fbpx

Persidangan ke-36 Jemaat GPM Silo Tahun 2018

[jemaatgpmsilo.org]

Dalam kondisi kekosongan jabatan Ketua Majelis Jemaat pasca kematian Alm. Pdt D. A. Saununu (20/1/2018), dan berdasarkan penjadwalan yang diturunkan dari Klasis Kota Ambon, maka pada Minggu 4 Maret 2018 Jemaat GPM Silo melaksanakan Persidangan ke-36 Jemaat GPM Silo. Persidangan dilaksanakan dibawah sorotan tema “Allah Kehidupan, tuntunlah kami untuk Membela dan Merawat Kehidupan“, dan subtema “Bersama-sama mengadvokasi hak hidup dan alam untuk hidup berkelanjutan yang semakin bermutu”. Adapun Panitia Penyelenggara kali ini dipercayakan kepada Warga Sektor X Silo dibawah kepemimpinan Ibu Telly Matulessy selaku Ketua Panitia.

Rangkaian panjang Persidangan Jemaat yang dirancang untuk 2 hari pelaksanaan itu, diawali dengan Ibadah Pembukaan Persidangan Jemaat yang dipimpin oleh Pdt Steve Gasperz, yang mendasarkan khotbahnya pada 3 bacaan Alkitab, yang pertama dari Markus 8 : 31-38; kedua 2 Timotius 2 : 1-13 dan ketiga Yesaya 52 : 13 – 53 : 12.

Pdt Steve dalam refleksi khotbahnya, menegaskan tentang realitas Silo sebagai jemaat trans-teritorial, “karena itu peserta sidang jemaat harus berpikir tentang warga jemaat yang tinggal menyebar di luar teritorial Silo. Apa saja gumulan mereka ? bagaimana masalah sosial yang mereka jalani diseputar lingkungan tempat tinggal mereka sekarang ini ? dan seterusnya“. Pesan tegas Pendeta kepada warga jemaat, khususnya selaku peserta persidangan agar menyadari keterpanggilan kita sebagai pengikut Kristus. “Sebab sesungguhnya, di hadapan Yesus tidak ada kesombongan dan keangkuhan. Di hadapan Yesus harus merendahkan diri, bukan karena kuat dan hebat kita ada sampai saat ini, tapi semua karena Anugerah-Nya. Siapapun kita, apapun profesi dan jabatan kita Yesus bertanya, “menurut kamu siapakah Aku”. Mengikut Yesus harus lahir dari dalam diri kita. Jadilah Hamba Tuhan yang selalu merendahkan diri serta taat dan setia melakukan kehendak-Nya.

Acara Seremonial Pembukaan Sidang Jemaat ke-36 Jemaat GPM Silo

Setelah pelaksanaan ritual ibadah pembukaan persidangan dilanjutkan dengan acara seremonial, yang diawali dengan laporan Ketua Panitia, Ibu Telly Matullesy. Ketua Panitia persidangan mengajak seluruh peserta untuk memberikan yang terbaik bagi Silo, dengan pendekatan motto panitia yaitu ” I Love Silo “.

Laporan Ketua Panitia, Ibu T. Matulessy
Wakil Ketua Jemaat GPM Silo, Pnt. J. Th. M. Matulessy

Selanjutnya, Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, Pnt J. Th. M. Sipahelut dalam Pidato Pembukaan, menegaskan bahwa sepanjang tahun 2017, Jemaat Silo masih diperhadapkan dengan banyak masalah seperti, kemiskinan, kekerasan, penyakit sosial, kesulitan ekonomi, judi, narkoba, hingga kesulitan hidup, ditambah lagi suasana politik yang makin memanas sebagai akibat perhelatan politik. Dalam pidatonya Pnt. Sipahelut menegaskan “dalam tahun 2017, Jemaat Silo tidak mencapai target pendapatan sebagaimana yang dirancang sebelumnya. Pencapaian realisasi pendapatan adalah sebesar Rp.3.545.601.968,- atau (92,78%). Sedangkan realisasi  Belanja 2017 sebesar Rp.3.456.693.320,- (90,46%). Karena itu persidangan 2018 ini, mesti mempertimbangkan secara matang keseimbangan anggaran antara pendapatan dan belanja.

Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt N. Rutumalessy
Pembukaan Persidangan Jemaat oleh Ketua Klasis Kota Ambon

Ketua Klasis Kota Ambon, dalam arahannya, menghimbau seluruh peserta persidangan agar memanfaatkan persidangan ini untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang berarti bagi jemaat. Lebih lanjut ditegaskan oleh Pdt Nick, “ada jemaat yang tidak mencapai realisasi target anggaran tahunan, Silo salah satu yang ada disitu. Dia bisa dimungkinkan oleh banyak hal bapak dan ibu, tetapi setelah kita evaluasi dan rekon kita menemukan kondisi yang sangat umum ialah kemampuan kita untuk merencanakan keuangan secara riel dengan seluruh kekuatan pendapatan jemaat itu ternyata menjadi problem. Ibarat kita kemampuan itu sampai tujuh, kemudian kita merancangnya sepuluh. Kita memang memaksa diri mencapai delapan, tapi masih ada dua yang tidak bisa kita capai, dan itu berpengaruh kepada kemampuan kita merefleksi program“. Selanjutnya Persidangan Jemaat GPM Silo dibuka secara Resmi oleh Ketua Klasis Kota Ambon yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Sambutan dari Pemkot oleh Camat Sirimau

Camat Sirimau Ny. M.Lekatompessy, S.STP, M.Si dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kota Ambon, memintakan dukungan peserta persidangan bahwa sebagai jemaat yang bermukim di pusat Kota Ambon, Umat Tuhan di Silo kiranya terus mendukung program-program pemerintah Kota Ambon. “Silo adalah jemaat yang terus berkembang dengan kehidupan kota yang sangat dinamis, karena itu dibutuhkan sinergitas kerja antara pemerintah kota dengan Majelis Jemaat sebagaimana tertuang nantinya dalam program pelayanan 2018 hasil persidangan ini” tegas Ibu Camat yang baru menjabat kurang lebih 3 bulan terakhir ini.

Pandangan Umum Sektor III atas LPJ MJ Silo 2017
Pimpinan Persidangan Jemaat

Agenda Besar Persidangan Jemaat ke-36 Jemaat GPM Silo sesungguhnya berada pada 2 moment penting yaitu pertama, pertanggungjawaban Majelis Jemaat GPM Silo terhadap pelaksanaan tugas pelayanan selama tahun 2017. Dengan berdasarkan pada ketentuan Peraturan Pokok GPM, maka sebagai akibat kekosongan jabatan Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, mengharuskan Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Silo mempertanggung jawabkan seluruh pelaksanaan tugas pelayanan sepanjang tahun 2017. Pertanggung jawaban dimaksud kemudian diresponi dan ditanggapi lewat pemandangan umum sektor pelayanan dari Sektor I s.d Sektor XII.

PHMJ selaku Pimpinan Persidangan Jemaat
Peserta Sektor I

 

Peserta Sektor II
Peserta Sektor III
Peserta Sektor IV
Peserta Sektor V dan VI
Peserta Sektor VII dan VIII
Peserta Sektor IX
Peserta Sektor X
Peserta Sektor XI
Peserta Sektor XII

Moment substansial persidangan jemaat yang kedua, adalah menyusun program pelayanan tahun 2018, berupa penetapan APBJ Jemaat GPM Silo Tahun 2018, beserta rekomendasi-rekomendasi dan hal-hal penting lainnya.  Setelah bergumul, bersidang, berdiskusi panjang lebar selama 3 hari, yang disertai pendalaman terhadap dinamika dan konteks problematika keumatan di Jemaat GPM Silo, maka pada Persidangan Jemaat GPM Silo ditutup secara resmi oleh Ketua Klasis Kota Ambon 6/3/2018 pkl. 02.30 WIT dengan hasil-hasil persidangan yang dibacakan oleh Pnt V. W. Mailoa selaku Sekretaris Persidangan Jemaat yaitu: 7 Keputusan, 11 Rekomendasi dan APBJ Jemaat GPM Silo Tahun 2018 berimbang pada Rp. 3.785.996.284,-

Foto : Pnt H. Sahetapy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *