banyak orang berebut Lelemuku, menjadikannya sebagai hiasan, penyejuk suasana, bahkan sebagai ungkapan cinta seseorang dalam berbagai peristiwa. Semua ciptaan Tuhan: manusia, hewan, tumbuhan, matahari, dll, saling bergantung, saling membutuhkan satu dengan lainnya. Siklus kehidupan adalah mata rantai yang saling terhubungkan. Dalam siklus kehidupan yang terus berputar, semua atau segala sesuatu merupakan satu kesatuan sekalipun berbeda fungsi. Tetapi satu dengan yang lain saling membantu dan melengkapi sehingga tidak ada yang merasa lebih dari yang lain. Sama seperti, tubuh yang terdiri dari banyak anggota : mata, tangan, kaki, telinga, dll. Masing-masing dengan fungsinya tetapi satu terhadap yang lain saling membutuhkan. Kaki membutuhkan mata yang menuntun supaya kaki tidak salah melangkah. Sekalipun banyak anggota, tetapi tetap satu tubuh. Ketika satu bagian sakit maka semua bagian akan sakit sehingga merusak seluruh sistem dari tubuh tersebut. Masing-masing bagian dalam suatu siklus kehidupan bertanggungjawab untuk melakukan fungsinya dengan baik, agar semua bagian dapat menikmati keutuhan arti kehidupan itu. Demikian juga Pandemi covid-19, mengajarkan kita bagaimana bersinergi untuk melakukan peran masing-masing secara bersama, “bersama katong bisa”

Doa : Tuhan, tolonglah kami melakukan setiap peran di dalam dunia, Amin.

Senin, 20 Juli 2020                                    

bacaan : Amsal 25 : 20 – 21

20 Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka. 21 Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.

SALING KETERGANTUNGAN UNTUK KESEIMBANGAN HIDUP

“Dia itu kan dulu gila, kok bisa kawin ya?” Demikian ucapan sinis orang sekampung ketika menyaksikan Jun kawin dengan lelaki yang mencintainya. Memang, untuk waktu yang lama, Jun terpuruk hidupnya sebagai seorang perempuan muda. Jiwanya terganggu, pikirannya tidak tenang, bicara sangat tidak terarah, tidak ada lagi harapan untuk masa depannya. Orang tua Jun sangat sadar bahwa Jun sangat membutuhkan kasih sayang mereka, karena itu mereka tidak menitipkan Jun pada RS Jiwa. Setiap hari mereka mendampingi Jun, menyanyikan nyanyian untuk menghibur hatinya, mengucapkan kata-kata yang membangkitkan semangat hidupnya, dan terus berdoa memohon kesembuhan dari Allah. Mereka sadar bahwa ada orang yang tidak menyukai mereka, tetapi mereka tetap mengasihi, mereka terus menyapa, dan membangun relasi yang bersahabat. Kesembuhan Jun adalah wujud hidup dengan saling ketergantungan diantara sesama. Orangtua Jun menyayangi Jun, suaminya menerima dia apa adanya, orang-orang disekitarnya menghargai ketulusan hati keluarga Jun yang terus bersahabat dan mengasihi mereka. Jun dan suaminya kemudian hidup bahagia karena saling tergantung dan saling menopang satu dengan yang lain. Itulah yang dikatakan dalam kitab Amsal 25:20-21, yang mengingatkan kita supaya tidak membalas jahat dengan jahat tetapi balaslah jahat dengan kebaikan. Ketika semua orang sadar dan berniat melakukan kebaikan satu terhadap yang lain, tanpa mengingat berbagai kelemahan masing-masing, mereka sudah menciptakan keseimbangan hidup yang saling tergantung. Kehidupan seperti itu sangat dibutuhkan sekarang ini, di “era normal baru” setelah pandemic covid-19 mengancam kehidupan kita. Disini, dibutuhkan saling ketergantungan untuk membangun keseimbangan hidup.

Doa : Tuhan, ajarlah kami untuk saling menghargai satu dengan yang lain, amin

Selasa, 21 Juli 2020                                 

bacaan :  Matius 18 : 15 – 20

Tentang menasihati sesama saudara
15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

  SALING MENEGUR DIDALAM KASIH     

Semua orang, termasuk saya adalah orang berdosa, pengakuan ini penting agar tidak ada orang yang merasa dirinya jauh lebih benar dari yang lain. Sebab karena dosa kita-lah Yesus Kristus rela mati di tiang kayu salib untuk menebus segala dosa kita. Dalam Matius 8:15-20, Tuhan Yesus mengajarkan tentang bagaimana menolong orang yang berbuat dosa, agar dia sadar dan bertobat serta kembali ke jalan yang benar. Sesungguhnya itulah sikap Yesus menghadapi umat-Nya yang kedapatan berbuat dosa, sebab bagi Yesus mereka adalah orang yang terhilang atau tersesat dan membutuhkan tuntunan untuk kembali ke jalan yang benar (band.ay.12-14). Untuk itu dibutuhkan sebuah proses untuk menuntun mereka menemukan jalan keselamatan. Pertama, tegorlah saudaramu dibawah empat mata, artinya jangan permalukan dia dihadapan orang lain, tetapi tegorlah dia dengan penuh kasih agar dia menyadari kesalahannya. Kedua, jika saudaramu tidak mendengarkanmu, bawalah seorang atau dua orang lagi untuk menolongnya menjadi sadar. Ketiga, jika saudaramu belum juga menyadari kesalahannya, bawalah dia kehadapan persekutuan jemaat, agar kesaksian banyak orang akan menyadarkannya. Hal ini menampakkan kasih Allah yang besar, panjang sabar dan bertujuan agar semua orang diselamatkan dari dosanya. Jika Allah sangat mengasihi kita manusia yang berdosa, hendaklah kita juga mengasihi dan menuntun saudara kita yang berbuat dosa agar dia diselamatkan. Disini, Tuhan Yesus sangat menekankan soal persekutuan yang saling menopang, apakah itu persekutuan keluarga, jemaat atau masyarakat. Dikatakan bahwa : “jika dua orang daripadamu didunia ini, sepakat meminta…, sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku..…, hal ini melambangkan persekutuan yang saling menopang, sepakat, sehati, penuh kasih dihadapan Allah untuk saling menolong, agar semua diselamatkan.

Doa: Tuhan, tolong kami menjadi persekutuan yang sepakat, Amin.

Rabu, 22 Juli 2020                                  

bacaan : Kolose  4 : 1 – 6

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. 2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. 3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. 4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. 5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

PERSEKUTUAN YANG TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN

Sejak dulu aktivitas perbudakan sudah ada dalam kehidupan manusia. Mereka yang mempunyai uang atau kekuasaan bisa dan dapat memiliki budak. Namanya budak pasti hak-hak hidup sebagai manusia sangat terbatas. Banyak kejadian dimana pada budak diperlakukan dengan tidak manusiawi. Hal inipun menjadi perhatian dari Paulus untuk mengingatkan jemaat di Kolose, khusus bagi tuan-tuan yang mempunyai budak agar mereka diperlakukan secara adil dan jujur, artinya segala hak-hak hidup, mereka dapatkan secara layak. Paulus ingatkan tuan-tuan yang mempunyai budak ini, bahwa mereka juga mempunyai tuan yang ada di sorga. Peringatan ini penting, sebab apa yang mereka lakukan kepada para budak pasti akan dibalas oleh tuan mereka yang ada di sorga. Kalau yang baik dilakukan, pasti kebaikan akan mereka dapatkan dan begitupun sebaliknya. Seperti kegenapan firman Tuhan: “Apa yang ditabur orang, pasti akan dituainya” (Gal. 6:7). Kalau sikap para tuan yang memperlakukan budak mereka dengan baik maka pasti akan menciptakan suasana hidup yang penuh kasih sebagai sesama manusia. Sebab dihadapan Tuhan semua manusia sama dan tidak pernah dibeda-bedakan. Hal inipun penting bagi kita sekeluarga untuk tidak membeda-bedakan antara satu anggota keluarga dengan yang lain. Sebagai orang tua, tidak boleh membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak. Tidak ada anak papa atau anak mama. Semua sama dalam hal mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Kalau kita semua dapat menciptakan situasi dan kondisi seperti ini maka pasti ada suasana sukacita dan damai sejahtera yang kita nikmati bersama dalam keluarga. Apapun tantangan dan masalah, termasuk ancaman pandemic Covid 19 dapat kita atasi dan selesaikan dengan baik sebab kita semua hidup dalam persekutuan cinta kasih yang selalu diberkati Tuhan Yesus Kristus.    

Doa: Tuhan Yesus ajar kami untuk tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Amin.

Kamis, 23 Juli 2020                                   

bacaan : 2 Tesalonika 3 : 1 – 5 

Berdoa dan bekerja
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

SALING MENOPANG DIDALAM DOA

Paulus sebagai seorang rasul yang dipakai Tuhan secara luar biasa, diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan ancaman yang dialaminya dalam seluruh tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Paulus menyadari bahwa tugas pelayanannya diperhadapkan dengan berbagai resiko tantangan dan ancaman yang datang dari para pengacau dan orang-orang jahat. Paulus sangat percaya akan keteguhan iman yang ditunjukan oleh jemaat Tesalonika dan ia meminta dukungan dan topangan doa agar tugas pelayannya dapat berjalan dengan baik demi kemajuan dan kemuliaan injil Kristus. Paulus membutuhkan dukungan tersebut sebab ia sadar bahwa tanpa doa dan dukungan jemaat, semua yang ia lakukan tidak punya arti apa-apa. Sekaligus menjadi teladan bagi jemaat Tesalonika bahwa betapa pentingnya sebuah persekutuan yang saling menopang dan mendukung, sebab hal itu akan menjadi kekuatan bagi jemaat, ketika menghadapi berbagai tantangan ataupun permasalahan. Kesaksian inipun menjadi teladan bagi keluarga kita, ketika hari-hari hidup diwarnai dengan berbagai persoalan dan tantangan serta dalam menghadapi pandemic Covid 19. Pentingnya membangun hidup yang saling mendoakan, walaupun untuk sementara doa dan ibadah tidak dilakukan dalam persekutuan jemaat, namun tidak menghilangkan makna persekutuan itu sendiri. Justru kesempatan ini kita pakai untuk lebih mempererat hubungan persaudaraan dalam keluarga kita masing-masing. Kita percaya bahwa dalam kekuatan doa yang dipanjatkan kepada Allah dalam Kristus, dengan satu hati dan dengan iman yang sungguh, pasti mempunyai kuasa yang besar. Kuasa Tuhan untuk memulihkan kehidupan dunia ini, bangsa-bangsa, gereja dan masyarakat, juga memulihkan keluarga kita. Kuasa Tuhan yang selalu menyertai dan memberkati keluarga kita.     

Doa:  Tuhan  Yesus,  curahkan  kuasa-Mu untuk memulihkan kehidupan kami ditengah ancaman Covid 19 ini. Amin.

Jumat, 24 Juli 2020                                  

bacaan : Roma 15 : 1 – 6

Orang yang lemah dan orang yang kuat
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus

YANG KUAT BANTU YANG LEMAH

Kita yang kuat wajib menanggung kelemahan orang – orang yang tidak kuat, dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri..” (ay.1), itulah nasehat rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Nasehat Paulus ini tentu tidak mudah dilakukan ditengah kecendrungan orang-orang yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Namun Paulus tegaskan bahwa jemaat Roma dapat mewujudkannya dengan menjadikan Tuhan Yesus sebagai teladan, dimana seluruh karya penyelamatan-Nya bagi dunia dan manusia adalah bukti bahwa IA tidak mencari kesenangan diri-Nya sendiri. Itulah sebabnya sebagai orang-orang yang telah menikmati anugerah keselamatan dalam Kristus mesti mewujudkan dan melakukannya kepada sesama teristimewa bagi yang lemah dan berkekurangan. Hal ini penting kita renungkan ditengah kecendrungan manusia yang sering melihat kelemahan sesamanya sebagai kesempatan untuk menjatuhkannya, padahal setiap orang juga memiliki kelemahan dan keterbatasan. Dengan menolong seseorang yang lemah, kita menjadi sadar bahwa kelemahan kita juga akan ditanggung oleh saudara kita yang kuat. Hidup yang saling menolong seperti ini hendaklah menjadi “gaya hidup” kita di “era normal baru” (new normal), setelah menghadapi pergumulan berat ditengah pandemic covid-19. Jika masih ada  saudara-saudara kita yang sakit, yang berkekurangan, yang kehilangan pekerjaan ditengah ancaman wabah virus ini. Marilah kita wujudkan kepeduliaan dengan saling membantu meringankan beban hidup mereka. Jika ada yang berkelebihan, hendaklah dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Terpenting juga jika kita saling menopang dalam doa, kiranya kuasa Tuhan  Yesus menguatkan kita untuk menjalani kehidupan kita kedepan, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Doa: Tuhan Yesus ajar kami untuk peduli dengan mereka yang lemah dan berkekurangan. Amin.

Sabtu, 25 Juli 2020                                 

bacaan : Ibrani 10 : 24 – 25

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

PERSEKUTUAN YANG SALING MEMPERHATIKAN

Ada kecendrungan sebagian orang yang senang memperhatikan kekurangan dan kesalahan orang lain dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mempermalukannya. Ada juga kecendruangan sebagaian orang yang iri hati dan cemburu ketika melihat kesuksesan orang lain. Hal ini juga terjadi dalam kehidupan jemaat-jemaat yang menjadi tujuan surat Ibrani ini disampaikan. Karena itu penulis surat Ibrani sangat menekankan soal kehidupan yang saling memperhatikan, saling mendorong didalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik. Nasehat ini terkait dengan peringatan akan hari kedatangan Tuhan, dimana jemaat – jemaat Kristen didorong untuk menjaga kesucian hati dan kemurnian nurani mereka dari segala kejahatan serta memperkuat sikap saling menopang dalam mempersiapkan diri menyambut hari kedatangan Tuhan. Penulis surat Ibrani menasehati orang percaya di saat itu, agar tetap setia mewujudkan persekutuan yang saling memperhatikan dengan penuh kasih dan untuk pekerjaan yang baik. Untuk itu umat tidak boleh menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Ibadah dan doa adalah kekuatan bagi orang percaya dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan hidup. Ibadah dan doa juga menjadi kekuatan bagi kita keluarga untuk menciptakan suasana hidup yang harmonis dan penuh kebahagian. Kita mampu mewujudkannya ketika masing-masing anggota keluarga saling memperhatikan dan peduli untuk kebaikan dan kebahagian bersama. Kita percaya bahwa masalah ataupun tantangan sebesar dan seberat apapun dapat kita hadapi sebab kekuatan kita adalah doa dan persekutuan keluarga yang saling mengasihi.   

Doa:  Tuhan Yesus mampukan kami untuk saling memperhatikan dan peduli untuk kehidupan yang penuh  kasih. Amin.

*sumber SHK bulan Juli 2020 terbitan LPJ GPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

John Brown Womens Jersey 
Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to save temporary file for atomic writing.' in /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:30 Stack trace: #0 /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(650): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/k2376458/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/k2376458/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 30