Spontanitas “Si Pengemis” Menggugah Jemaat saat Ibadah Natal 25 Desember

AMBON, jemaatgpmsilo.org – Perayaan Ibadah Natal 25 Desember 2018 di Jemaat GPM Silo dilakukan hanya 1 kali yaitu di jam 09.00 WIT, dipimpin oleh Pdt. Ny. M.Latuihamallo. Sebelum pelaksanaan ibadah, terlihat seorang pengemis yang duduk tepat di depan pintu masuk gereja, sambil menengadah tangan seraya memohon belas kasihan dari setiap orang yang datang beribadah pagi itu. Ada yang tersentuh dan memberikan selembaran uang, dua ribuan, lima ribuan, maupun sepuluh ribuan. Ada yang memberi, tetapi ada juga yang lewat begitu saja karena berbagai alasan. Entah tidak melihat, terburu-buru ataukah sengaja tidak mempedulikan.

Pdt. Ny.M. Latuihamallo

Setelah lonceng tiga kali berbunyi, yang menjadi tanda panggilan dimulainya Ibadah Natal, mulailah rangkaian liturgis Ibadah Natal oleh seorang remaja yang masuk dengan memukul tifa sambil berteriak : “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud, juga di jemaat kita ini. Marilah kita merayakan kelahiran-Nya di Bethelem dan di Jemaat kita ini.” Lalu masuklah “si pengemis” dengan membawa lilin induk untuk dinyalakan. Rupanya kehadiran pengemis itu adalah bagian dari liturgis ibadah yang telah disiapkan.

“si pengemis” saat mengemis di pintu masuk gereja

Rangkaian Spontanitas itu kemudian diselingi lagu KJ Nomor 109 ayat 6 yang syairnya berbunyi :

Demi kita ini Ia sudah lahir, Peluk Dia dalam iman teguh, Cinta Kasih-Nya patut kita balas, Sembah dan Puji Dia (3x) Tuhanmu

Setelah lagu pujian tersebut, “si pengemis” lalu memperhadapkan kepada jemaat dialog seperti begini : “Apa..?? Apa kata saudara-saudari jemaat di dalam lagu tadi..?? Memeluk Tuhan yang lahir dengan iman teguh..?? Dapatkah saudara-saudari melakukannya..?? Sementara perilaku setiap hari tidak menunjukkan bahwa kita beriman teguh kepada-Nya. …. Seandainya Allah datang di saat ini dalam rupa seorang pengemis miskin, apakah kita dapat mengenali-Nya dan peduli dengan-Nya..?? Sementara tadi di depan gereja, ketika saya duduk dan berlakon seperti pengemis, banyak orang yang tidak peduli dengan kehadiranku..??Banyak orang memandangku dengan sebelah mata..?? Walaupun ada segelintir yang masih peduli denganku..?? Seandainya Yesus lahir dalam rupa seorang pengemis miskin, adakah tempat bagi-Nya di bilik rumah kita..?? Adakah tempat bagi Yesus di ruang hati kita..??.

Penyalaan Lilin Natal oleh “si pengemis”

Dialog dan akting yang disampaikan oleh “si pengemis”, sungguh-sungguh menggugah sekaligus menghentak banyak dari warga jemaat yang hadir, sebab sebelumnya mereka kurang peduli atau tidak peduli, ada yang berbelas kasihan dan memberikan sekedar uang, tetapi banyak pula yang melewatinya begitu saja, bahkan ada pula yang sempat “mengusir” si pengemis dari lingkungan halaman gereja.

Sesungguhnya rangkaian liturgis perayaan natal yang ditetapkan ini, diarahkan untuk benar-benar menanamkan nilai spiritualitas tentang makna natal sejati di hati dan pola pikir warga jemaat yang datang beribadah. Itu juga menjadi pesan penting yang dipertegaskan oleh Pelayan Firman, Pdt. Ny. M Latuihamallo saat memberikan refleksi natalnya, sebagaimana tema natal tahun ini “Berilah Tempat bagi Yesus Dalam Rumahmu” [Lukas 2 : 1-7] [BK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *